Ruqyah, memantrai/mendoai orang sakit

dan juga jangan mudah menuduh orang yang doanya maqbul sehingga orang sakit datang ke beliau untuk berobat adalah karena bergumul dengan jin dan kesyirikan (apa sih syirik itu???) karena memang ada orang yang diberikan kelebihan (karomah) oleh Allah dan ingatkah janji Allah “Berdoalah kepada Allah maka Allah akan mengijabahi”

Umum karena pemberitaan media massa yang kemudian menyudutkan orang lain dengan klaim semua itu berasal dari jin dan harus dibasmi … ruqyah – metode penghancur kesyirikan dan kejinan, mungkin gitu ya ….

Kesannya ruqyah hanya untuk hal “metafisik” padahal Allah berkuasa atas segala sesuatu yang “fisik maupun metafisik” dan sangat keliru bila seseorang membatasi kekuasaan Allah dengan mengatakan “penyakit fisik ya harus make cara fisik (seperti herbal, bekam atau yang lain) dan metafisik dengan ruqyah”. ALLAH BERKUASA ATAS SEGALA SESUATU !

“ Jika Allah menimpakan sesuatu kemadaratan kepadamu,maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu,maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya.”

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan untuknya obat, hal itu diketahui oleh orang yang mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak mengetahuinya”

“ Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.”

Alqur’an adalah samudera ilmu dan doa, dengan keyakinan yang kuat sorang muslim bisa mendapatkan manfaat dari ayat ayat  Alqur’an sebagai doa penyembuh,doa pelindung,doa pembuka rejeki maupun doa pengasihan.walaupun fungsi utama dari Alqur’an adalah sebagi landasan hidup seorang muslim.

Ruqyah atau yang kita kenal dengan jampi-jampi merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Ketika Rasulullah saw sakit maka datang malaikat jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah. Kemudian jibril membacakan salah satu do’a sambil ditiupkan ketubuh nabi saw. Seketika itu beliau sembuh. Inilah do’a yang digunakan : “Bismillahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismillahi arqiika”.

   Para sahabat Rasulullah SAW sedang dalam perjalanan dan mereka lelah dan lapar, dan pada saat itu hari sudah menjelang malam. Mereka sampai di suatu perkampungan yang bukan muslim. Mereka menyembah berhala, namun orang Arab terkenal dengan keramah tamahannya, oleh karena itu para sahabat mengharapkan keramah-tamahan, namun mereka tidak di hargai karena suku di kampung itu tidak  menyukai Ad Diin Al Islam yang baru tersiar di Arabia. Para sahabat akhirnya bermalam di luar perkampungan itu, karena tidak diijinkan untuk bermalam di dalam. Di malam hari, kepala suku perkampungan itu di gigit ular berbisa.

Dan mereka tidak bisa menyembuhkannya. Kepala suku itu akan mati besok pagi. Mereka akhirnya mendatangi para sahabat Nabi dan meminta mereka untuk menyembuhkannya. “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk menyembuhkan kepala suku kami yang digigit ular berbisa?” Para sahabat menjawab, “Karena kalian memperlakukan kami dengan bruruk, kalian harus membayar jika kami dapat menyembuhkan kepala suku kalian.” Mereka bertanya, “Berapa?” Sahabat menjawab, “30 ekor domba.” Mereka menyetujuinya. Salah seorang sahabat mendatangi kepala suku dan membacakan Surat Al Fatihah, dia meniup kepala suku itu yang akhirnya sembuh.

Lalu mereka membawa 30 ekor domba itu dan membawa ke Madinah, dan langsung bertanya pada Nabi, “Ya Rasul Allah SWT! ini yang terjadi, bolehkah kami mengambil domba-domba itu”. Nabi berkata, “Ya! kalian boleh mengambil domba-domba itu karena orang membayar untuk segala pekerjaan, ya seperti kalian lakukan.  “Nabi berlanjut dan mengatakan bahwa di dalam Suratul Al Fatihah, mohon perhatikan, ada obat untuk semua penyakit.

Mantra-mantra Islami” untuk kesembuhan dari penyakit sebagai bentuk usaha dan harapan seorang hamba kepada Allah, serta sebagai perlindungan diri dari berbagai hal yang membahayakan. Dinukil dari kitab Tafsir Al Kabir karya Imam Fakhruddun Ar Razy :Pertama :pernah suatu kali Rasululloh Saw. mengadu kemudian malaikat Jibril ‘alaihis salam meruqiyahnya dengan bacaan :
بسم الله أرقيك من كل شيء يؤذيك ، والله يشفيك
Bismillaahi Arqiik min Kulli Syai-in Yu’dziik, Wallahu Yasyfiik

Kedua : Rasulullah pernah mengajari para sahabat untuk membaca doa dari segala rasa sakit dan sakit panas:

بسم الله الكريم ، أعوذ بالله العظيم من شر كل عرق نعار ، ومن شر حر النار
Bismillahil Kariim, A’udzubillahil ‘Adziim min Syarri kulli ‘Irqin Na’aar, wa min Syarri Harrin Naar.Ketiga: Nabi pernah bersabda : “Barang siapa membaca kalimat berikut sebanyak tujuh kali kepada orang yang sakit dan belum datang ajalnya maka akan disembuhkan.”
أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك سبع مرات شفي
As-alullahal ‘Adziim, Rabbil ‘Arsyil ‘Adziim an Yasyfiik.

Keempat : diantara yang pernah dibaca Rasulullah Saw. ktika mengunjungi orang sakit ,
أذهب الباس رب الناس ، اشف أنت الشافي ، لا شافي إلا أنت
Adzhibil Ba’s Rabban Naas, Isyfi Antas-Syafii, Laa Syafiya ilaa Anta

Kelima : Rasulullah memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain sebagaimana yang dibacakan oleh Nabi Ibrahim kepada kedua putranya Nabi Ismail dan Nabi Ishaq:
أعيذكما بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ، ومن كل عين لامة
U’idzukumaa bi-Kalimatillahit Tammah min kulli Syaithonin Wahaammah, wa min kulli ‘Ainil Laammah.

Keenam: seorang sahabat mengadukan suatu penyakit kepada Rasulullah Saw. kemudian beliau menyuruh sahabat tersebut membaca kalimat sebanyak tujuh kali dan tangan kanan diletakkan pada tempat yang sakit maka Allah menyembuhkan penyakitnya, kalimat tersebu adalah :
بسم الله أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد
Bismillahi A’dzubi bi-‘Izzatillahi wa Qudratihi min syarri maa Ajidu

Ketujuh : ketika Rasulullah bepergian dan turun pada suatu tempat maka Rasulullah mengucapkan :
يا أرض ، ربي وربك الله أعوذ بالله من شرك وشر ما فيك وشر ما يخرج منك ، وشر ما يدب عليك ، وأعوذ بالله من أسد وأسود وحية وعقرب ، ومن شر ساكني البلد ووالد وما ولد
Yaa Ardlu, Rabbii wa Rabbukillahi, A’udzubillahi min Syarrik, wa Syarri maa Fiik, wa Syarri maa Yakhruju minki, wa Syarri maa Yadubbu ‘Alaiki, wa A’udzubillahi min Asadin wa Aswadi wa Hayatin wa ‘Aqrabin, wa min Syarri Saakinil Balad wa Waalad wa maa Walaad

Kedelapan : ketika Rasulullah mengeluhkan sesuatu pada jasadnya maka beliau membaca Qul Huwaallahu Ahad (al-Ikhlas) dan Mu’awwidatain (al-Falaq dan An-Naas) pada telapak tangannya kemudian mengusapkan pada tempat yang dikeluhkan.

sumber : http://doa-doapelindungdiri.blogspot.com/2012/09/doa-doa-penyembuh_25.html, http://al-quranbahasa.blogspot.com/2012/06/syarat-pengobatan-yang-manjur-tidaklah.html, http://www.muslimedianews.com/2014/05/amalkan-8-mantra-islami-penyembuhan.html, https://keperawatanreligionnezafitriana.wordpress.com/, dll

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *