Sikap Syekh Abdul Qodir

Syekh Abdul Qodir Al Jailani tidak mau mengagungkan orang kaya dan berdiri karena datangnya seorang raja dan juga tidak karena datangnya orang-orang yang mempunyai kedudukan. Dan sering kali beliau melihat seorang raja bermaksud menemuinya, padahal beliau sedang duduk-duduk kemudian beliau tinggalkan masuk kamar pribadinya.

beliau melakukan hal tersebut sesuai dengan sabda nabi “barang siapa yang merendahkan diri kepada orang kaya karena kekayaannya, maka hilang dua pertiga agamanya”

Kemudian baru keluar lagi untuk menemui Khalifah setelah khalifah itu duduk. Hal ini dilakukan karena memulyakan prilaku ahli tasawuf yang tidak tertarik dengan kedudukan dan harta serta tidak berdiri sekedar kedatangan raja.

lagi pula beliau tidak mau berdiri di depan pintu-pintu raja atau menteri dan tidak mau menerima hadiah dari raja, sehingga raja itu mencemoohnya atas tidak diterimanya pemberian itu, maka syekh ABdul Qodir  berkata kepada raja “kalau begitu bawa sendiri hadiah itu ke sini, raja pun menerimanya.

Kemudian raja membawa sendiri hadiah untuk Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Tiba-tiba apel itu di dalamnya penuh darah dan nanah. Maka Syekh Abdul Qodir berkata kepada raja “kenapa raja selalu mencemooh saya? padahal saya tidak mau memakan buah ini, karena seluruhnya penuh darah manusia” maka raja itu minta maaf dan bertaubat di hadapan syekh Abdul Qodir AL Jilani, selanjutnya raja itu sring mengunjungi beliau sebagaimana kebanyakan orang yang menjadi sahabatnya sampai meninggal.

Syekh Abdul Qodir Al Jilani yang mempunyai derajat tinggi, namanya harum tersebar ke mana-mana dan luhur namanya, beliau masih mau menghormati fakir miskin, menemani duduk mereka, membersihkan kutu-kutu yang ada di pakaian mereka. Beliau pernah mengatakan “seorang fakir yang mau bersabar lebih utama dari orang kaya yang bersyukur, dan orang fakir yang bersyukur lebih dari keduanya dan orang  fakir yang mau bersabar dan bersyukur lebih utama dari semuanya.

hal tersebut senada dengan hadist nabi “rendahkanlah diri kalian dan duduklah kalian bersama-sama orang miskin , maka kalian termasuk golongan orang yang besar di hadapan Allah dan keluar dari sifat sombong”

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *