perang badar 2 : ibils ikut berperan, Syetan menyamar dan mendorong Quroisy berangkat berperang

sekilas tentang sebelumnya, bahwa orang-orang quroisy yang mampu berperang bersiap-siap berangkat berperang untuk menolong Abu Shofyan yang membawa harta mereka dan akan dicegat oleh nabi dan shohabat.

Persiapannya membutuhkan waktu 3 hari, dan ini termasuk sangat cepat untuk persiapan perang besar. Tetapi ketika akan berangkat, quroisy teringat hal yang mengkhawatirkan. yaitu ketakutan mekah akan diserang oleh orang kinanah disebabkan ada masalah di waktu sebelumnya.

ceritanya, suatu waktu ada anak kecil dengan pakaian bagus dari quroisy, anak dari khafesh, mencari hewannya yang hilang dan bertemu dengan salah satu orang kinanah bernama amir bin yazid. Ketika pulang amir bin yazid berkata kepada orang-orang kinanah “hey, kalian kan punya dendam dengan orang quroisy, tadi aku bertemu dengan anak dari orang quroisy, anaknya sangat bagus dan saya yakin setimpal bila membunuhnya sebagai balas dendam”

dan akhirnya benar oarang kinanah membunuh anak tersebut. Mengetahui hal tersebut, orang-orang quroisy menjadi panas. Amir bin yazid pun berkata “hai orang-orang quroisy, apa yang kalian inginkan? tidakkah masalah ini diselesaikan baik-baik saja, kalian membayar diyad untuk orang kami yang kalian bunuh dan kami akan membayar diyad untuk anak yang kami bunuh, dan kalian tetap diuntungkan karena kalian membunuh orang dewasa dari kami dan kami hanya membunuh anak kecil sebagai gantinya” orang-orang quroisy pun menyetujuinya dan menganggap masalah ini selesai.

lain waktu miqrosh bin khafesh, saudara dari anak yang dibunuh tersebut jalan-jalan di mari dhorro’? atau wadi fatimah, ia bertemu dengan amir bin yazid naik unta. Karena dendam maka miqrosh membunuh amir, miqrosh mengambil pedang amir serta melumurinya dengan darah amir, dan kemudian menggantungkan pedang tersebut di ka’bah.

hari berikutnya, Orang orang quroisy melihat pedang amir di ka’bah, menjadi bertanya, ada masalah apa ini? yang kemudian ketahuan bahwa miqrosh membunuh amir bin yazid. situasi menjadi panas. orang-orang kinanah akan membalas dendam.

Panas-panasnya masalah tersebut, beriringan dengan keluarnya nabi Muhammad sehingga masalah tersebut agak terlupakan. dan kembali teringat ketika orang-orang quroisy akan berangkat berperang untuk menolong Abu Shofyan, timbullah kekhawatiran dan ketakutan.

Di situ ibils ikut berperan, Syetan menyamar menjadi pembesar kinanah yang bernama suroqoh. Suroqoh berkata pada quroisy “sudah tidak apa-apa, saya menjamin tidak akan terjadi apapun, cepatlah berangkat berperang, saya menjadi sekutumu” dan suroqoh ini mengikuti terus sampai tempat perang badar. Ketika sebelum berperang suroqoh hendak melarikan diri sehingga harish memegang tangan suroqoh menghalang-halanginya.

Suroqoh/iblis ini dapat melihat malaikat-malaikat yang turun untuk membantu tentara muslim, sehingga ia dan tentaranya takut dan lari, sedang harish tidak mengetahuinya, harist pun bingung bagaimana suroqoh dan tentaranya pergi ketika perang akan dimulai, suroqoh berkata kepada harish “aku mengetahui perkara yang tidak kalian ketahui, aku takut kepada Allah

 

>

Orang-orang islam belum mengetahui bahwa orang-orang quroisy akan pergi menolong Abu Shofyan. Ketika nabi mempersiapkan shahabat untuk berangkat, maka semua orang ingin ikut termasuk anak-anak kecil, dan karena belum cukup umur maka nabi melarangnya, tetapi ada anak kecil yang bernama umair bin abi waqosh yang berumur 16 tahun, ketika dilarang ikut oleh nabi, ia menangis dan akhirnya diizinkan oleh nabi ikut yang kemudian ia dapat meninggal dalam keadaan mati syahid.

kemudian rombongan nabi berangkat ke badar,  nabi ini walau nabi tidak selalu mengeluarkan mukjizatnya dan melakukan usaha seperti manusia lainnya agar prilaku dan akhlaknya dapat diikuti oleh orang lain. sehingga dalam perang ini pun nabi menggunakan strategi perang dengan mengirimkan mata-mata untuk mencari informasi, walaupun ketika mata-mata tersebut kembali, perang telah berakhir.

Diperjalanan, rombongan bertemu dengan orang badui, ia bertanya ” siapa kalian?” , sahabat berkata ” hust, jangan begitu, ini adalah nabi”, orang badui tersebut kemudian bertanya “hei, bila kamu benar-benar utusan Allah, coba sebutkan isi dari untaku ini!” mendengar itu, sahabat yang bernama salamah, menarik orang badui tersebut “sini, kalau hanya itu saja, tidak perlu bertanya kepada nabi, saya yang akan mengatakan padamu, kamu tadikan baru meniduri untamu toh? isi perut untamu itu ya anakmu” nabi pun mengingatkan salamah agar tidak keterlaluan walau itu benar ya jangan dikatakan seperti itu.

Setelah dekat dengan badar (daerah antara mekah dan madinah tetapi lebih dekat ke madinah), nabi mengirimkan 2 mata-mata, basbas dan temannya untuk mencari kabar

 

>

Basbas dan temannya berangkat duluan, di daerah gundukan tanah dan ada mata airnya dan bertemu dengan 2 orang perempuan, dan disana juga ada orang yang bernama majdi, perempuan tersebut saling bertengkar, yang satu menagih hutangnya kepada yang satunya. yang ditagih berkata “sudahlah tidak perlu ribut-ribut, besok atau lusa Abu shofyan akan sampai di daerah badar ini, dan bila telah sampai saya akan meminta pekerjaan padanya, setelah mendapatkan uang, hutang ku akan saya bayar”. basbas yang mendengarnya kemudian kembali untuk memberitahukan informasi tersebut kepada nabi.

di lain pihak Abu Shofyan juga melakukan hal yang sama, Abu Shofyan berangkat sendiri, ketika tiba di badar bertemu dengan majdi, ia pun bertanya “hey majdi, apakah kamu melihat sesuatu yang yang mencurigakan?” majdi menjawab “saya melihat tadi ada 2 orang yang datang dengan menunggang unta, minum air sebentar kemudian pergi lagi”.

Mendengar itu Abu Shofyan mendatangi tempat yang ditunjukkan oleh majdi, ia melihat ada kotoran unta, dengan memperhatikan kotoran tersebut, Abu shofyan mengenali bahwa itu adalah kotoran dari unta daerah madinah. Setelah mengetahuinya Abu Shofyan kembali kerombongannya, dan memerintahkan untuk merubah rute perjalanannya.

di pihak nabi sendiri belum mendapat informasi, dan setelah dekat dengan badar dan jauh dari madinah, nabi mendapatkan kabar bahwa orang-orang quroisy berangkat untuk menolong Abu Shofyan

-coba bayangkan, nabi berangkat dengan persiapan yang sangat minim dengan bayangan hanya melawan orang 40 bersama dagangannya, setelah jauh dari madinah mendapat kabar bahwa pasukan quroisy yang jumlah dan posisinya belum diketahui berangkat untuk berperang, bagaimana perasaan ketika itu?-

mendengar itu nabi meminta pendapat dari para sahabat, abu bakar, umar, miqdad dll mengemukakan pendapatnya, tetapi nabi ingin mengetahui pendapat dari orang-orang anshor, karena mereka hanya berjanji akan melindungi nabi ketika berada di tanah madinah, sedangkan ini sudah jauh dari madinah. Sahabat anshorpun mengeluarkan suara bahwa merekan akan selalu mengikuti dan membela nabi.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *