TENTANG AURA

 

Aura adalah medan energi yang mengandung energi sinar (energi elektromagnetik) atau biogetic ray bersifat multidimensional yang menyelubungi tubuh manusia (Bioplasmik) dan makhluk lainnya. Aura membentuk karakter ‘emosional’ seseorang. Aliran energi aura disuplai oleh cakra, sedangkan cakra mengumpulkan energi dari medan energi alam atau energi Ilahi. Jadi warna aura bisa dipengaruhi dari dalam dan lingkungan luar tubuhnya. Cakra inilah yang mengeluarkan warna-warna yang tadi kita sebut aura. Manifestasinya muncul dalam banyak warna, ada kuning, hijau, biru, violet, merah, dan lain sebagainya. Seperti pelangi. Perpaduan warna pun banyak ditemukan.

Pada orang yang sudah meninggal jelas energi ini hilang, sebab energi ini merupakan energi kehidupan. Ada eksperimen menggunakan mesin penditeksi energi aura pada orang yang meninggal mendadak karena kecelakaan, ternyata ketika baru saja menghembuskan napas terakhirnya, energinya masih ada tetapi sejalan dengan waktu memudar dan akhirnya hilang sama sekali.

Alat Pendeteksi Aura

Ilmu pengetahuan modern saat ini memiliki kemampuan untuk membuktikan adanya medan energi manusia sebagai gelombang elektromagnetik tubuh yang dikenal dengan sebutan aura ini. Mesin aura ditemukan pada tahun 1935 oleh peneliti Rusia bernama S. Kirlian melalui risetnya berhasil mengukur dan memotret sinar energi ini. Tetapi mesin generasi pertama itu baru bisa mengukur dan membuktikan energi sinar elektromagnetik tubuh sebatas pada jari tangan dan kaki saja, itupun baru dapat melihat medan energi berwarna putih, yaitu aura eterik.

Seorang ilmuan Prancis, Guy Coggins berhasil mengembangkan mesin berteknologi yang lebih maju pada tahun 1987 dan diperkenalkan pada
dunia dengan sebutan progen aura dengan teknik memadukan foto polaroid. Dengan mesin tersebut kita bisa melihat sinar elektromagnetik tubuh dalam bentuk sebuah foto yang berdasarkan warna yang terekam di dalamnya. Hasilnya adalah warna-warna aura tubuh yang didasarkan pada emosi, yaitu foto aura emotional body.

Pada tahun 1998, Fisslinger, ilmuan Jerman meluncurkan sebuah alat yang sangat mengagumkan dan banyak manfaatnya untuk umat manusia terutama kesehatan fisik yang sakit disebabkan psikis. Alat itu disebut Aura Video System (AVS). Alat ini mampu menampilkan medan aura secara dinamis dan hidup di layar komputer sehingga bisa kita pantau vibrasi sinar elektromagnetik tubuh secara langsung dan jelas seperti mesin USG (ultrasonografi). Mesin ini juga bisa mendeteksi kesehatan organ-organ fisik seseorang berdasarkan auranya. Alat tersebut bahkan mampu mendeteksi dan memperlihatkan pintu-pintu energi yang membentuk energi AURA seseorang, yaitu cakra (bahasa Sansekerta).

Setiap orang mempunyai frekuensi khasnya sendiri sehingga kekuatan dan intensitas medan energi ini, tiap orang berbeda tidak ada yang sama persis walaupun bisa terjadi kemiripan yang nyaris sempurna. Mesin Aura Video Station, sangat membantu untuk mendeteksi kesehatan seseorang yang tidak terdeteksi secara medis. Maka banyak psikolog maupun psikater, saat ini memakai jasa pemeriksaan medan energi ini untuk penyembuhan pasien-pasiennya yang menderita penyakit psikosomatik. Ketika ketidakberesan di tubuh bioplasmik ini terdeteksi, misalnya energinya kotor atau sangat tipis. Bisa juga terlihat gangguan dari energi lain. Maka penting untuk segera melakukan antisipasi pencegahan, sebelum keluhan pada fisik dirasakan.

Ciri Aura Yang Sehat

Sesuai dengan artinya, maka orang yang mempunyai medan AURA yang sehat, senantiasa berada dalam kondisi yang “riang” dan lebih bersifat dinamis serta menjadi pribadi yang lebih menyenangkan, sehingga pesona dirinya memancarkan keindahannya tersendiri. Sejalan dengan itu banyak cara dilakukan untuk mempunyai sinar energi AURA yang bisa memberi kewibawaan dan pesona diri ini.

Energi AURA sangat tergantung dengan kondisi batin seseorang, stress berkepanjangan mampu merusak medan energi ini, sehingga merugikan diri sendiri, sebab dalam kondisi AURA yang tidak sehat, maka kita kehilangan energi pelindung yang bertindak seperti perisai yang membentengi diri kita dari energi-energi negatif dari lingkaran AURA kita.

Kita lihat bagaimana interaksi medan aura dalam kehidupan kita. Beberapa medan energi dibangkitkan dalam tubuh dan medan energi lainnya yang diterima dari luar tubuh. Kemudian, keduanya bersatu dan diubah di dalam tubuh. Ini proses alami antara satu medan energi dengan medan energi lainnya. Interaksi tersebut dapat dianggap sebagai osmosis alami antara energi Anda dengan energi yang ada di sekitar Anda.

Anda memancarkan dan menyerap energi dari orang lain, makhluk hidup lain, pepohonan, dan bumi tempat Anda berpijak, serta udara yang Anda hirup. Nah dengan siklus demikian, kita bisa mengambil hikmah betapa pentingnya seseorang menyehatkan dan menguatkan tubuh Bioplasmiknya, yaitu medan energi AURA sendiri. Apabila frekuensi aura Anda berdekatan dengan frekuensi aura orang lain maka akan terjadi kesesuaian alami. Anda mungkin lebih cepat dekat dan gampang cocok dengan orang tersebut. Di sisi lain, ada orang yang frekuensi auranya sangat jauh berbeda dengan aura Anda sehingga dapat menyebabkan rasa tidak suka tanpa alasan dengan orang tersebut.

Ada orang yang cantik, ganteng penampilannya tapi kok tidak suka saja kita melihat dia. Bagaimana ini terjadi? Itulah yang disebut aura.

Demikian pula kalau kita dekat dengan seseorang, ngomong-ngomong dengan orang itu, tapi tidak tahan lama. Ini namanya aura juga. Disadari atau tidak, telah terjadi transfer aura (baca: manifestasi dari warna tubuh).

Dalam kondisi yang sehat, aura berbentuk elips yang jelas, tepian padat dengan warna cerah. Sedangkan pada orang stres, AURA yang terlihat secara waskita maupun melalui mesin AVS tampak berkilat-kilat dengan perubahan warna-warni yang cepat bahkan kadang menghilang dalam seper-sekian detik. Pada orang yang cemas dan sakit akan terlihat warna aura atau cakra yang memudar, warna tidak cerah, dan energi tipis. Warna AURA mempunyai tingkatan getaran sendiri. Setiap warna mencerminkan segi positif dan negatif. Kesimpulannya kita tidak menilai kepribadiannya lebih rendah berdasar tingkatan warna AURA.

Singkatnya, medan aura yang berwarna apa pun bisa dikatakan baik/ sehat kalau berwarna cerah (bersih), bentuknya elips dengan tepian jelas, dan padat. Selain mencerminkan kesehatan fisik seseorang, AURA juga dapat mencerminkan karakter seseorang.

RED
Lebih atletis, positif, objektif, membumi, dan personal in nature. Merah juga mengeks¬presikan kemarahan, kemauan (terlalu) kuat untuk sukses, dan energi tak seimbang antara cinta-seksualitas. Warna kundalini ini turut menunjukkan kemampuan leadership, keinginan to-do-it-yourself, kreativitas, loyalitas, berani berkorban, murah hati dan pecinta kebenaran.

ORANGE
Warna aura campuran merah dan kuning ini menandakan kepercayaan diri, intelektualitas, kreativitas, dan bakat seseorang sebagai magnetic healer. Juga toleransi dan kecintaannya pada keluarga, teman-teman dan kemampuan memecahkan masalah (peacemaker). Negatifnya, sedikit kemalasan, seksualitas yang agresif dan kesadaran diri yang cenderung merusak.

YELLOW
Bila tampak beserta warna merah dan oranye, menunjukkan pribadi intelek dengan kelakuan yang positif dan konstruktif, atau malah sebaliknya. Warna kuning keemasan biasanya adalah warnanya filsuf, guru spiritual. Kalau dicampur warna coklat, abu-abu atau hitam, cenderung menggunakan black magic. Bila berbaur biru, anda biasanya takut ditolak.

GREEN
Warna yang katanya favorit Sang Esa ini berarti adanya keharmonisan, keseimbangan antara material dan spiritual. Pribadi simpatik, sensitif, tulus, suka menolong, kuat, tidak mendominasi, insting bisnis yang kuat. Hijau dengan biru menunjukkan pribadi ha¬ngat dan dapat dipercaya. Hijau merah butuh untuk dicintai, hijau oranye berarti Anda hidup di masa lalu.

BLUE
Simbol ketenangan dan kedamaian, warna spritualitas, kreativitas dan musik. Mencari kebenaran dalam segalanya, pemalu, dan pendiam. Mengindikasikan pribadi melankolis, keinginan untuk menjadi martir. Biru de¬ngan oranye mungkin tidak menyukai makanan. Hijau dan biru: very cool. Biru dan indigo dapat menyembuhkan lewat suara.

INDIGO
Warna biru dengan sedikit warna merah bening ini menunjukkan seseorang yang dengan jujur mencari kebenaran spiritual.

VIOLET
Biru yang dikombinasikan dengan rose pink menunjukkan spiritualitas dan cinta diri. Bisa menyebabkan efek depresi dan melankolis, jadi gunakan warna ini dengan baik.

BROWN
Biasanya merupakan gabungan dan dampak dari warna lainnya: antara merah, oranye, kuning, hijau, dan biru. Namun tidak pernah membiaskan warna indigo, violet atau putih.

BLACK
Hitam pekat menunjukkan tingkat kejahatan. Dalam aura, kelabu dan warna degradasi dari unsur warna hitam, dinilai sebagai sesuatu yang negatif. Namun dalam teori Barat merupakan warna netral.

WHITE
Warna yang sempurna, warna terang, warna keseimbangan. Warna ini biasanya dimiliki setiap orang. Bila mendominasi aura artinya seseorang dilin¬dungi Sang Esa (dari ketakutan dan kemarahan) dan dikelilingi cinta.

Melihat Aura Dengan Mata Telanjang

Sinar elektromagnetik tubuh bisa dilihat oleh orang yang berbakat dan mempunyai kemampuan indra keenam atau ESP (extra sensory perception) yang sudah berkembang. Karena sinar aura ini berada empat oktaf dibawah kemampuan kasat mata. Penglihatan biasa hanya mampu melihat warna pelangi, warna ungu sampai merah. Sedangkan aura berupa sinar energi dari badan halus berada di bawah warna merah termasuk FIR (far infra red ray). Tapi, setiap orang bisa melihat warna aura diri sendiri maupun orang lain, dengan melatih diri untuk berkonsentrasi. Meditasi menuju perkenalan terhadap aura, bisa dilakukan sendiri di rumah. Teknik dasarnya begini: di depan cermin, dengan latar belakang tubuh kita, dengan warna netral (tidak ada warna-warni yang terlalu mencolok), 45 senti di depan cermin, lihatlah sekitar bahu, telinga, kepala. Perhatikan dengan konsentrasi santai, fokus. Pada akhirnya Anda akan menemukan warna-warna, sampai kesempurnaan warna itu tadi.

Menyehatkan AURA (Aura Healing)

Ternyata warna aura bisa disejajarkan, diarahkan, ditransfer. Seketika, seseorang bisa cantik, sehat, bahkan sembuh dari beragam jenis penyakit yang diderita. Tergantung apa permintaannya. Beragam warna aura ini ada yang baik dan tak baiknya-maknanya relatif, tergantung teori yang digunakan dari China, India ataupun Barat. Sama seperti manusia, pastinya ada yang perilakunya negatif, positif atau kombinasi di antara keduanya. Kabar baiknya, beraneka warna yang timbul ini bisa diarahkan, disejajarkan dengan konsep pelatihan
(=terapi quantum). Bahkan kita bisa mengondisikan setiap saat, bagaimana warna aura yang kita inginkan. Ini dia inti konsep healing with (human) aura atau yang kini ngetop dengan sebutan aura healing. Jangan kaget kalau Anda melihat orang yang loyo, sakit, tiba-tiba jadi fit (bahkan cantik!), saat treatment aura healing. Ini bukan sulap, bukan pula sihir. Aura bisa diatur sedemikian rupa sampai membentuk inner beauty. Untuk pemula, mesti ada bimbi¬ngan instuktur terlatih tentunya, yang pada saat itu dalam kondisi kesehatan prima.

Konsepnya sekilas mirip-mirip prana (=mengarahkan chi). Bedanya, yang bersangkutan juga perlu melakukan gerakan-gerakan tertentu, meditasi juga, untuk memadukan kondisi kognitif, afektif, dan psikomotorik agar bisa matching. Itulah tugas instruktur, mengarahkan emosi kliennya supaya stabil, good looking, sembuh dari penyakit (AIDS sekalipun!).

Anda tidak akan dibebani (tidak ada mantra yang mesti dihafalkan), namun harus tetap senyum, rileks, agar konsep penenangan pikiran, hati dan gerak bisa sejalan. Bisa berhasil mengubah warna aura sampai yang diinginkan. Bisa jadi warna yang diinginkan menampilkan pribadi yang lebih optimis, kreatif. Atau warna yang berhubungan dengan seni ingin dikurangi.

Bagi yang tengah mencari jodoh, warna yang berhubungan dengan percintaan yang ditingkatkan. Bisa jadi bagi yang tidak punya wibawa, ingin warna yang relevan karena ia membutuhkannya segera. Seperti pelukis, tergantung bagaimana kita bisa mencampur warna-warni itu dengan serasi, inilah yang dilakukan dalam menyembuhkan diri sendiri lewat aura healing.

Namun berhati-hatilah untuk memelihara aura baik yang telah tercipta, mengingat warna ini bisa berubah-ubah. Tergantung apa yang kita konsumsi, apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan. Bahan-bahan non alami seperti monosodium glutamate, pemanis dan pewarna buatan, pelezat (vetsin), produk instan, dsb. bisa merusak aura-mengubah degradasi warna pada tiga pelapisan di tubuh kita tadi.

Aura yang timbul dari perasaan dendam, tentunya berbeda dengan kondisi romantis. Di sinilah pentingnya mengatur tingkat emosional, tingkat kesadaran, yang pada tingkat keparipurnaan hanya 30% (selebihnya malah berada pada ambang bawah sadar). Di sinilah pentingnya emosi yang diarahkan pada saat tepat, sampai adanya korelasi antara cantik dari dalam dengan penampilan luar (=wajah dan bentuk tubuh), hingga orang yang melihat menjadi nyaman.

Menyehatkan AURA yang paling manjur adalah berpikir positif, kondisikan diri selalu bersikap riang/ bahagia, bisa juga menjalankan pelbagai meditasi yang bersifat memberi ketenangan, penyembuhan dengan cara Autohipnosis, Prana, Reiki, mandi air garam, penggunaan aromaterapi.

Latihan yang bisa dilakukan (10-15 menit)
* Berdiri di bawah air terjun atau shower.
* Sabuni tubuh Anda dengan salt bath.
* Gunakan jari-jari tangan sebagai ‘sisir’. ‘Sisirlah’ sekeliling seluruh badan Anda, dari kepala hingga jari kaki. Sebelumnya, bersih¬kan tangan Anda dengan air yang mengalir dari kran.
* Berjalan-jalan kala hujan turun.
* Tebarkan aroma lavender dan atau sweetgrass di sekeliling tubuh Anda.
* Berlari dan bermain lepas di alam bebas.

Jadi kesimpulannya, walaupun kita tidak belajar secara khusus keterampilan penyehatan atau pembersihan aura, kita senantiasa bisa membuat aura secara otomatis bersih dan sehat. Hal ini berlaku jika kita mampu mengendalikan stres yaitu ketegangan yang datang dalam interaksi hidup kita, di mana stres membuat kondisi batin tidak harmonis, dan diperparah jika mempunyai penyakit-penyakit ‘hati’ yaitu marah, benci, dendam, iri, dan paranoid.

Energi penyakit ‘hati’ ini sangat merusak energi aura kita, maka rugi sendiri jika kita memelihara perasaan negatif ini pada diri sendiri. Tetapi memang benar, dengan mempunyai keterampilan yang diarahkan khusus untuk penyehatan aura ini, maka prosesnya lebih cepat dan bisa langsung diterapkan jika kita dalam kondisi mempunyai medan energi yang ‘kotor’ karena banyaknya energi yang menempel.

Faktor Luar yang Mempengaruhi Aura

Selain dari dalam tubuh sendiri , disebutkan ada beberapa jenis tanaman yang bisa memberikan aura positif bagi sekitarnya. Ditinjau dari sisi fengshui (ilmu pengetahuan tentang keselarasan angin dan air), perpaduan antara beton atau bangunan dan pohon atau taman sangatlah dianjurkan. Secara klasik dapat digambarkan bahwa perpaduan itu berupa keseimbangan antara unsur yin dan yang hendaknya diperhatikan guna menjaga keselarasan hidup.

Salah satu contoh tumbuhan yang membawa aura baik adalah Bambu Rejeki,tanam dalam pot di ruang keluarga, atau dibawah jendela. Jika kita memperhatikan lebih jauh, perpaduan antara yin dan yang akan berdampak positif bagi yang mempraktikkannya. Hal ini bisa terjadi karena sinergi dari keduanya bisa menimbulkan “chi” atau hawa yang bagus.

Bagaimanapun juga, apakah tanaman itu besar atau kecil, secara ilmu biologi dari proses fotosintesis tanaman mengeluarkan oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia. Namun, pada malam hari tanaman tersebut justru memerlukan oksigen. Oleh karena itu, sesuaikan tanaman dengan kondisi rumah.

Unsur yang bisa diidentikkan dengan unsur yang keras (panas) adalah bangunan. Adapun unsur yin bersifat kebalikannya, yaitu lembut (dingin) seperti Bambu Rejeki ini. Jika sebuah kawasan dengan unsur yang terlalu berlebihan dan tanpa adanya unsur yin, hal ini akan berpengaruh pada penghuni kawasan itu sendiri. Demikian pula sebaliknya, jika unsur yin terlalu dominan, juga memberi dampak yang kurang baik bagi penghuni kawasan itu.

Tanaman lainnya adalah Anggrek. Anggrek harus dipelihara dengan hati dan kasih sayang karena konon anggrek mampu mengembuskan aura baik.

sumber http://dhenokhastuti.com/2011/01/21/mengenal-apa-itu-aura/

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *