mengeluarkan racun tubuh

Jakarta, Detoks diyakini memiliki manfaat untuk membersihkan tubuh dari racun yang jika menumpuk akan membahayakan tubuh. Terlalu banyak jenis detoks yang beredar di masyarakat membuat aktivitas ini menjadi sulit untuk dipilih. Namun sebenarnya, yang paling sering dilakukan dalam dunia kedokteran adalah detoks usus besar, detoks liver, dan puasa. Bagaimana prosesnya?

Detoks alami merupakan proses detoks yang dilakukan dengan menggunakan aktivitas secara biasa, tanpa memberi bahan kimia apapun ke dalam tubuh. Prosesnya sendiri bisa dibilang lebih aman, sebab dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu kerja organ dengan obat. Yang termasuk di dalam detoks alami adalah detoks usus besar (colon), detoks liver, dan puasa.

Detoks usus besar (colon) dilakukan sebagai proses pembersihan usus dari sisa-sisa pencernaan yang mengendap di dalam tubuh bertahun-tahun sepanjang hidup. Detoks ini dilakukan dengan cara yang disebut colon therapy, yaitu membersihkan usus menggunakan bahan herbal seperti daun senna. Setelah dilakukan proses ini selama kurang lebih 3 kali terapi, sisa ampasnya akan meluruh dan turun terbawa sisa pencernaan lainnya. Detoks semacam ini bisa memperbaiki sistem pencernaan dan metabolisme tubuh, sehingga akan lebih sehat.

Detoks liver dilakukan bila terdapat racun atau serpihan batu pada empedu. Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi apel dan minyak zaitun. Awalnya pasien akan diminta untuk berpuasa, setelah itu meminum minyak zaitun kurang lebih 100 cc. Setelah kosong karena puasa dan diberikan minyak zaitun, liver akan memaksa empedu bekerja dengan cara memijat-mijat, sehingga racun dan sisa-sisa batu yang mengendap akan keluar.

Puasa yang biasa dilakukan umat Muslim merupakan salah satu contoh detoks alami yang paling baik. Proses ini dilakukan dengan tidak makan dan minum mulai dari pagi hari hingga sore hari. Awalnya pasti akan merasakan pusing, mual, bahkan ada perubahan emosi, namun hal itu sangat wajar sebagai proses adaptasi tubuh karena kurangnya nutrisi tertentu. Namun selanjutnya akan terasa lebih segar.

“Pada dasarnya detoks tentu yang lebih aman adalah yang alami. Konsumsi suplemen jangka panjang bisa merusak ginjal. Jika memang ingin sehat dan langsing, sempatkan diri untuk berolahraga atau puasa secar rutin,” ujar dr. Phaidon L. Toruan, praktisi hidup sehat, saat dihubungi oleh detikHealth, dan ditulis pada Rabu (24/4/2013).

(vit/vit) (http://health.detik.com/read/2013/04/24/090513/2228786/775/ini-dia-macam-macam-detoks)

Jakarta, Detoks atau detoksifikasi merupakan proses pembersihan racun dari dalam tubuh. Racun tersebut berasal dari berbagai polutan dari lingkungan ataupun dihasilkan dari metabolisme tubuh. Proses ini bisa terjadi secara alami karena tubuh sebenarnya bisa membersihkan diri sendiri.

Namun seiring berjalannya waktu, kemampuan tubuh dalam membersihkan racun mulai berkurang karena proses penuaan. Beberapa ahli menyarankan untuk menjalani detoksifikasi lewat berbagai terapi dan makanan tertentu. Apa saja reaksi yang dialami tubuh akibat detoksifikasi tersebut?

“Puasa bagi umat islam sebenarnya adalah salah satu detoks alami. Saat puasa hari pertama, orang cenderung akan mual, lemas, pusing, dan lain-lain. Efek semacam ini normal terjadi, khususnya di hari-hari pertama melakukan detoks,” kata dr Phaidon L Toruan kepada detikHealth seperti ditulis pada Rabu (24/4/2013).

Dr Phaidon yang merupakan praktisi hidup sehat ini menjelaskan bahwa efek atau reaksi yang dialami tubuh tersebut hanya berlangsung untuk sementara. Setelah proses detoksifikasi berjalan, tubuh akan terasa lebih sehat karena telah mengalami proses pembersihan.

Detoksifikasi sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Namun khasiatnya masih menjadi perdebatan tersendiri di kalangan para ahli. Sebagian menganggap proses detoksifikasi sudah bisa dilakukan oleh hati dan tidak perlu menggunakan terapi yang aneh-aneh, sedangkan beberapa ahli berpendapat lain.

Karena metodenya ada berbagai macam, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani proses detoksifikasi. Di samping mencari pertimbangan mengenai manfaat dan kerugiannya, pendapat dokter juga berguna untuk mengetahui kemungkinan efek samping yang bisa dialami akibat menjalani detoksifikasi dengan metode tertentu.

Dalam kasus yang ekstrem, misalnya terhadap pasien narkoba, proses detoksifikasi yang dilakukan bisa lebih rumit karena senyawa kimia sudah sebegitu parahnya mempengaruhi saraf di otak. Efek yang dialami bisa berdampak terhadap kondisi fisik dan psikis pasien. Namun secara umum, reaksi tubuh yang terjadi saat detoksifikasi memang bisa mempengaruhi emosi atau psikis.

“Untuk emosi mungkin saja terjadi. Sebab jika seseorang sedang melakukan detoks, maka karbohidrat yang dikonsumsi akan berkurang. Efeknya gula darah akan menjadi rendah. Hal ini mengakibatkan seseorang menjadi sensitif dan emosi. Untuk menghindarinya, konsumsi buah-buahan secara rutin,” pungkas dr Phaidon.

(pah/vit) (http://health.detik.com/read/2013/04/24/122413/2229082/775/inilah-reaksi-tubuh-yang-mungkin-terjadi-saat-melakukan-detoks)

Jakarta, Sesuai makna katanya, detoks atau detoksifikasi adalah proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Racun dari dalam tubuh bisa diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, proses metabolisme dan paparan lingkungan. Sebenarnya racun apa saja yang perlu dibuang ?

Beberapa hal bisa menjadi racun bagi tubuh seperti bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan olahan, hormon yang disuntikkan pada hewan serta insektisida pada tanaman yang tidak dicuci dengan bersih.

Detoksifikasi secara alami dilakukan oleh organ hati yang bekerja keras mengeluarkan racun dan lemak rusak yang dikonsumsi melalui makanan sehari-hari. Jika racun tersebut tidak dikeluarkan bisa memicu berbagai masalah dan penyakit di hati.

Oleh karena itu, muncullah ide untuk melakukan detoksifikasi hati, yaitu tujuannya untuk membersihkn hati dari racun-racun yang tak bisa dikeluarkan tersebut. Salah satu cara yang sering dianjurkan adalah mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung antioksidan atau metode tertentu.

“Detoks liver biasanya dilakukan untuk meluruhkan batu empedu, yaitu dengan cara pasien puasa terlebih dahulu, kemudian diberikan minyak zaitun kurang lebih 100 cc. Setelah kosong karena puasa dan langsung diberi minyak zaitun, liver akan memaksa empedu bekerja dengan cara memijat, sehingga racun dan sisa-sisa batu yang mengendap akan keluar,” kata dr Phaidon L Toruan kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (24/4/2013).

Tak hanya hati saja yang bisa didetoks, dr Phaidon yang merupakan praktisi hidup sehat ini menjelaskan bahwa ada juga yang disebut detoks colon. Tujuannya membersihkan usus dari sisa ampas makanan yang menumpuk selama bertahun-tahun. Detoks semacam ini diyakini bisa memperbaiki sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.

Selain liver dan kolon, kini banyak juga dijumpai metode detoks yang ditargetkan pada berbagai organ di tubuh, misalnya sistem peredaran darah, ginjal dan paru-paru. Intinya, segala bagian tubuh yang berfungsi mentransfer senyawa-senyawa kimia dari lingkungan rentan menyerap racun yang ikut terbawa.

“Yang dibersihkan dari detoks adalah usus besar, karena ternyata banyak feses kering sekitar 5 -15 kg yang tidak keluar secara alami dari dalam tubuh, juga sistem peredaran darah, hati, ginjal, paru-paru, otot dan rangka,” kata dr. Roy Indrasoemantri, seorang konsultan kesehatan.

Karena sebenarhya sudah bisa dilakukan secara alami oleh tubuh, khasiat detoksifikasi pun menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Sebagian ahli berpendapat detoksifikasi tidak perlu menggunakan terapi atau pola diet yang aneh-aneh, sedangkan beberapa ahli berpendapat sebaliknya.

“Detoks alami itu terjadi setiap hari yang dilakukan oleh hati. Yang penting bagaimana gizi tetap seimbang. Dengan cara hindari goreng-gorengan, makan sayur dan buah, makan lemak sehat dari ikan,” Dr Samuel Oetoro, MS, SpGK, pakar gizi dari Universitas Indonesia.

(pah/vit) (http://health.detik.com/read/2013/04/24/145250/2229320/775/ini-racun-racun-yang-bisa-dibuang-lewat-diet-detoks)

Jakarta, Diet detoks yang kini sedang populer umumnya mematok harga yang tidak murah, sebab ada suplemen tertentu yang harus dibeli. Padahal ada cara detoks alami yang bisa dilakukan sembari diet, yang lebih murah karena tidak butuh suplemen.

Secara alamiah, detoks atau detoksifikasi sudah berlangsung di dalam tubuh setiap manusia. Selama fungsi tersebut masih terjaga dengan baik, tinggal dipikirkan saja diet atau pengaturan pola makannya sesuai tujuan yang diharapkan baik untuk menaikkan atau menurunkan berat badan.

“Jadi, detoks alami itu terjadi setiap hari yang dilakukan oleh hati. Yang penting itu bagaimana gizi tetap seimbang. Dengan cara hindari goreng-gorengan, makan sayur dan buah, makan lemak sehat dari ikan,” pesan dr Samuel Oetoro, SpGK dari Universitas Indonesia, seperti ditulis pada Rabu (23/4/2013).

Terkadang, diet atau pengaturan pola makan itu sendiri juga termasuk metode detoks alami yang tidak membutuhkan suplemen. Syaratnya tentu harus dengan pengaturan yang benar dan ada baiknya dikonsultasikan dengan dokter yang kompeten soal diet.

“Sebenarnya, memilih makanan apa yang masuk ke dalam tubuh kita sudah merupakan salah satu detoks alami. Misalnya dengan lebih memilih beras merah dibanding beras putih. Beras merah memiliki serat yang lebih tinggi sehingga akan melancarkan proses pencernaan, itu sudah proses detoks,” kata praktisi hidup sehat, dr Phaidon L Toruan.

“Yang lebih aman tentu detoks alami, paling mudahnya adalah memilah bahan makanan apa yang masuk ke dalam tubuh. tidak hanya sembarangan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi, seperti makanan yang diolah dengan cara digoreng,” lanjut dr Phaidon.

Mengonsumsi hanya satu jenis makanan saja dan sama sekali menghindari jenis makanan tertentu juga kurang dianjurkan karena pada prinsipnya diet yang sehat harus menjaga asupan gizi tetap seimbang “Yang sering salah dilakukan adalah diet yang hanya misalnya makan buah saja atau sayur saja, atau air kelapa saja, tanpa zat-zat gizi lainnya yang dibutuhkan tubuh, karena tubuh tetap memerlukan semua zat-zat gizi. Bila hal ini dilakukan dalam jangka panjang, tentu saja akan tidak baik bagi tubuh kita. Bisa saja tubuh menjadi kurang gizi,” kata dr Cindyawati Pudjiadi, SpGK, MS dari RS Medistra.

Beberapa tips yang diberikan oleh dr Cindy adalah sebagai berikut:

– Sebaiknya makanan yang dikonsumsi dibagi dalam 3 porsi besar dan 2-3 kali porsi kecil, dengan tetap mengkonsumsi lengkap dan seimbang
– 3 porsi besar adalah untuk makan pagi, siang dan malam. Isinya karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral
– 2-3 Kali porsi kecil dalam bentuk buah atau sayur bisa untuk selingan.
– Di awal, coba dengan mengurangi porsi nasi atau porsi makannya, kemudian bertahap diturunkan sampai sekitar 500 kalori dari yang dibutuhkan dalam sehari.

(http://health.detik.com/read/2013/04/24/165244/2229477/775/2/cara-alami-detoks-tanpa-suplemen)

Jakarta, Bila tidak punya ongkos untuk mengikuti diet detoks yang kini sedang populer, tidak perlu khawatir. Ada metode yang sama manjurnya untuk melangsingkan tubuh dan membersihkannya dari racun, bahkan juga menyehatkan secara spiritual.

Seorang praktisi kesehatan, dr Phaidon L Toruan mengatakan bahwa puasa seperti dalam ajaran Islam adalah salah satu metode detoks alami. Ada banyak kemiripan antara puasa dengan diet detoks yang populer, termasuk efeknya yang bikin mual, lemas, pusing dan sebagainya di hari pertama.

“Efek semacam ini normal terjadi, khususnya di hari-hari pertama melakukan detoks. Namun setelah proses berjalan, tubuh akan terasa lebih sehat karena telah mengalami proses pembersihan,” kata dr Phaidon saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (23/4/2013).

Pendapat senada juga disampaikan oleh dr Roy Indrasoemantri, konsultan salah satu produk diet detoks yakni Smart Detox. Ia sepakat bahwa puasa bisa dikatakan sebagai detoks alami, namun ada risiko yang harus ditanggung bisa ketidakseimbangan nutrisi selama puasa tidak diatasi.

“Dengan puasa tubuh itu diistirahatkan, di dalam Islam. Kalau diet tidak mengonsomsi suplemen gimana? Metodenya puasa, kalau selama dia puasa dan tidak makan dengan gizi yang cukup akibatnya jadi kurang zat gizi akhirnya malah sakit,” kata dr Roy.

Oleh karenanya, ia menganjurkan agar puasa juga ditunjang dengan pemberian asupan gizi yang dibutuhkan antara lain melalui suplemen. Program diet detoks yang banyak ditawarkan umumnya menggabungkan 2 metode, yakni puasa dan pemberian suplemen untuk menggantikan asupan gizinya.

Tentunya bukan cuma sehat secara fisik saja yang didapat bila puasa sebagai detoks alami diatur dengan memperhatikan keseimbangan gizi. Kesehatan rohani dan spiritual juga akan terjaga karena berpuasa merupakan ibadah yang juga sebuah ekspresi iman.

(up/vit) (http://health.detik.com/read/2013/04/24/175218/2229571/775/puasa-detoks-alami-untuk-kesehatan-jasmani-dan-rohani)

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *