pemilu

HIMBAUAN HABIB TAUFIQ ASSEGAF KEPADA SEGENAP KAUM MUSLIMIN

elhooda.net – Pemilihan calon legislatif (caleg) 2014 sudah di depan mata. Para caleg dari berbagai golongan ramai-ramai mencalonkan diri untuk duduk di kursi dewan baik di tingkat pusat maupun daerah. Sebagai rakyat Indonesia sangat berharap agar anggota dewan yang terpilih nantinya adalah orang-orang yang bertanggung jawab yang baik dan amanah serta memperjuangkan nasib rakyat.

Kita pun sadar bahwa tidak semua caleg itu sesuai dengan keinginan yang diharapkan khususnya keinginan umat Islam. Ada diantaranya caleg yang baik dan ada pula caleg yang kurang baik bahkan menjerumuskan umat ke dalam jurang kebatilan. Adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam untuk aktif memilih calon wakil rakyatnya demi masa depan Islam Indonesia.

Al-Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf dari Pasuruan berpesan kepada seluruh muslimin Indonesia terkait pemilihan calon legislatif ini. Pengasuh Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyyah Pasuruan itu meminta kepada umat Islam agar tidak golput. Umat Islam harus memberikan suaranya memilik wakil rakyat yang akan duduk sebagai anggota dewan.

Beliau menjelaskan bahwa saat ini banyak caleg yang berasal dari non-muslim yang mencalonkan diri. Jika umat Islam tidak mengeluarkan suaranya alias golput bisa jadi nantinya kebanyakan wakil rakyat yang ada akan dipenuhi oleh golongan non-muslim. Untuk itu semestinya umat Islam tidak golput dan memilih caleg yang muslim.

Apakah kriteria caleg sebagai seorang muslim sudah cukup dan layak untuk dipilih? Ternyata tidak, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf berpesan pilih caleg orang Islam yang ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) karena banyak muslim non-aswaja yang ikut mencalonkan diri. Jika memilih muslim yang bukan aswaja maka golongan yang bukan aswaja itu akan memenuhi kursi wakil rakyat dan itu sangat berbahaya. Dan tidak kalah pentingnya adalah perhatikan akhlaknya. Pilih caleg yang berakhlakul karimah.

Karena itu, niatkan anda membela Ahlussunnah wal Jama’ah yang berakhlakul karimah. Sing mabuk-mabuk’an ojo, sing joget-jogetan ojo, yang berakhlakul karimah.

Mereka adalah golongan Asy’ariyyah dan Maturidiyah dalam hal aqidah (tauhid) dan mengikuti salah satu Imam Madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) serta mengikuti tasawuf. Ketiga kriteria di atas harus ada dalam diri seorang muslim yang ahlussunnah wal jama’ah. Jika tidak mengikuti salah satu kriteria tersebut bisa dipastikan orang itu bukan golongan ahlussunnah wal jama’ah (aswaja). Cara mudah bagi orang awam adalah dengan menilai amaliahnya. Muslim ahlussunnah wal jama’ah adalah muslim yang moderat tidak suka mengkafirkan, membid’ahkan mensyirikkan dan senang melakukan amaliah ahlussunnah seperti tawasul, ziarah kubur, sholawat, dzikir dan do’a bersama, tahlilan, haul, maulidan, dan sebagainya.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan siapakah yang mesti dipilih oleh Umat Islam. Berikut kriteria sederhana caleg yang layak untuk dipilih:

Caleg beragama Islam, Caleg menganut paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah), Caleg berakhlakul karimah.

Mudah-mudahan pemilihan umum calon legislatif 2014 dapat berjalan lancar dan baik. Semoga Allah pilihkan yang terbaik untuk kaum muslimin di Indonesia.

————–

Pesan Sulthonul Qulub Habib Munzir Al Musawa

beliau pernah menulis sbb :

Saudaraku yg kumuliakan,
Saya tidak berpolitik, dan majelis Rasulullah saw bersih dari politik,

namun ketika saya lihat dahsyatnya tekanan dari kalangan anti maulid yg terus mencetak ribuan kitab yg menghancurkan akidah ahlussunnah waljamaah, dan semakin banyaknya masjid di Jakarta yg menganut ajaran yg mengkafirkan ayah bunda nabi saw,

dan menginginkan kehancuran makam makam para wali, dan menutup majelis majelis maulid dan memusyrikkan orang orang yg ziarah kubur dan tawassul,

sedangkan posisi saya Adalah mengimami ratusan ribu orang yg basisnya adalah pemuda di jakarta,

dan jakarta terancam kehancuran akidah karena hampir seluruh perkantoran dan instansi pemerintah dan swasta dan universitas2 telah teracuni oleh akidah non ahlussunnah waljamaah,

maka kita butuh pemimpin yg perduli pada akidah, bukan hanya masalah duniawi saja,

kita butuh pemimpin yg mendukung dakwah ahlussunnah waljamaah, membatasi pergerakan dakwah golongan anti maulid, memberikan himbauan kepada para pejabat DKI untuk berakidah ahlussunnah waljamaah,

memberikan teguran kepada takmir takmir masjid yg melarang masjidnya dipakai majelis taklim dan shalawatan,

memberikan keluasan pada para Da’i ahlussunnah waljamaah untuk memberikan penataran dan penyuluhan atau pesantren kilat pada guru guru agama di sekolah sekolah menengah dan dosen dosen agama islam di DKI Jakarta.
=====================
Semoga Bermanfaat.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *