perang badar 4 : strategi perang

Dalam cerita sebelumnya, bahwa tentara nabi dan tentara abu jahal telah dekat dengan badar.

Para sahabat bertempat di daerah seperti lautan pasir, yang sulit untuk dipakai jalan dan tidak memiliki air. Dalam keadaan seperti ini Allah menurunkan ketentraman berupa bisa tidur walau dalam keadaan genting. Jadi semua sahabat tidur (anehkan?), Sedangkan tentara quroisy tidak dapat tidur dan diliputi ketakutan.

bahkan para sahabat tidur junub, dalam hal ini, syetan menggoda “halah, kamu kan kesulitan air untuk minum saja susah, sedang kaum kafir cukup minum karena menguasai air, enak saja mereka untuk menyerang kalian, apalagi kalian dalam keadaan junub, untuk sholat juga tidak bisa”

Allah kemudian menurunkan hujan, apa yang terjadi? tanah yang ditempati orang muslim menjadi lebih padat sedang tanah yang ditempati kafir quroisy menjadi lembek, becek. hal ini diluar perhitungan kafir quroisy, akhirnya orang islam dapat mandi dan maju lebih cepat untuk menguasai tempai air.

Nabi menempati tempat air yang paling utara, sahabat ada yang bertanya “apakah ini adalah tempat yang diperintahkan oleh Allah yang tidak dapat dibantah? tempai ini wahyu atau strategi perang?” nabi menjawab “ini bukan wahyu, tapi hanya strategi perang” “kalau ini adalah strategi perang, apakah tidak lebih baik kita maju ke sisi selatan yang lebih dekat kepada quroisy agar dapat menguasai semua air? kita buat tempat air yang cukup dan merusak sumur-sumur yang lain, sehingga kita cukup air sedang quroisy kekurangan air” nabi menyetujui dan melaksanakan usul tersebut.

sa’ad bin mu’ad berkata kepada nabi “wahai nabi, izinkanlah kami membuatkan gubuk kecil di sana, dan kami siapkan kendaraan, biarlah kami yang menghadapi musuh, dan anda menunggu di sana, bila kita menang, hal itulah yang kita harapkan, bila kita kalah, anda dapat kembali ke madinah karena di madinah masih banyak teman-teman kita yang iman kepada anda tidak kalah dengan kita yang di sini, mereka tidak mengetahui kalau kita di sini berperang, seandainya mereka mengetahuinya, maka mereka tidak ada yang ketinggalan untuk ikut berperang, anda kembali ke madinah agar perjuangan kita dapat diteruskan” dan nabi setuju atas usul mu’ad tersebut.

gubuk itu yang sekarang dirombak menjadi masjid badar, gubuk tempat nabi memimpin perang.

Orang quroisy juga maju mendekat ke arah rombongan nabi.

Melihat hal tersebut nabi berdoa “ya Allah, ini adalah quroisy, mereka datang dengan sombong, melawanMu dan mngingkari nabiMu, saya mohon janjiMu, tolonglah kami”

nabi bersabda kepada sahabat “apabila orang-orang quroisy ada kebaikannya maka dialah orang yang naik unta merah, apabila orang-orang quroisy mengikuti apa yang dikatakan utbah, maka mereka akan menjadi baik”

 

>

ceritanya, setelah orang quroisy berhenti, mengirim umer bin wahab agar menaksir jumlah tentara nabi Muhammad saw dengan berkendara mengitari lokasi, Umer menjelaskan bahwa tentara muslim kala itu sekitar 300 orang. bahkan umer sampai mengitari 2 kali untuk memastikan taksirannya.

kemudian berkata “hai orang quroisy, ingatlah bahwa yang kita hadapi adalah orang-orang yasrib, orang-orang medinah, mereka tidak punya apa-apa, yang dimiliki hanyalah pedang, kalian dapat saja membunuh mereka, watak mereka, sebelum mati ia akan membunuh satu karena memang mereka tidak punya apa-apa. coba bayangkan bila kita orang quroisy 1000 orang ini berkurang 300, bagaimana rasanya?” hakim bin hizam yang mendengar perkataan umer mendatangi utbah bin robi’ah.

“utbah kamu itu kan pembesar orang quroisy, saya beritahu hal yang apa bila kamu lakukan maka kamu akan dikenang sepanjang masa, ajaklah orang-orang quroisy ini kembali” utbah bertanya “apa itu?” hakim menjelaskan “dulu, orang muslim membunuh amr al hadromi, diyat nya bayarlah kepada keluarganya, keluarganya berilah 100 ekor unta dan orang-orang ini ajaklah pulang”

Utbah menjawab “baik, akan saya tanggung semua, tapi gimana dengan abu jahal? karena yang khawatirkan Abu jahal tidak setuju” Akhirnya hakim  menghadap abu jahal.

Utbah berpidato kepada orang-orang “Cobalah kalian fikir, kalian memerangi Muhammad, yang kalian bunuh nanti juga keluargamu sendiri, kalaupun kalian menang, pasti saling melirik teman-teman sendiri, itu yang membunuh anakku, itu .., ayo kembali, biarlah yang mengurus Muhammad orang lain, kalaupun muhammad dibunuh orang ya biarkan dibunuh orang lain, kalupun tidak ya sudahlah”

Hakim yang menghadap abu jahal yang ketika itu bersiap-siap memakai baju perang “hai abul hakam (abu jahal), utbah begini begini..” Abu jahal menimpali “halah, utbah itu orang pengecut, wong keadaan sudah begini, ibarat muhammad itu tinggal kita makan saja, utbah itu hanya takut kita menghabisi tentara muhammad sedang anaknya berada dibarisan pasukan muhammad, utbah hanya takut kita membunuh anaknya” Abu jahal kemudian menyuruh amir bin alhadromi saudara amer bin alhadromi yang dibunuh orang muslim dulu. agar memprovokasi orang-orang quroisy untuk tetap berangkat.

amir alhadromi maju berteriak-teriak sambil menunjukkan pantatnya dan disirami pasir “amer, amer siapa yang akan membalaskan dendammu” orang-orang quroisypun menjadi panas dan kalut, semua sudah bulat untuk maju berperang. Bahkan utbahpun menjadi panas karena di hina pengecut dll, walau ia tidak menemukan helm perang yang cukup untuk kepalanya, ia tetap berangkat berperang dengan memakai aorban kain.

 

>

Nabi yang telah menguasai tempat air, ada orang-orang quroisy yang datang dan mengambil air, nabi memerintahkan,” biarkan mereka minum, biarkan mereka minum, yang minum di situ besok ketika perang akan mati kecuali seorang” dan benarlah ketika perang mereka mati.

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *