menolong Orang yang meninggal

suatu ketika Sayyidina Jamaluddin Ghumuqi al-Husayni QS sedang duduk bersama murid-muridnya di dalam masjid. Ada sebuah mangkuk buah di hadapan beliau. Beliau ambil dua buah apel dan melemparnya ke atas, satu apel dilempar kemudian disusul apel yang lain. Murid-murid bertanya di dalam hati, “Apa yang terjadi, Syekh melakukan sesuatu yang buruk dan kekanak-kanakan!” Dalam tarekat tidak diizinkan melakukan sesuatu yang kekanak-kanakan. Saya katakan pada orang-orang Amerika agar tidak membuat suara atau gerakan pada tubuhnya ketika sesuatu terjadi, ma la ya’ni – sia-sia, tidak berguna. Tidak perlu mengucapkan “ah!” ketika kalian gusar akan sesuatu. Jika kalian manusia dewasa, kalian harus selalu tenang, sabar dalam segala perilaku, waspada akan apa yang sedang kalian lakukan.

Ketika Sayyidina Jamaluddin QS melakukan hal itu, beberapa murid meragukan beliau.Tindakan meragukan Syekh itu lebih berdosa di mata Syekh daripada bila kalian melakukan tindakan asusila, karena beliau bisa menanggung dosa itu dan membersihkan kalian, lain dengan prasangka buruk yang susah untuk dibersihkan dari hati kalian.“Janganlah kalian berburuk sangka. Setelah 2 atau 3 jam seseorang akan datang dari desa lain dan akan memberitahu apa yang baru saja aku lakukan.” Ketika mereka mendengar hal ini, murid-murid menjadi takut telah melakukan hal yang salah dan Syekh mengetahuinya.

Seorang Syekh mengetahui bila kalian melakukan hal yang salah, namun tidak mengatakannya. Hal itu disimpan beliau, namun bila diperlukan demi melakukan irsyad (bimbingan) beliau akan menyampaikannya. Setelah 2 jam, seseorang datang dari desa lain dan mengatakan, “Oh Syekh, ayahku telah meninggal.” Ketika kabar itu datang, Syekh pun menjelaskan, “Sekarang aku akan mengatakan pada kalian mengapa aku melempar dua apel itu. Sayyidina Izrail AS datang untuk mengambil nyawa orang itu, muridku dengan hukuman. Karena dia muridku, aku tidak terima Izrail ASdatang dengan penampakan seperti itu. Maka kuambil sebuah apel dan melemparnya agar dia kembali ke asalnya dan dengan apel yang satunya aku mengubahnya agar dia muncul dengan sifat penuh kasih sayang.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *