perang badar 7 : kematian pembesar Quroisy

Mu’jizat, Setelah nabi saw melemparkan debu ke arah pasukan Quroisy, maka semua orang Quroisy mata, hidung terkena debu. Sehingga orang muslim menangkap dan membunuh seenaknya saja.

Termasuk tokoh pembesar Quroisy yang terbunuh adalah umayyah bin kholaf. Perlu diketahui bahwa Umayyah bin Kholaf ini teman lama dari Abdurrohman bin Auf, tetapi sebelum masuk islam nama beliau adalah Abdi Amrin kemudian setelah masuk Islam diganti nama dengan aburrohman. Bila mereka bertemu, Umayyah tetap memanggilnya abdi amrin karena orang Quroisy tidak mengakui tuhan dengan nama “Ar Rohman” tetapi bila Allah, mereka mengakui tuhan bernama “Allah”. Sehingga Umayyah tidak mau memanggil dengan nama Abdurrohman melainkan memanggil dengan Abdi illah. Ketika perang badar dan hampir selesai, Umayyah bersama dengan anaknya yang bernama Ali bertemu dengan Abdurrahman yang sedang membawa banyak baju perang. “Umayyah memanggil ” hay abdi amrin!” Abdurrahman tidak menoleh karena memang nama tersebut telah ditinggalkan, tetapi ketika dipanggil “hay abdi illah” “iya” “bila kamu bersedia menangkap aku, maka uanglah baju perang tersebut, pasti kamu akan mendapatkan tebusan lebih banyak” kemudian mengobrol dan Umayyah bertanya “Siapa sih orang yang ada bulu dikepalanya itu?” “kenapa?” “ia orang yang banyak menghabisi orang Quroisy”” itu adalah Hamzah” ditengah obrolan tiba-tiba datang Bilal.

Waktu masih di mekah, sahabat Bilal sering sekali disiksa oleh Umayyah, ditaruh dipanasan dan ditindih batu besar. Ketika Bilal mengetahui bahwa Umayyah masih Hidup, maka Abdurrahman memeganggnya. Bilal pun berteriak-teriak “ini pemimpin Quroisy Umayyah bin Kholaf, bila ia selamat maka aku tidak selamat” Abdurrahman mengingatkan, tetapi Bilal tetap berteriak “bila ia selamat, maka aku tidak selamat. Wahai Sahabat Anshor ini pemimpin Quroisy Umayyah Bin Kholaf”. Sahabat Anshorpun mengepung Umayyah, putranya Ali dan Abdurrahman. Sahabat Abdurrahman berusaha melindungi Umayyah, tetapi putra Umayyah ditikam hingga meninggal, Umayyah menjerit-jerit, Abdurrahman yang sudah tidak kuasa mlindungi meminta Umayyah untuk lari dan mencari keselamatan sendiri. Ketika Lari dikerubung oleh muslimin sehingga Umayyah terbunuh.

Di lain, Abu Jahal sangat terkenal di kalangan muslim bahwa musuh Islam yang paling kejam adalah ABu Jahal. ada 2 orang pemuda yang bertanya “dimanakah Abu Jahal?’ “mengapa mencarinya?””aku harus membunuhnya, bila aku tidak dapat membunuhnya maka biarlah aku yang terbunuh” keduanya saling berlomba ingin membunuh ABu Jahal.  Ketika mengetahui tempat Abu Jahal, mereka berdua melompat, Muadz dan Muawidz, berangkat ke Abu jahal. Abu Jahal sebagai seorang pemimpin perang dikerumuni oleh anak buahnya hingga tidak ada yang dapat mendekatinya. Seorang Sahabat Muadz mencari celah hingga dapat kesempatan menyabetkan pedang ke kakinya hingga putus. Dan sebagai ganti tangan sahabat tersebut dipedang oleh putranya ikrimah hingga putus, dan meneruskan berperang. Di riwayat lain, setelah peperangan Sahabat tersebut membawa tangannya yang putus kepada Nabi saw, oleh beliau, diolesi air liur beliau ke tangannya dan menempelkankan lagi. Ajaib, tangan tersebut kembali utuh.

Banyak cerita tentang kematian Abu Jahal, Yang terakhir adalah Ibnu Mas’ud. Setelah peperangan selesai, Nabi memerintahkan Ibnu Mas’ud untuk mencari Abu Jahal. Bila kamu tidak mengenalinya, maka lihatlah dengkulnya, disitu ada bekas luka. Abdulloh Bin Mas’ud mencari dan akhirnya menemukan Abu Jahal dalam keadaan sekarat. Ibnu Mas’ud berkata “Hei, Musuh Allah, apakah tidak cukup kamu dihinakan oleh Allah?” Abu Jahal dengan sombongnya menjawab “dimana aku dihinakan? aku ditebas dan dibunuh dalam peperangan itu hal biasa.” kemudian bertanya “yang menang siapa?” Ibnu Mas’ud menjawab “Allah dan RosulNya”. Abu Jahal mendengar hal tersebut tetap saja menyombong “hei, aduh Tukang pemelihara domba bisa menang, Duh, duh, Mati kok dikalahkan oleh petani”. Abu Jahal merasa berasa nelongso karena ia kalah bukan ditangan sesama pembesar suku melainkan oleh Petani”. panjang-panjang ia berkata ” hei ibnu mas’ud, bila kamu memenggal kepalaku, potonglah agak ke bawah agar kepalaku tetap lebih besar/ lebih tinggi, katakan kepada Muhammad. Aku dari dulu sangat membenci dan memusuhi Muhammad. dan mulai hari ini aku lebih benci dan memushi Muhammad” Itulah kesombongan Abu Jahal. ibnu Mas’ud memenggal kepalanya dan menunjukkan kepada nabi saw.

Nabi bersabda ” Aku adlah semulya-mulya nabi, dan umatku semulya-mulya umat. dan fir’un umatku adalah yang paling buruk. Setiap nabi memiliki musuh fir’un dan Fir’un Umat Muhammad  adalah Abu Jahal.” Fir’un nabi yang lain contohnya Fir;un nabi Musa ketika sekarat ia berusaha beriman, sedangkan Fir’unnya nabi Muhammad sekarat makin kurang ajar.

Nabi mempunyai kebiasaan (yang dapat diketahui setlahnya) bahwa beliau tidak langsung kembali, tetapi tinggal ditempat petempuran selama 3 hari 3 malam. (Ini juga menunjukkan keberanian bahwa mungkin masih ada bala bantuan musuh yang masih akan datang). dan punya kebiasaan lain. semua mayyit kafir maupun muslim, semuanya dikubur. Karena pada waktu itu sudah ada sumuran, maka tinggal memasukkan saja. Yang tidak dapat dimasukkan adalah mayat Umayyah Bin Kholaf karena dihancurkan banyak orang hingga bengkak besar dan ia dikubur sendiri.

Setelah semua dikubur, nabi menziarahi dan bersabda “hai Umayyah, hai Uttbah, hai Abu Jahal ……, apakah kamu sudah menemukan apa yang telah dijanji Allah? Aku telah membuktikan janji Allah, bagaimana dengan kalian?”

Sayyidina Umar protes “mereka sudah mati, kok diajak bicara?” Nabi menjawab “Kamu dengan mereka belum tentuloh, bisa jadi mereka lebih dapat mendengar dari pada kamu”.

Di lain hal, ada orang bernama Abu Umamah yang ia cerdas hingga mengaku mempunyai 2 hati (akal). Setiap ia mendengar sesuatu langsung hafal. mengaku lebih pandai dari nabi Muhammad.  Ia melarikan diri setelah kekalahan perang badar dengan memakai sepatu sebelah (bukan pasangannya), kemudian bertemu dengan Abu Sofyan, ia bertanya “bagaimana dengan peperangannya?” “kita telah kalah””loh mengapa kamu memakai sepatu satu sedang yang satu kamu bawa?””loh iya ta? saya kira telah memakai keduanya” dan sejak saat itu, tidak ada yang percaya bahwa ia memiliki 2 akal (kati).

————

maaf bila redaksi semrawut dan tidak bisa cocok seratus persen dengan hadist maupun tarekh, karena dari ilmu denger. Tapi walau begitu, semoga membawa manfaat, amin

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *