Ringkasan Kejadian di Tahun Ke 8 Hijrah

Pada tahun kedelapan hijriyah terjadi perang mu’tah. diantara pahlawan islam yang tewas dalam peperangan itu ialah para panglima yakni : Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abu Tholib dan Abdullah bin Rawahah. Setelah bendera perang dan pimpinan tentara itu dipegang oleh Khalid bin Walid, makin dahsyatlah pertempuran dengan orang-orang roma itu. Karena kebijaksanaannya dalam siasat perang, ia dapat meloloskan tentara Islam dari kepungan musuh yang jauh lebih kuat dan lebih besar jumlahnya.

Pada tahun itu juga terjadi pembebasan kota Mekah, karena kaum Quraisy melanggar syarat perjanjian Hudibiah. Rosululloh menyerbu ke sana dengan bala tentaranya sebesar 10.000 orang. Seorang penyelidik qurois yaitu Abu Sofyan, diketemukan oleh tentara Islam ditengah jalan kemudian ditawannyadan kemudian masuk Islam. Beliau bertemu dengan pamannnya Abbas yang telah meninggalkan Mekah untuk memeluk islam, lalu bersama-sama beliau ia kembali ke Mekah. Beliau juga bertemu dengan Abu Sufyan bin Harits dan Abdulloh bin Umaiyah yang karena keinsafannya sendiri keduanyapun masuk Islam. Kemudian beliau masuk Mekah dari sebelah utara sedang Khalid bin Walid masuk dari sebelah selatan dan terpaksa ia menyerang dan memukul mundur segolongan kaum Quroisy yang hendak menghalang-halangi ia masuk.

Rosululloh memberi pengampunan umum kepada kaum qjuroisy yang dulu memusuhi serta mengusir beliau. ketika di Mekah itu, beliau merobohkan beberapa berhala yang berdiri tegak berderet-deret disekitar ka’bah. Sesudah itu banyaklah orang lelaki dan perempuan yang berjanji dan bersumpah dihadapan beliau. Diantara orang-orang yang masuk Islam pada hari pembebasan Mekah itu yang utama ialah Abu Quhafah (ayah abu Bakar Asysyidiq) dan Muawiyah bin abu Sufyan.

Dalam tahun itu juga terjadi peperangan Hunain dan Thaif. Rosululloh berangkat ke Hunain dengan bala tentaranya 20.000 orang untuk menggempur kabilah Tsaqif dan Hawazin. Akibat serangan musuh yang tiba-tiba dan teratur, maka tentara Islam banyak yang mundur (karena membanggakan kebesaran jumlah dan kekuatan mereka sehingga lengah atas  kekuatan musuh).  hanya beliau dan beberapa sahabat-sahabat yang masih tetap mempertahankan dalam tempat kedudukan itu. Akan tetapi dem,i mendengar komando maju, maka semua tentara yang mengundurkan diri tadi segera maju serentak, sehingga orang-orang islam mendapat kemenangan yang gemilang. dari pihak musuh yang terbunuh lebih 70 orang dan banyak pula yang tertawan beserta keluarganya. Harta benda merekapun banyak yang dirampas, siasialah sisa musuh yang berlindung dan bertahan di Thaif itu, karena tentara islam terus mengejar dan mengepung benteng mereka selama 18 hari. DDalam perang itu beliau pergi menuju Ji’ranah. Ketika beliau  sedang beristirahat berada di sana, datanglah kepada beliau dari kabilah Hawazin dan menyerah. Penyerahan mereka itu disambut oleh beliau dengan mengembalikan dan membebaskan beberapa tawanan. Adapun harta benda mereka tetap jadi rampasan. Dari Ji’ranah beliau lalu beribadah Ihram Umrah lalu masuk negeri Mekah dan pada malamnya kembali ke Madinah.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *