mengingat Maulid Nabi kemarin di Manba’ul Falah

memorize saja mengenai acara peringatan maulid Nabi kemarin di PP. Manba’ul falah, dimana selama beberapa tahun ini tidak dapat mengikuti acara pengajian umum secara full, karena bertugas menjaga dan menemani santri-santri di lantai atas.

hal berbeda, dari tahun-tahun sebelumnya bahwa di lantai atas juga dipasang sound serta proyektor agar para santri dapat mengikuti acara di bawah, karena memang acara tidak bisa dilihat dari atas karena tertutup. tapi bukan hal tersebut yang ingin saya bagikan.

Yang ingin saya bagikan adalah perasaan kebahagiaan dengan santri-santri di dalam gedung PP. Manba’ul Falah lantai 2 ketika pembacaan Sholawat, hal yang tidak terjadi sebelumnya, Santri-santri di dalam ikut bersholawat, sehingga ruangan yang terdengar adalah sholawat anak-anak, tidak perduli bagaimana kondisi diluar gedung, bagaimana situasi di dalam acara di bawah, kami semua bersholawat. begitu haru hati ini.

Teringat cerita dari Ust. Mukharom, dimana suatu ketika beliau bermimpi melihat adalah salah seorang auliya’ yang datang ke pondok dan dari bawah gedung beliau mendongakkan wajah melihat lantai atas. Mimpi itu memang bersela lama dari kejadian tersebut, tetapi hati ini menjerit dan bertanya, apakah hal ini yang menyebabkan Auliya’ tersebut melihat keatas? mungkin alsan ini? mungkin juga karena yang lain, tetapi hati ini ingin

menjerit hati dan perasaan, ingin, moment itulah, para Auliya’ berkenan melihat kami para santri, ingin Nabi hadir bersama kami, beliau hadir di hati-hati kami, Sholawat berkumandang,…

ya Nabi Undzur ‘alaina, undzur ‘alaina ya Rosululloh

Ya Allah, semoga para santri, wali santri, semua yang hadir dan semua warga PP. Manba’ul falah dan sekitar diberkahi oleh Allah, amin

maulid kemarin memberikan kesan begitu mendalam bagi saya, barokalloh

memorize the moment

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *