penentuan Romadlon dan Idul Fitri

mengapa ya? masalah ini kok tiap tahun menjadi bahan gunjingan setiap tahun?

bukankah yang ada halal dan harom itu hanya dalam fiqih?

dalam ilmu falak (astronomi) kan ndak ada yang namanya halal dan kharom?

so mengapa diributin?

kalau mau  makai hitungan, ya silakan!

kalau mau melihat bulan, ya silakan!

mau mengamati ombak air laut, ya silakan!

mau lewat pandangan hati, ya monggo!

mau pakai yang lain, ya silakan!

ikuti saja apa yang di yakini, tapi ndak perlu memaksa orang lain mengikutinya (kecuali hakim/mufti yang berwenang)! dan yang lain tidak perlu saling berantem, toleransi kepada yang lain, dan tidak boleh merasa benar sendiri, memaksakan pendapat pribadi, seperti surga miliknya sendiri saja dan yang lain tidak berhak.

bukankah kebenaran milik Allah? surga juga milik Allah?

yang menjadi kewajiban kita adalah bila kita yakin masuk romadlon maka wajib puasa,

dari dahulu sudah ada perbedaan pendapat, tetapi ulama2 dahulu tidak ribut tu, hingga apa yang digambarkan nabi “perbedaan di umat Nabi Muhammad adalah rahmat” dapat tercipta.

kalau di media-media mengusung perbedaan-perbedaan itu sih memang itu pekerjaan mereka yang mengangkat hal unik-unik agar laku dipasaran dan mendapat penghasilan untuk uang. Maka kita tidak perlu menghilangkan pahala kita karena ngomongin orang lain.

JAGA UKHUWAH ISLAMIYAH!

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *