perang badar 3 : nabi ingin mendengar pendapat dari sahabat

cerita sebelumnya, nabi mendapat kabar bahwa orang-orang quroisy berangkat berperang untuk menolong Abu Shofyan. mendengar hal tersebut nabi meminta pendapat para sahabat.

Sudah dapat diketahui apa isi pendapat Abu bakar, umar, karena beliau adalah sahabat muhajirin dan sudah tidak diragukan lagi keyakinannya terhadap nabi. Kemudian miqdad orang muhajirin berkata “kami tidak akan seperti orang-orang bani isroil yang berkata kepada nabi musa ketika akan berperang “hai musa, pergilah sendiri bersama Tuhanmu, dan berperanglah sendiri dengannya, kami tidak mengikutimu”,  tapi kami berkata “pergilah nabi dan kami akan mengikuti anda, kami akan berperang bersama anda dengan dibantu Allah”.

nabi senang mendengarnya, tapi nabi ingin mendengar pendapat dari sahabat anshor karena mereka dulu hanya berjanji kepada nabi bahwa akan membela dan melindungi nabi dengan taruhan nyawa ketika berada di madinah, sedang kali ini mereka sudah keluar dari madinah. akhirnya pemimpin orang anshor, sa’ad bin mu’ad berkata “sepertinya anda menginginkan pendapat dari kami, nabi, kami telah beriman kepada anda dan menyakini bahwa semua yang anda bawa adalah haqq, kami akan mengikuti anda kemanapun, demi Allah, misalkan anda pergi ke lautan, kami akan mengikuti anda, tidak sedikitpun dari kami yang berpaling, kami sudah terbiasa bertemu dengan musuh, dalam berperang kami akan bersabar, bila bertemu musuh akan beres, silakan anda nabi berangkat, kami akan mengikuti” nabi sangat senang sekali dan bersabda “ayo berangkat dengan bergembira dan bergembiralah karena aku telah dijanji oleh Allah, kita akan menang dari salah satu, entah itu rombongan Abu Shofyan ataupun Abu jahal”

>

kaum quroisy sudah sampai robih (pertengahan mekah dan badar). sudah diceritakan bahwa nabi mengutus mata-mata 2 dan Abu Shofyan mengetahuinya dari kotoran unta, yang kemudian merubah rute perjalanan belok kanan dengan melewati pesisir laut merah. setelah yakin mereka sudah aman, maka Abu Shofyan mengirim surat ke orang-orang quroisy yang ketika itu sudah samapai di juflah

kaum quroisy sampai juflah, yang disana ada orang bernama juhem alsholti dan msih keluarga muntholib yang bermimpi lagi, melihat laki-laki dengan unta berteriak, matilah utilah bin robbah, saibah mati, abu jahal mati, umayah bin kholaf mati, dan masih banyak lagi nama yang disebutkan akan mati dibunuh, setelah itu lehar dari unta itu digorok dan dilepaskan, sehingga pergi ke kemah-kemah sehingga seluruh kemah terkena darahnya tidak ada yg terlewat.

Abu jahal mendengar hal tersebut dan nyeletuk menghina, “hemmmm ada nabi lagi dari keluarga abdul muntholib (dari nabi, kmd atikah yang bermimpi dan sekarang juhem) lihat saja besok, siapa yang akan mati di perang” , Abu shofyan mengirim surat kepada orang quroisy memberitakan bahwa ia telah dapat mengamankan harta mereka dan menganjurkan agar orang-orang quroisy kembali saja.

Abu jahal yang mengetahui surat dari Abu shofyan malah berkomentar “demi Allah (mereka juga telah mengenal nama Allah hanya telah mensekutukanNya dengan lain) Saya tidak akan kembali, saya akan pergi ke badar dan akan tinggal di sana selama 3 hari, makan-makan, minum–minum dan menyanyi-nyanyi disana biar orang arab mendengar bahwa kita pergi ke sini dengan gagah, akhirnya orang-orang arab takut kepada kita, dan kita dapat menjaga kehormatan kita”

bani juhroh berbeda pendapat dengan abu jahal (bani ini ikut karena di rombongan Abu Shofyan ada mahromah bin naufal yang berasal dari bani juhroh), pemimpin bani juhroh, Anas berpidato “wahai bani juhroh, sudahlah kita pulang saja, karena Allah telah menyelamatkan harta dan keluarga kita, mahromah, tidak ada gunanya kita mengikuti hal ini, kalaupun ada yang menghina kita pengecut/ penakut, maka biarlah saya yang tanggung semua, yang pengecut dan penakut hanyalah saya, ayo kita semua kembali” yang akibatnya semua orang dari bani juhroh kembali pulang.

Abu jahal dan rombongan berangkat meneruskan perjalanan.

 

>

di lain pihak, rombongan nabi telah sampai di dekat badar. kemudian nabi dengan menyamar ditemani oleh Abu bakar pergi untuk mencari informasi. Di perjalanan, beliau bertemu dengan seorang laki-laki tua, nabi bertanya “apakah kamu mengetahui kabar abu shofyan, orang quroisy dan muhammad?”, ” saya tidak akan beritahu sesuatu kecuali kamu menyebutkan siapa kamu?” kata orang tua itu, nabipun menjawab “begini saja, saya akan memberitahu siapa saya bila kamu memberitahu saya dulu”.

orang tua itu menjelaskan ” apabila kabar yang saya dapat itu benar bahwa muhammad dan tentaranya berangkat segini dan segini, maka mereka akan sampai di daerah ini dan apabila kabar bahwa abu jahal beserta tentaranya berangkat begini dan begini, maka ia akan sampai di daerah ini” (semua keterangan orang tua tersebut dan sesuai dengan keadaan sebenarnya), “lah sekarang kamu dan temanmu itu siapa?”, nabi menjawab “kami orang yang berasal dari air”, maksud nabi adalah air mani sedang orang tersebut memahami berasal dari air iroq (daerah iroq), ini dinamakan tauriyah

Nabi telah mengetahui gambaran posisi, tapi kemudian nabi mengirim mata-mata lagi, Ali bin Abi tholib, zubair dan sa’ad mencari berita di badar. mereka di badar menemukan budak-budak yang mngambil air dan menangkap mereka. sahabat Ali cs menghadapkan budak2 tersebut kepada nabi, yang ketika itu nabi sedang melakukan sholat

Akhirnya sahabat ALi cs mengintrogasi budak-budak tersebut, “hayo ngaku, siapa kalian?” budak tersebut menjawab “kami adalah budak dari abu jahal dan tentaranya untuk mengambil air”, Sahabat ALi tidak percaya karena berperasangka bahwa budak tersebut berusaha menipu dengan menakut-nakuti dengan menyebutkan nama Abu jahal dan tentaranya, dan bliau menghajar budak tersebut, hingga akhirnya budak itu berkata “kami adalah budak-budak abu shofyan”, tapi setelah berhenti dihajar, budak itu mngatakan ” saya tukang mengambil air Abu jahal” bila dihajar “berkata “budak abu shofyan” bila berhenti  bilang budak abu jahal.

Setelah nabi setelah sholat, nabi menasehati sahabat ALi cs, ‘kalian itu aneh, ketika ada orang berkata jujur maka kalian hajar, tetapi bila ia berkata bohong kalian biarkan. orang itu berkata jujur”

Nabi bertanya kepada budak tersebut, “dimanakah posisi tentara quroisy?” ia menjawab “mereka di balik gundukan pasir di dekat badar”

“berapakah jumlah mereka?” “kami tidak mengetahui, banyak sekali” “begini saja, berapa unta mereka makan untuk sehari?” “kami biasa menyembelih 9 atau 10 ekor unta setiap harinya” “kalau begitu jumlah mereka antara 900-1000 orang” “siapa saja pembesar quroisy yang ikut?””banyak sekali seperti abu jahal, umayyah, … dst”

-kebiasaam orang arab ketika itu adalah 1 ekor unta dimakan untuk 100 orang, bahkan abu jahal itu dapat menghabiskan sendiri 1 ekor kambing-

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *