Seorang Yahudi yang mencintai Sayyidina Muhammad (s)

Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q), Shuhba mengenai Seorang Yahudi yang mencintai Sayyidina Muhammad (s)

Ada seorang pria Yahudi yang membaca Kitab Taurat dan Zabur, dan ia melihat nama Nabi (s) disebutkan di sana empat kali, jadi ia mengambil halaman di mana nama Nabi (s) disebutkan tadi, dan ia mengerok nama Nabi (s). Keesokan harinya ia membaca Kitab Zabur dan Allah (swt) membuatnya melihat nama Nabi (s) delapan kali. Ia mengambil pengerok dan mulai mengerok nama Nabi (s) kembali delapan nama itu, lalu ia tidur; tetapi ia tidak bisa tidur, dan ia berpikir, “Apa yang akan muncul besok di dalam Zabur, lebih banyak nama?” Hari berikutnya ia membaca Zabur dan ia menemukan nama Nabi (s) dua belas kali! Dengan segera ia menutup kitab itu. Saat itu ia berada di Syam, Damaskus, karena banyak orang Yahudi saat itu yang tinggal di Jerusalem, yang berada di bawah Syam. Sekarang itu disebut Bilaad asy-Syaam, yang terdiri dari Palestina, Iraq, Lebanon, semua area ini. Jadi ia memutuskan untuk pergi ke Madinah untuk bertemu Nabi (s).

Ia bertemu dengan Sayidina Ali (r). Ia berkata, “Aku ingin bertemu dengan Nabi (s).” Sayyidina `Ali (r) berkata, “Nabi (s) telah wafat, meninggalkan dunia.” Ia berkata, “Wahai `Ali! Aku datang dari Syam ke Madinah untuk bertemu Nabi (s) tetapi kau mengatakan bahwa ia telah wafat. Dapatkah aku melihat jubahnya?” Ia memohon pada Sayyidina `Ali (r) untuk memberikan jubah Nabi (s). Sayyidina `Ali (r) membawakan jubah Nabi (s) dan orang Yahudi itu lalu mengambil jubah itu dan menciumnya. Apa yang ia rasakan, hanya Allah yang tahu. Ia berkata kepada Sayyidina `Ali (r), “Aku ingin pergi ke makamnya sekarang!” Sayyidina `Ali (r) membawa pria Yahudi itu ke Makam Suci Nabi (s), ia berdiri dan bersyahadat di sana, lalu ia berkata, “Yaa Rabbii! Jika Engkau menerima Islamku, ambilah nyawaku sekarang, karena aku ingin hari terakhirku bersama dengan Nabi (s)!”

Setelah itu, ia pun wafat. Kita sering sekali melihat nama Nabi (s), tetapi lihatlah cinta kita, dibandingkan dengan cintanya orang Yahudi itu. Semoga Allah (swt) membuat cinta kita tumbuh.”

Al Fatiha

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *