seorang mukmin tidak mungkin berbohong

Sebuah pengingat penting mengenai Hadits Nabi Muhammad (s) dan dijelaskan oleh Sayyidi Mawlana Syekh Hisyam Kabbani

“Suatu ketika orang bertanya pada Nabi (s), “Apakah seorang Mukmin itu mencuri atau merampok?”  Beliau bersabda, “Hal itu bisa saja terjadi,” karena mungkin ia lapar dan tidak mempunyai makanan, jadi ia mencuri. Kemudian mereka bertanya, “Apakah seorang Mukmin melakukan zina?”  ”Hal itu mungkin saja terjadi.”  Mereka bisa terperangkap oleh jebakan Setan.  Dan terakhir mereka bertanya, “Apakah seorang Mukmin berbohong?”  Untuk hal ini, beliau (s) bersabda, “Tidak!”  Seorang Mukmin tidak dapat berbohong, karena Allah (swt) melihat kalian, jadi itu artinya jangan berbohong pada apa yang kalian janjikan kepada Allah pada Hari Perjanjian (Alastu bi Rabbikum), bahwa kalian akan mengikuti Nabi (s).  Mereka berkata, “Ya, kami akan mengikuti!”  Tetapi kita berbohong, karena di dunia kita tidak memegang janji kita.”

“Once they asked Prophet (s), “Does a believer steal or rob?” He said, “That might be,” because maybe he is hungry and doesn’t have food, so he steals. Then they asked “Does a mu’min commit adultery?” “That might be.” They might fall into the trap of Shaytan. And lastly they asked, “Does a mu’min lie?” To that he said, “No!” A believer cannot lie, because Allah (swt) is seeing you, so that means don’t lie on what you promised Allah on Day of Promises, that you will follow the Prophet. There we said, “Yes, we will follow!” but we lied, as in dunya we are not keeping our promise.”

Allah Allah

© Sufilive.com

http://percikanhikmah.wordpress.com/category/hadits/

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *