Nabi Hadir di Majelis Sholawat Habib Syech

page ini membaca postingan menraik di elhooda.net, diceritakan bahwa pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW (gak  ngerti itu acara tahun berapa) dalam Bantul Yogyakarta Bersholawat bersama Syaikh Hisyam, Syaikh Musthofa, dan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. ada sebuah momen penting dimana  saat Habib Syech dan jama’ah sedang melantunkan sholawat “Ya Rasulullah… Ya Nabi.. Laka Syafa’at… dst”, Syaikh Hisyam tiba-tiba berdiri. Ini kemudian diikuti oleh para muridnya dan juga Habib Syeikh hingga semua jama’ah pun ikutan berdiri semuanya.

Beliau menjelaskan alasan kenapa dirinya tiba-tiba berdiri di saat yang lain sedang duduk. Dikatakan oleh beliau bahwa pada saat Habib Syech dan jamaah bersholawat tadi, dari arah sudut sebelah kanan hadir sosok manusia termulia Rasulullah SAW yang diiringi oleh para malaikat yang sedang mengarah ke majelis maulid dan sholawat tersebut. Kehadiran Rasulullah SAW dalam majelis itu membuat dirinya tidak tahan untuk duduk sehingga ia pun berdiri duluan. Itulah sebabnya mengapa Syaikh Hisyam tiba-tiba berdiri untuk menghormati kedatangan Rasulullah SAW dan para malaikat serta aulia Allah SWT. Subhanallah…

Dan berikut adalah penggalan ucapan Syaikh Hisyam yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia perihal momen detik-detik kehadiran Rasulullah SAW di Majelis Maulid dan Shalawat Habib Syech Bantul Yogyakarta:

“Ketika habib ini (Habib Syech) tadi sedang mengumandangkan satu arahan untuk bersholawat dan setiap kalian mengikutinya, aku tersentak karena dari arah sudut sebelah kanan sana, Rasulullah diiringi oleh gelombang baraka malaikat sedang mengarah kemari, karena itu aku tidak tahan untuk duduk maka aku berdiri duluan. Bagaimana aku bisa berbicara tentang kepribadian begitu luas yang menjawab cinta kita yang hadir di sini.

Saya tidak tahu dari arah sebelah timur atau manakah sesungguhnya arah kedatangan dan kehadiran Rasulullah ini. Tapi karena gelombang cahaya itu muncul dari berbagai arah. Yang terang Al Qur’an memberi gelaran ini Allah sendiri Robbul Maghrib wal Masyriq “Yang Empunya Timur dan Barat”. Inilah Rabbul Masyriqoini wal Maghribain yang memiliki dan mengendalikan semua perspektif dan horizon di dalam kehidupan ini. Yang terang Allah lah pemenuh dari cahaya di kehidupan ini seperti yang juga kita bilang Anta Nurus Samawati wal Ardh wa man Fihim, tetapi tidak ada yang dapat menampung di seluruh cakrawala dan di seluruh kalbu ini, betapa kebesaran cahaya Allah itu sendiri kecuali kalbu dari Nabi Muhammad sendiri. Karena itu kita untuk mengacu mendekatkan diri kepada beliau.”

—–

Membacanya saya teringat waktu pertama kali mengikuti acara habib Syech dan Syech Hisyam di Madura tahun 2011an. Suatu hal yang membuatku kagum kepada orang madura, yang pada waktu itu hujan, semua jama’ah merangsek kedepan ingin masuk masjid untuk berteduh, tetapi perkataan ulama di situ “jikalau kalian cinta kepada nabi maka tetaplah ditempat dan duduklah” WOW yang saya sendiri mungkin tidak dapat mencapai kecintaan orang-orng madura ketika itu, mereka semua kembali duduk, tanpa berteduh dengan berguyur hujan. Ya Alloh, sungguh elok kecintaan mereka kepada Nabi mereka. kemudian apa kecintaan kita?

disamping kalimat tersebut. Suhbah Mawlana Syekh Hisyam yang sedikit saya tangkap, dikarenakan suhbah dengan bahasa arab dan terjemah dengan bahasa madura. “SETIAP HABIB SYECH INI HADIR DI MAJELIS DANB ERSHOLAWAT, JANGAN DI KIRA NABI MUHAMMAD SAW TIDAK HADIR, BELIAU HADIR DI SINI”.

mari kita semakin banyakkan majelis Sholawat kepada Nabi, banyak orang, sedikit orang bahkan walau sendiri, kita harus bersholawat kepada junjungan kita.

Shollu ‘alan Naby !

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *