Penjelasan Kitab Risalatul Jami’ah, Sunah Wudhu 6

Ceramah Al habib Ahmad bin Novel Bin Salim bin Jindan
Di Masjid Al Munawar – Pancoran
Senin, 17 Febuari 2014

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT kita telah mendengarkan apa yang disampaikan dari sejarah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam dan para sahabatnya sekalian, apa yang kita dengar dapat membangkitkan kecintaaan kita yang sesungguhnya dihati kita kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT, minggu lalu kita membahas hadits tentang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam ketika ditanya oleh Amr bin Asy tentang orang yang paling dicintai oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam beliau menjawab “ Sayidatina Aisyah”. Amr bin Asy bilang “Ya Rasulullah dari laki-laki siapa?”. Maka beliau mengatakan “Ayahnya” yaitu Sayidina Abu bakar AsSidiq.

Dalam pertemuan kemarin kita membahas tentang Sayidatina Aisyah pertemuan malam ini kita sudah denger tentang Abu bakar AsSidiq inilah yang membuat beliau dicintai oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, pengorbanan segala yang diberikan oleh beliau untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, hingga dipeperangan tabuk nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam datang memerintahkan kepada para sahabatnya untuk berjuang dijalan Allah melawan orang-orang Romawi yang saat itu nabi Muhammad akan menuju kesuatu tempat namanya Tabuk untuk memerangi orang-orang romawi, saat itu perjalanan sangat jauh dan dibutuhkan perbekalan yang sangat banyak dan keadaan saat itu sangat susah, maka para sahabat yang datang mereka membawa apa mereka miliki, mereka infakkan dijalan Allah SWT untuk berjuang dijalan Allah SWT.

Datang sayiduna Utsman ibnu Affan mengatakan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam “Ya Rasulullah seribu ekor unta dengan segala perbekalannya untuk berjuang dijalan Allah aku yang tanggung semuanya” kata sayiduna Utsman ibin Affan, dan beliau datang kepada Rasulullah dengan membawa sekarung emas dituangkan dihadapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam semuanya untuk berjuang dijalan Allah SWT. Sehingga nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam mengatakan sayiduna Utsman “……………….” “Setelah hari engga ada dosa yang ditulis untuk Utsman ibin Affan” kata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, beliau dapat ini anugrah dari Allah SWT kenapa? Pengorbanannya untuk Allah dan Rasulnya.

Datang sayiduna Umar bin Khatab dengan membawa setengah dari harta kekayaannya diterima oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam setelah diterima sayiduna Umar bin Khatab duduk. Datang engga lama sayiduna Abu Bakar AsSidiq dengan membawa seluruh harta kekayaannya, engga tersisa apapun dari hart kekayaan yang dimiliki oleh sayiduna Abu Bakar AsSidik melainkan dibawa dihadapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, ketika diberikan nabi bilang kepada sayiduna Abu Bakar dan sayiduna Umar “ Ya Aba Bakar Ya Umar martabat kalian disisi Allah seperti apa yang kalian berikan kepadaku dijalan Allah SWT”. Sayiduna Umar ngasih setengah sayiduna Abu bakar ngasih seluruhnya martabat kalian disisi Allah kurang lebih seperti itu kata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam.

Terus nabi nanya kepada sayiduna Abu Bakar “………..” “Ya Aba Bakar apa yang engkau tinggalkan untuk anak dan keluarga mu? Seluruh hartanya beliau bawa dan kejadian ini beliau bawa seluruh hartanya bukan saat kejadian perang tabuk saja, berkali-kali saat hijrah beliau berikan semuanya apa yang beliau miliki untuk nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam , dipeperangan tabuk beliau berikan segalanya untuk nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, seluruh hidupnya untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, hingga Rasulullah nanya …………? Apa yang engkau tinggalkan untuk anak keluarga mu? Apa jawab sayiduna Abu Bakar? Beliau mengatakan ………………… “ Ya Rasulullah aku tinggalkan untuk anak istriku Allah dan Rasulnya” demi Allah yang Abu Bakar tinggalkan untuk anak keluarganya lebih dari dunia dan dan akhirat serta isinya, dia tinggalkan untuk anak istrinya Allah dan Rasulunya.

Dan engga rugi Abu Bakar AsSidik dan engga jatuh miskin walaupun tidak memiliki hartatapi beliau adalah orang yang paling kaya didunia dan akhirat, kekayaannya Allah kekayaannya nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, inilah yang membuat beliau dicintai oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam. Dari sejak awal betapa besar pengorbanan yang diberikan sayiduna Abu Bakar untuk Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam karena itu saya katakan belum pernah sejarah mencatat manusia yang lebih mulia setelah nabi-nabi seperti sayiduna Abu Bakar AsSidiq, engga bakal kita dapetin tidak dibarat walalupun ditimur terdahulu atau yang akan datang manusia yang lebih mulia setelah para nabi daripada sayiduna Abu bakar AsSidiq, dan kalau ada nabi setelah nabi Muhammad adalah sayiduna Abu Bakar AsSidiq tapi engga ada setelah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam.

Manusia yang paling disayang oleh nabi Muhammad yang paling mulia disisi Allah SWT, beliau korbankan segalanya. Setelah wafat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam dan dilantik sebagai khalifah setiap kali beliau berdiri diatas mimbarnya berbicara dihadapan para sahabat Rasulillah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam menghimbau kepada mereka mengajak mereka kejalan Allah, sebagai khalifah setelah wafatnya nabi Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam. Terkadang ketika beliau berbicara “ Wahai para sahabat Rasulillah dahulu aku mendengar Rasulullah…… Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, ketika beliau menyebut nama nabi Muhammad beliau engga kuat belaiu nangis…nangis..nangis sampai pinsan itu waktu, sahabat juga ikut nangi ketika mendengar nama nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, bangun dari pinsannya berdiri lagi diatas minbarnya ingin melanjutkan khutbahnya pembicaraannya, ingin melanjutkan meneruskan pembicaraannya “aku mendengar dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam… nyebut nama nabi Muhammad beliau nangis lagi sahabat ikut nangis berkali-kali sampai beliau sayiduna Abu bakar tidak dapat melanjutkan khutbahnya, dia pinsan dibawa kerumahnya.

Begini keadaan cintanya sayiduna Abu Bakar AsSidiq kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, terkadang pulang kerumah ketika pulang kerumah sampai dirumah anak istrinya nyariin mana Abu Bakar AsSidiq tidak kelihatan sudah pulang kerumah, dicari engga tahunya dipojokan rumah lagi ngapain? Lagi memeluk lututnya sambil memeluk lututnya sambil menangis. Ditanya “ Ya Aba Bakar kenapa engkau begini? Dia nagis tersedu-sedu, …… Rindu kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam. Siapa diantara kita yang kayak begitu? Kita nangis kaya begitu kalau kita ditinggal sama pacar kita, kita nagis kayak begitu kalau dikejar utang.

Wahai para pecinta Rasulullah begini keadaan para pecinta, apa yang kita punya dari cinta kita kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam. Ini kecintaan sejati semacam begini, hingga kalau sayiduna Umar ibin Khatab meraih derajat syahadah disisi Allah mendapat mati sahid dari Allah dibunuh dimihrab saat beliau shalat subuh, sayiduna Utsman ibin Affan pun demikian, sayiduna Ali ibin Abu Thalib ditebas kepalanya dengan pedang, sayiduna Abu Bakar AsSidiq meninggal dunia diatas tempat tidurnya tapi demi Allah kalau sayiduna Umar mendapatkan syahadah fisabilillah, sayiduna Utsman bin Affan, sayiduna Ali ibnu Abi Thalib, ketahuilah yang didapati oleh sayiduna Abu Bakar AsSidik walaupun beliau meninggal dunia diatas ranjanganya tapi beliau mendapatkan puncak fisabilillah.

Kenapa? Umar bin khatab meninggal dunia dengan pedang, sayiduna Utsman ibin affan juga dengan pedang dengan belati, sayiduna Ali ibn Abi Thalib juga demikian, Abu bakar AsSidiq terbunuh dengan cinta kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, yang membuat beliau meninggal dunia karena cintanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, ini yang membuat beliau menjadi manusia yang dicintai oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam. Ya Rabb mudah-mudahan kita termasuk kedalam kelompok mereka orang-orang yang meninggal karena kecintaan kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam, engga punya apa-apa engga ada yang bisa kita banggain tapi cinta kita pun sekedar pengakuan tapi harapan kita dengan pengakuannya kita mudah-mudahan mimpinya kita ini dijadikan kenyataan oleh Allah SWT. Amin…

berkat nabi Muhammad dan para pecintanya, wa ini malam kita mau bicara tentang fiqih tapi waktu telah habis, apa yang kita denger dari para ulama kita insyaallah membangkitkan kecintaan kita kepada nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam. Barusan habis magrib juga kita denger dari pada para kiyai kita dari pada fiqih cara shalat berjamaah yang bener yang diajarkan oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam walaupun dimalam hari ini kita engga sempet namun telah disampaikan oleh para kiyai kita insyaallah membawa manfaat bagi kita insyaallah minggu depan kita bahas tentang fiqih yang diajarkan oleh nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa shahbishi wassalam dari kitab Risalah Jamiah, mudah-mudahan membawa manfaat untuk kita sekalian ya Rabbal ‘alamin..

Insyaallah hari rabu ini kamis dan jumat acara haul Al habib Ali Habsyi disolo siapa yang mempunyai kesempatan hadir biar hadir ambil keberkahan dari Allah SWT wa insyaallah jalan dibuka oleh Allah SWT, jalan dibuka ini undangan dari alhabib Ali Alhabsyi untuk kita semuanya kemarin kita penuh dengan debu tapi insyaallah kalau sudah waktunya dibukakan jalan oleh Allah SWT dan mudah-mudahan keberkahan oleh Allah SWT.. Amiin

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=457&Itemid=30

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *