ni’mat dan bala’ bagi Syekh Abdul Qodir Al Jilani

Tidak senang dan tidak merasa nikmat menerima bala’, kecuali orang yang tahu kepada dzat yang menurunkan bala’ yaitu Allah SWT.

Syekh Abdul Qodir berkata “ikutilah sunnah Rosululloh saw, dan jangan melakukan bid’ah, berbaktilah kepada Allah dan RosulNya, jangan sampai keluar dari islam, bersabarlah dan jangan menggumam, berharaplah untuk mendapat kesejahteraan dan jangan putus asa, berkumpullah dalam majelis dzikir kepada Allah, jangan bercerai berai, bersihkan dirimu dengan bertobat dari segala dosa dan jnagan berlumuran dosa dan secvara rutin menghadap pintu Allah untuk memohon ampunan dan jangan meninggalkannya”

Syekh Abdul QOdir AL Jilani juga berkata “jika terkena cobaan, jangan menginginkan mendapat kenikmatan dan menghindar dari cobaan, karena suatu kenikmatan pasti akan datang juga kepadamu sesuai ketentuan Allah, kamu harapkan ataupun tidak. Demikian pula cobaan, pasti akan menimpamu walaupun kamu tidak menyukainya, karena itu berserah dirilah dalam segala urusan kepada Allah yang mengatur sesuai dengan kehendakNya. Apabila kenikmatan datang kepadamu, maka sibukkanlah dirimu dengan kesabaran dan kesadaran. Apabila kamu ingin mendapatkan tempat tertinggi di sisi Allah, maka apabila kamu ditimpa bala’, kamu harus rela dan merasa diberi kenikmatan. Dan ketahuilah bahwa cobaan yang menimpa orang mukmin bukan untuk menghancurkannya, tetapi untuk menguji imannya”

Sabda nabi “Allah SWT berfirman “apabila Aku menimpakan bala’ kepada hambaKu dengan suatu bala’, kemudian ia mau bersabar dan tidak mengadu kepada para penjenguknya maka Aku ganti ia dengan daging (yang baru) yang lebih baik dari dagingnya (yang lama). Dan aku ganti ia dengan darah yang lebih baik dari darahnya (yang lama), maka apabila Aku menyembuhkannya dan tidak dosa baginya (karena semua dosanya sudah Aku ampuni) dan Aku matikan ia dengan kembali kepada rahmatKu (disurga).

Syekh Abdul Qodir AL Jilani berkata “tidak boleh terjadi di dalam mejelis untuk menghadap kepada Allah Ta’ala, kecuali orang-orang yang suci dari kotoran dosanya. Dan tidak akan dibuka hatinya untuk ma’rifat kepada Allah, kecuali hatinya dikosongkan dari pengakuan mempunyai perilaku baik dan dari perbuatan yang meresahkan. Apabila kebiasaan manusia sudah berlumuran doa (dan tidak mau membersihkannya), maka Allah Ta’ala menurunkan berbagai penyakit lahir maupun batin kepada mereka sebagai tebusan dan pembersih dosa-dosanya agar yang demikian itu sesuai majelis menghadap Allah baik mereka sadar atau tidak sadar.

Sabda Rosululloh saw “Allah Azza Wa Jalla berfirman “apabila Aku menimpakan musibah kepada seorang hambaKu dari hamba-hambaKu pada badannya, hartanya, anaknya kemudian ia menerima musibah tersebut dengan sabar yang bagus (tidak menyesal), maka Aku malu kepadanya pada hari kiamat menimbang amal atau membentangkan buku amalnya”

Salah satu makna dari hadist qudsi ini adalah barangsiapa yang mau menerima ujian dari Allah, baik yang menimpa badannya semisal sakit, hartanya semisal gagal panen, kecurian, kebakaran, kemiskinan dll atau pada anaknya seperti kehilangan anak dan ia mau bersabar dengan sungguh-sungguh dalam arti tidak menyesal, mengeluh, mengadu kepda orang lain, mengumpat-umpat dsb, maka ia akan dimasukkan surge oleh Allah tanpa hisab.

Sywkh Abdul QOdir berkata “berhati-hatilah kamu jangan sampai mencintai seorang atau membencinya kecuali sudah mempertimbangkan perbuatannya berdasarkan AL Qur’an dan Sunnah agar kamu senang tidak karena hawa nafsu dan benci tidak karena hawa nafsu.”

Sabda Rosululloh saw “barangsiapa yang cinta dan benci karena Allah, memberi dan kikir karena Allah maka sempurnalah imannya”

Ya Allah bentangkanlah bau harum keridhaanMu kepada Syekh Abdul Qodir AL Jilani, dan anugerahkan kepada kami berkat rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepadanya”

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *