WALI PAIDI bag 8

cerita fiktif imajinatif menurut saya yang oleh pengarang diselibkan beberapa pelajaran ….. monggo disimak

WALI PAIDI bag 8 ( delapan )

Wali paidi tidak berani mencoba ilmu melipat bumi yg dimilikinya, karena wali paidi takut kesasar-kesasar seperti waktu itu.
Wali paidi berjalan sambil mengenang kembali pertemuannya dg para wali juga baginda Nabi barusan, walau paidi tidak dapat begitu jelas melihat wajah Rosulullah krn sangat terangnya nur cahaya tg terpancar dari tubuh Rosulullah, wali paidi masih ingat perkataan Rosulullah ketika acara bersalam-salaman tadi, bahwa bala” atau adzab Allah akan diturun, para wali disuruh oleh baginda Nabi untuk bersiap-siap menerimanya sesuai dg tingkatannya…..

Ketika bala’atau adzab turun yg menanggung pertama kali adalah para wali2 Allah sesuai dg tingkatannya, semakin tinggi derajadnya semakin besar pula adzab yg ditanggungnya, para wali ini melakukan hal tersebut supaya ketika adzab itu sampai kepada umat manusia lainnya tinggal sedikit dan ringan…masya Allah betapa besar rasa cinta mereka kepada kita semua. kadang bala’atau adzab Allah itu tidak sampai meimpa umat manusia karena sudah habis ditanggung para wali. kalau bala’atau adzab Allah itu begitu besar dan luas maka adzab itu baru menimpa manusia, dan bala’atau adzab yg paling ringan yg diterima oleh umat manusi adalah:

“ndas ngelu gak ngerti sebabe”

kepala pusing tidak tahu penyebabnya disertai dg perasaan sedih dan galau yg tidak tahu penyebabnya juga…

Tanpa terasa wali paidi sudah sampai dijalan raya dan dilihatnya ada sebuah truck yg melintas, wali paidi menyetop dan minta tunutan…..

Setelah dari pertemuan di gunung pring magelang jawa tengah, wali paidi jatuh sakit, karena perjalanan yg ditempuh wali paidi tidak semestinya, wali paidi pindah dari truck satu ke truck lainnya, kadang kehujanan kadang kepanasan, dan tubuh wali paidi tidak kuat menerima semua itu dan jatuh sakit.
Wali paidi terbaring tak berdaya dipembaringan, badannya panas, matanya terlihat semakin cekung karena kurang tidur, tapi senyumnya masih tetap sama, cerah dan menyenangkan seperti orang tidak sakit. para tetangga satu persatu menjenguk wali paidi, ada yg membawa buah2an dan ada yg memberi uang, sebagian para tetangga berinisiatif mengantarkan wali paidi untuk berobat di rumah sakit terdekat , tapi wali paidi menolaknya

“terima kasih, biarlah , dua atau tiga hari akan sembuh sendiri “ jawab wali paidi

Para tetangga sangat sayang kepada wali paidi ini, bukan karena wali paidi ini wali ( karena para tetangga tidak tahu kalau paidi ini seorang wali ) dan bukan juga karena wali paidi ini orang kaya.
tapi karena wali paidi ini orang yg dermawan, suka menolong dan sopan terhadap yg tua dan sayang terhadap yg muda

Ketika memasuki hari ketiga , tubuh wali paidi demam tinggi. sehabis sholat isya yg dilakukan dg terbaring, tubuh wali paidi tdk kuat menahan, dan wali paidi tidak sadar ( pingsan ) , dia baru tersadar ketika merasakan ada orang yg menyeka tubuhnya dg handuk dingin, orang ini sangat ganteng dan bersih, seorang pemuda yg sangat tampan

“ siapakah anda “ tanya wali paidi

“ saya adalah amalan sholawat yg biasa sampeyan baca, saya akan menjaga sampeyan sampai sembuh “ ucap pemuda ini

Wali paidi kaget juga mendengar penuturan pemuda ini,

“ apakah aku sudah mati “ tanya wali paidi

Dg tersenyum pemuda ini menjawab
“ belum “

Wali paidi tertegun dan terdiam. tidak lama kemudian ada yg mengetuk pintu kamar wali paidi

“ assalamu’alaikum…” ucap tamu tsb

“ wa alaikum salam ..” jawab wali paidi dan pemuda ini berbarengan
Pemuda ini membungkukkan badannya dan berbisik kepada wali paidi

“ kang, tamu yg datang ini adalah malaikat “ bisik pemuda

“ apakah malaikat izrail “ tanya wali paidi

“ hehehe, bukan tapi malaikat rohmat “ jawab pemuda

“ kalau begitu bukakan pintu kamarnya mad, gak pa2 kan kalau km aku panggil somad “ ujar wali paidi

“ iya gak pa2 kang “ jawab somad dg membuka pintu kamar

Tampaklah yg masuk seorang pemuda yg juga tampan dg membawa baskom

“ siapakah anda “ tanya wali paidi

“ saya malaikat rohmat “ jawabnya

“ kopikah yg kau bawa dibaskom itu ??“ tanya wali paidi

“ hahaha…kang..kang “ somad tertawa mendengar pertanyaan wali paidi

Malaikat rohmat lalu meletakkan baskom di meja sebelah tempat tidur wali paidi lalu menjawab

“ bukan kang, tapi air dari telaga kausar guna diminum dan buat wudlu”

Lalu malaikat yg berwujud pemuda tampan ini pamit, dan sekitar 5 menit kemudian datang tamu lagi, ternyata baginda nabi muhammad yg datang. kamar wali paidi langsung harum semerbak, wali paidi berusaha bangkit, tapi nabi menyuruhnya tetap berbaring

“ ali firdaus, bergembiralah…karena derajadmu sudah dinaikkan oleh Allah “ ucap nabi kepada wali paidi

Nama wali paidi ini memang sebenarnya ali firdaus, tapi nabi khidir memanggilnya dg sebutan paidi , nama yg berasal dari kata faedah. nabi khidir berharap wali paidi ini menjadi orang yg berfaedah, karena sebaik2 manusia adalah orang yg bermanfaat buat sesamanya dan itu akhirnya terbukti.

Wali paidi mendengar perkataan nabi ini hanya bisa menangis, tidak bisa berkata kata, dia hanya bisa menangis dan menangis lagi.

Setelah nabi keluar, datanglah nabi Khidir, beliau nabi Khidir banyak menurunkan ilmu2 hikmah yg luar biasa kepada wali paidi, walaupun pertemuan wali paidi dg nabi Khidir ini begitu singkat tapi ilmu yg didapat wali paidi sama dg ilmu orang yg belajar selama 100 tahun.

Berikutnya datang silih berganti wali2 yg dikenal wali paidi, dan menjelang shubuh datanglah mas kiai mursyid guru dari wali paidi. ketika mas kiai mursyid datang, tubuh wali paidi sudah segar dan sehat, mas kiai mursyid datang dg membawa kopi dan rokok. setelah sholat shubuh berjamaah dg mas kiai mursyid , mereka melanjutkan dg acara ngopi dan ngerokok bareng. wali paidi sekali lagi dapat wejangan2 dari mas kiai mursyid, mas kiai mursyid sedikit membuka rahasia arsy, membuka jalan yg akan dihadapi wali paidi kelak. dan setelah sholat dhuha mas kiai mursyid pulang.

Memang para wali2 Allah itu ketika sakit banyak mendapatkan ilmu2 hikmah yg luar biasa, kita melihat mereka dg pandangan kasihan karena sakit yg di deritanya, tapi dibalik itu semua para wali2 Allah sangat berbahagia ketika dirinya sakit.

Bersambung…..

ALLOHUMMA SHOLLI WASALLIM WABARIK ‘ALA SAYYIDINAA MUHAMMAD

sumber cerita : https://www.facebook.com/santrionlinenet/posts/1769955169889564:0

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *