takut kepada Allah

kemaren bercanda dengan teman, “hati-hati loh, di kantor sendirian, ada penculit-penculit (hantu/jin)!” hiiiiii ndak takut ta????

dia menjawab, “aku gak takut, aku takut cuman sama Allah”

he3, mungkin itu juga yang sering kita ucapkan bukankah begitu??????

kemudian ya saya balas, beneran cuman takut ma Allah? beneran ta? beneran gak takut gak punya uang???

ya memang tingkat iman saya dan mungkin juga beberapa dengan anda, bahwa kita sangat mudah mengucapkan iman-iman, tawakal ma allah, tawakal ma allah, cuman takut sama Allah dan banyak ucapan yang kelihatannya menunjukkan bahwa kita punya iman yang kuat. padahal bila diuji????

kita bilang kita ikhlas berbuat karena Allah ketika membantu orang lain, tetapi apakah benar? ketika orang tersebut membalas kebaikan kita dengan keburukan, kita sering mengucapkan “duh dasar orang gak tau balas budi, udah ditolong malah mentung” coba dicermati kalimat tersbut??? bukankah dalam kalimat tersebut tersembunyi hati kita agar kebaikan kita dibalas oleh orang tersebut dengan kebaikan???? bukankah ikhlas itu hanya megharap balasan dari Allah???

Kita bilang kepada teman-teman kita yang lagi terkena masalah atau musibah, tetapi ketika kita sakit yang kita ingat duluan adalah obat atau dokter, ketika membutuhkan sesuatu yang kita cari adalah uang atau teman, banyak hal yang ketika ada sesuatu, yang kita ingat duluan bukanlah Allah???? seperti inikah iman kita???

kita bilang kita takut Allah, bandingakn ketika kita mendengar panggilan adzan dan panggilan bos kita? bandingkan ketika kehilangan sholat sunnah dengan kehilangan uang? kita ini masih takut dipecat bos, masih takut dihina orang, masih takut tak punya uang, takut dimusuhi kawan, takut tidak lulus ujian, takut jatuh, takut sakit, takut ini itu, mana takut ma Allah?

tapi bagaimanapun kita pantas bersyukur, kita masih punya iman sehingga dapat mengucapkan “Allah” walaupun dengan hati yang lemah,

semoga Allah menolong iman kita, dan mengumpulkan kita dengan orang-orang yang imannya kuat, kekasihNya, para awliyaNya, sehingga hati kita teresonansi dengan getar-getar iman beliau-beliau. amin

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *