sungguh mereka permata yang indah

mungkin bisa dikatakan sesuatu wajar????, kita melihat seseorang melakukan kesalahan kita dalam hati “bertanya-tanya” ketika memberitahu sesuatu mereka “nggak nyambung-nyambung” ketika melihat penampilannya kita “menganggap aneh” ketika ….. ketika … dan ketika ……

hal yang pertama, adalah “gosip” dalam hati itu bagai memakan bangkai saudara sendiri, dan yang kedua. kalaulah kita mau sedikit merubah cara pandang kita.

kita tidak melihat “kekurangan” mereka, coba tidak berprasangka buruk, dan mulai melihat “kelebihan mereka”, kita akan takjub, banyak hal yang tidak kita bisa tetapi mereka bisa, banyak yang kita tidak mengerti tetapi mereka mengerti, banyak pemikiran-pemikiran menakjubkan yang ada di benak mereka sedang kita tidak terfikir. Banyak Hal kelebihan yang mereka miliki, tetapi kita memilikinya. Kalau saja kita mau menanggalkan kacamata kesombongan kita dan menggunakan mata hati kebaikan kita.

Maka yang kita lihat adalah banyak permata-permata yang kita lewatkan, banyak cahaya-cahaya yang kita acuhkan, banyak kebesaran Tuhan yang kita lupakan. merah, hijau, putih, biru,…. mereka berkilauan dengan cahaya dan keunikan mereka. kita tidak akan dapat mengungguli mereka. kalaulah kita tidak terjebak dengan kebanggaan dan keAKUan kita.

Kita marah karena melihat kelebihan kita dan melihat kekurangan dia. Kita tidak benci karena terbayang kekurangan dia dan tergambar kelebihan kita. Kita meremehkannya karena kita terpaku melihat kekurangannya dan terpesona kelebihan kita. Coba semua kita tanggalkan. Permata itu akan kelihatan, Permata yang bahkan lebih berharga dari punya kita. Lebih cemerlang. Lebih indah.

Mari kita terdiam sebentar, mencari kebaikan dan kelebihan mereka dibanding kekurangan kita. Patutkah kita sombong? mereka Permata kita kerikil. hmmm. Bagaimanakah mata para Auliya’? tak kan bisa terbanyang bagaimana cara beliau melihat, sehingga mereka mengasihi semua makhluk baik yang kita pandang mereka buruk atau yang kita pandang baik. Mereka bersabar, mereka berbuat baik. Kita? Omong doang !

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *