WALI PAIDI bag 5

meneruskan copas cerita fiksi ilmiah seorang wali bernama paidi yang sarat pembelajaran sisi lain dari ilmiah ….

WALI PAIDI bag 5

#‎untuk‬ edisi ini, tlng jangan salah faham, anggap saja cerita yg terjadi di negri antah berantah, bukan di Indonesia, dengan kata lain ada di Negri dongeng #
__________________

Setelah beberapa hari bersama wali paidi, si murid thoriqoh ini menghadap kepada guru mursyidnya guna melaporkan peristiwa yg dialaminya..
Kira2 sepuluh meter dari gerbang pondok, si murid ini sudah disambut kawannya yg juga mondok disitu dg berkata :

“ kang..sampeyan udah ditunggu mas yai didepan mushollah pondok…”

“ lho..yai sudah menunggu tho…” jawab simurid

“ iya kang…tadi kira-kira 1/5 jam yg lalu aku disuruh mas yai membuat dua kopi dan beliau berpesan, setelah membuat kopi tolong taruh di depan mushollah dan cepat2 kamu kepintu gerbang karena dulurmu akan datang…” terang kawan si murid

Mereka berdua memasuki pintu gerbang pondok yg begitu kecil, pintu gerbang pondok disini memang beda dg pintu gerbang pondok2 lainnya. pintu gerbang disini Cuma satu daun pintunya dg ukuran 1 meter x 2 meter terbuat dari kayu yg dilapisi seng. kalau ada orang yg tidak pernah kepondok ini pasti tidak tahu pintu gerbangnya…

Pernah dulu abahnya mas yai ini mau merenovasi pintu gerbang ini dg membuatnya agak lebar dan diperbagus, tapi malamnya abahnya mas yai ini mimpi bertemu mbah yai yg mengatakan:

“ nak…jangan dipugar pintu gerbang itu, biarlah seperti itu saja, biarlah orang mengira kalau disini tidak ada pondok..”

Setelah mimpi tersebut abah yai urung merenovasi pintu gerbang pondok.
Setelah melewati pintu gerbang pondok si murid dan kawannya ini melihat mas yai sudah duduk sambil merokok di depan mushollah pondok dan didepannya ada dua cangkir kopi….
Si murid mengucapkan salam kpd mas yai :

“assalamu ‘alaikum..”

“wa alaikum salam” jawab mas yai.

Setelah mencium tangan gurunya si murid ini duduk didepan mas yai, sedang kawannya pergi tidak ikut duduk dengannya karena yg di panggil mas yai bukan dia…( inilah adab seorang murid).
Setelah menceritakan pengalamannya, si murid ini bertanya kepada guru mursyidnya:

“yai..ketika sholat dulu,saya mendengar bacaan wali paidi itu tidak sempurna tapi lama kelamaan suara wali paidi ini berubah menjadi sempurna dan sangat merdu…apa maksud semua itu…?”

Setelah menghisap rokoknya dalam2 mas yai ini berkata :

“ kamu kan jelas pernah mendengar, kata Kanjeng Nabi : bau mulut orang yg berpuasa itu wangi bagaikan minyak kesturi dihadapan Allah…., ketika kamu mendengar suara kang paidi itu menjadi merdu, sesungguhnya kuping yg kamu pakai untuk mendengar itu kupingnya gusti Allah…,kalau kupingmu sendiri yg kamu pakai maka terdengar seperti itu jadi terdengar tidak sempurna menurutmu, tapi dihadapan Allah bacaan kang paidi ini begitu merdu…, begitu juga dg bau mulut orang yg berpuasa, akan tercium sangat busuk kalau mencimnya itu dg hidung kita sendiri…”

Simurid ini bertanya lagi :
“apakah kang paidi ini juga orang thoriqoh…?”

“iya..dia murid abahku , kang paidi ini sebelum masuk thoriqoh perilakunya sudah sangat ber thoriqoh…kalau kamu melihat tingkah polahnya yg auwr2an itu hanya untuk menutupi ke_sejati_an dirinya….setahu saya kang paidi ini orang yg tidak punya su’udzon kepada orang lain, kepada siapapun orangnya, baik anak kecil maupun maling , kang paidi ini tetap husnudzon, inilah salah satu kelebihan kang paidi..” jawab mas yai.

“ tapi..mengapa bukan yai sendiri yg mengatakan kepada saya kalau selama ini tempat yg saya kira makkah itu sebenarnya tempat pembuangan sampah..?” tanya si murid lagi.

“ hahahaha….itu memang tugasnya kang paidi…dan lagi, tempat pembuangan sampah itu kan dekat dg mushollah kang paidi, kalau aku yg menunjukkan, kamu akan bingung berada dimana, sedangkan TPA itu jauh dari sini….

****

……Di tempat lain, wali paidi sedang kedatangan seorang tamu yg pingin sekali bisa berangkat haji.

“ kang ..saya ingin sekali bisa berangkat haji..tolong saya dikasih amalan yg bisa membuat saya bisa berangkat haji…” pinta orang tersebut.

“ saya tidak bisa…coba sampeyan minta kepada yai yg lebih mengerti soal itu..saya ini orang bodoh..” jawab wali paidi.

“ tidak kang ..saya tidak keliru krn saya bermimpi kalau sampeyanlah yg bisa menunjukkan jalan tersebut…” bantah orang tersebut

“ baiklah..kalau sampeyan memaksa….sehabis sholat shubuh sampeyan baca surat yasin sebanyak 7 X…kalau ada apa2 sampeyan kesini lagi..” jawab wali paidi

Setelah orang tersebut membacanya selama 1 bulan tapi tidak terjadi apa2 , orang ini kembali kepada wali paidi

“ tidak ada apa-apa kang….” kata orang yg kepingin haji ini

“ kalau gitu bacaan surat yasinnya ditambah surat waqiah sebanyak 7 x…nanti kalau ada apa-apa sampeyan kesini lagi…” kata wali paidi.

Setelah dibaca selama 1 bulan surat yasin dan surat waqiah ini tetap tidak mengeluarkan tanda apa-apa, akhirnya orang ini kembali lagi ke wali paidi.

“ masih belum ada tanda apa-apa kang….” kata orang yg kepingin haji.

Wali paidi terdiam dan memejamkan matanya sebentar selanjutnya dg mantab dia berkata kepada orang tersebut :

“ kalau begitu…tambah lagi dg SURAT TANAH…pasti sebentar lagi sampeyan akan berangkat haji….”

“ ha..ha..ha…” orang yg kepingin haji ini tertawa terbahak bahak mendengar jawaban wali paidi….

“ anu kang…katanya para kiai, haji itu tidak hanya ibadah ruhani saja tapi juga ibadah jasadi terutama ibadah dengan bondo atau duit….” jawab wali paidi dg mimik serius tapi terlihat lucu.

***

Wali paidi berpenampilan lain dari biasanya, dia tampil gaul sekali, memakai sepatu unkl347, celana jeans pensil airplane system, dan kaos merk spilis infection. walaupun semua pakaiannya ini pemberian dari adik mas kiai mursyid yg kebetulan buka toko pakaian Distro Kang Santri.
Dan dengan memakai kaca mata BL hitam invictus , wali paidi berangkat untuk memenuhi undangan mas kiai mursyid dalam rangka tasyakuran dan pembukaan toko onderdil barunya yang mana semua barangnya lansung didatangkan dari luar negeri. mas kiai mursyid ini kalau bisnis memang tidak mau setengah2, sekali terjun beliau langsung menyelam sekalian.
Sekitar jam 09:00 pagi wali paidi sudah sampai ditoko mas kiai mursyid. tampak terop yg mewah yg tidak begitu besar berada di depan toko, dibawah terop sudah berjajar rapi kursi yg terbungkus kain putih yg sebagian besar sudah terisi, di depan terop ada geladak kecil yg juga tertutup kain putih yg diatasnya ada karpet merah yg disebelah kirinya ada piano semacam elektone. music barat slowrock berkumandang mulai awal acara.
Yang unik, ada sebagian tamu yg datang memakai kopyah dan sarung dengan merk mencolok “NU”, sedang tamu lainnya berpaikan ala executive muda.
memang mas kiai mursyid ini mengundang seluruh pelaku bisnis didalam kota dan sebagian dari luar daerah. mas kiai mursyid ini menyeting acara pada pembukaan tokonya ini dg model seperti acara pembukaan toko onderdil pada umumnya, tidak seperti acara yg biasa dilakukan seorang kiai dikalangan pesantren, apalagi mas kiai ini adalah seorang mursyid.

Wali paidi tidak lansung duduk ditempat acara, tapi lansung menuju dapur umum mecari kopi. setelah dapat kopi wali paidi duduk di podjok toko, mengeluarkan sebatang rokoknya. sambil menunggu kedatangan mas kiai mursyid, sambil menyedot rokok mastna wastulasa warruba’a, wali paidi mengawasi semua temu yg datang. wali paidi tersenyum kecil ketika melihat ke kikuk an para tamu yg memakai kopyah dan sarung NU itu, mereka tampak rikuh duduk dikelilingi para tamu yg berpenampilan beda dari mereka dan di tempat yg acaranya tidak di duga oleh mereka sebelumnya. dari arah belakang datanglah seorang pemuda yg penampilannya seperti wali paidi ini, mengahampiri dan duduk disamping wali paidi, pemuda ini adalah adik mas kiai mursyid.

‘’ udah lama kang..’’tanya pemuda ini setelah mrk bersalaman.

‘’ gak, barusan aja datang…” jawab wali paidi.

Sebelum wali paidi bertanya soal tamu yg berkopyan dan sarungan itu, adik mas kiai mursyid ini sudah menjelaskan kpd wali paidi tetang mereka,

‘’ anu kang..,sebenarnya mas kiai mursyid meminta bantuan kepada kiai akhmad untuk mendatangkan santri – santrinya untuk datang kesini guna membantu bagian akomodasi (bagian angkat2 meja) tapi terjadi salah paham, ternyata yg dikirim kiai ahmad kesini adalah para ustadz dan penggede2 thoriqoh, dikiranya mas kiai mursyid mengadakan acara kumpulan thoriqoh, jadinya ya seperti ini hehehe…” adik mas kia mursyid menjelaskan kpd wali paidi

“ oh..begitu tho ceritanya…” jawab wali paidi

Tidak lama kemudian datanglah mas kiai mursyid dg bercelana jeans di iringi cewek2 cantik yg berpakaian minim, tampak seksi2 dan mulus2…..,mereka ini para sales promotion girl yg didatangkan mas kia mursyid untuk mengisi diacara pembukaan tokonya ini.

Para tamu bertepuk tangan menyambut kedatangan mas kiai mursyid ini, kecuali para tamu yg berkopyan dan sarungan. mereka hanya melongo dan terheran-heran melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid ini, memakai jeans dan dikelilingi cewek2 cantik….!!
Di hati sebagian para penggede2 thoriqoh ini, mulai timbul keraguan atas kemursyidan mas kiai ini, dan memang para penggede2 thoriqoh ini sebagian besar dulunya adalah murid abahnya.

Setelah acara ceremonial dimulai dan peresmian atas dibukanya toko onderdil ini sudah dilakukan tibalah waktu hiburan.
Music mulai mengalun, lagi dan yg lebih menggeparkan, mas kiai mursyid ini tampil di panggung mini berjoget ria bersama para sales promotion girl yg berjumlah 15 orang ini…!!!

Para penggede2 thoriqoh semakin melongo melihat mursyid mereka berjoget dan bersenda gurau dg para sales promotion girl yg rata – rata cantik dan seksi ini, wali paidi hanya tersenyum melihat tingkah dan gaya mas kiai mursyid. wali paidi melihat diantara sales promotion girl ini ada satu yg wajahnya sangat mirip dg mulan jameela…wali paidi hanya membathin:

“ ada – ada aja mas kiai mursyid ini..”

Tiba –tiba mas kiai mursyid ini turun dr panggung mini dan menghampiri wali paidi, selanjutnya menggandeng tangan wali paidi, ditarik ikut dan di ajak joget diatas panggung mini dan mas kiai mursyid ini menggandengkan wali paidi dg cewek yg wajahnya mirip dg mulan jameela itu.
Ketika wali paidi memegang tangan cewek yg sangat mirip mulan jameela ini detak dzikir jantung wali paidi semakin kencang, dari tangan cewek ini terdengar kalimat:

“ ya..latief…ya latief…ya..latief…”
Dan dari paha dan pantat sicewek keluar kalimat:
“ ya…jamal…ya..jamal…” dari seluruh anggota badan si cewek ini mengeluarkan kalimat2 asmaul husna…
Wali paidi seakan berjoget ditaman surga, music dan suasana berubah seperti di surga, bunga – bunga yg indah bermunculan disekitar taman harum semerbak mewangi…
Wali paidi berjoget berputar putar mengikuti alunan music yg begitu indah….

Wali paidi baru tersadar ketika mendengar suara mas kiai mursyid:

“ wes kang…ayo balik ke dunia lagi, jangan disurga terus…ini acara jualan onderdil belum selesei…hehehe…..”

Sehabis dari acara peresmian toko mas kiai mursyid, wali paidi pamit pulang.
Sebenarnya uang wali paidi ini sudah habis sama sekali dikasihkan kepada tamu-tamu mas kiai mursyid yg bersarug dan berpeci itu, sebagai uang kaget, kaget atas acara yg begitu menghebohkan.
mas kiai mursyid yg tahu kalau wali paidi ini kehabisan uang malah menggodanya, ketika wali wali paidi pamit padanya:

“ kang..duwit sampeyan kan masih banyak, jadi aku wes gak usah nyangoni, ini garam aja sampeyan bawa…” ucap mas yai musyid “

“hehehe…iya mas yai terimakasih…”ucap wali paidi.

Memang mulai mbah yai, abah yai sampai mas yai mursyid ini garam adalah cenderamata pondok beliau-beliau ini, garam “suwuk” ini bisa digunakan untuk apa saja, mengobati penyakit dhohir maupun bathin, dan masih banyak kegunaan lainnya tinggal niatnya apa bagi yg menggunakannya…

Adik mas kiai mursyid menawarkan untuk mengantar wali paidi ke terminal tapi wali tidak mau:

“ saya jalan kaki saja sambil jalan-jalan menikmati pemandangan..” ucap wali paidi kepada adik mas kiai mursyid.

Setelah bersalam salaman wali paidi pamit dan meneruskan berjalan ke arah terminal, dzikir selalu menyertai setiap langkah wali paidi ini.
ketika wali paidi melintasi jalan di pinggir alun-alun ada segerombolan pemuda yg mengawasi wali paidi, dg tersenyum wali paidi meneruskan langkahnya, wali paidi sebenarnya sudah tahu kalau sebentar lagi dia akan dicegat dan di palak dimintai duwit oleh mereka. ini yg jadi ganjalan hati wali paidi, karena dia sudah gak punya uang sama sekali, dia akan malu sekali karena tidak bisa memberi kpd orang yg meminta.

“kasihan mereka kalau sampai tidak mendapatkan uang dariku” bathin wali paidi.

Wali paidi berusaha menghidar karena malu, dia menyebrang jalan berusaha menghindari mereka tapi gerombolan pemuda ini mengikutinya dan satu orang maju kedepan mencegat wali paidi:

“ duwit..serahkan duwitmu..ayo cepat…” ucap pemuda itu yg rupanya pimpinan gerombolan ini.

Wali paidi dengan tersenyum membuka kaca mata hitamnya dan melihat satu persatu para pemuda gerombolan ini, dikaos pimpinan gerombolan ini ada symbol hati yg bersinar yg bertuliskan “SH”.
mereka yg melihat wali paidi yg begitu tenang jadi keder, dan mereka heran melihat ketenangan dan tampak tidak ada ketakutan sama sekali diwajah wali paidi.

“ mohon maaf yg sebesar-besarnya aku tidak punya uang sama sekali, maaf aku membuat kalian kecewa, uangku sudah habis kukasihkan kepada orang lain “ ucap wali paidi kepada ketua gerombolan ini.

Ketua gerombolan ini hatinya jadi bergetar ketika melihat tatapan mata wali paidi yg begitu teduh, hati pemuda ini jadi damai, dan tanpa disadari mata pemuda ini mulai berkaca-kaca, pemuda ini mulai teringat dg dosa-dosanya selama ini, pemuda ini juga tidak tahu mengapa hatinya begitu trenyuh dan teringat dg masa lalunya teringat dengan pesan-pesan gurunya dahulu.
Kawanan gerombolan ini juga ikut terdiam melihat pimpinan mereka diam tak bergerak sama sekali, mereka jadi heran, biasanya mas gohell (yg nama aslinya sholeh, asal Tegal ) ini kalau ada orang dimintai duwit tapi tidak memberi langsung dipukulinya sampai kelenger, tapi sekarang tidak bergerak menghadapi pemuda ini.

“ saya tidak bisa memberi apa-apa, ini ada garam kalau sampeyan mau, katanya ibu sampeyan sekarang sakit…” ucap wali paidi kepada pimpinan gerombolan ini yg ternyata bernama gohell.

Pemuda yg bernama gohell ini jadi heran setengah mati, pemuda distro ini (wali paidi) kok bisa tahu kalau sekarang ibunya lagi sakit dan sudah berhari – hari ini. hatinya galau memikirkan penyakit ibunya yg gak sembuh-sembuh, hatinya begitu trenyuh dg perhatian wali paidi terhadap ibunya, karena selama ini semua orang dikampungnya tidak ada yg perduli dg keluarganya mereka hanya mencibir tidak pernah memperhatikan keluarganya
Tanpa bisa ditahan pemuda ini terduduk dihadapan wali paidi dan menangis tersedu-sedu…….

Bersambung……

sumber ; https://www.facebook.com/santrionlinenet/photos/a.1725550704330011.1073741828.1722700387948376/1769700343248380/?type=3

You can leave a response, or trackback from your own site.

One response to “WALI PAIDI bag 5”

  1. firman says:

    hmmm menarik ceritanya tadz..
    mohon sambungannya jangan lama2 ^_^
    ketagihan nih…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *