Whirling

beberapa waktu yang lalu di YKS yang ditayangkan di TV9, tampil juga tarian putar yang dipopulerkan oleh Syekh Jalaluddin Rumi, apa itu whirling?

Whirling dervishes, atau dalam bahasa Turki disebut dengan “Semazen” ialah

gerakan berputar yang merupakan salah satu ritual dalam tariqat Mawlawiyah (Mevlevi).

Whirling merupakan ekspresi rasa syukur terhadap Tuhan yang Maha Pencipta. Gerakan whirling/sema’ ialah gerakan berputar yang memiliki poros (sumbu), seperti halnya berputarnya planet-planet, atom-atom, dan alam semesta dalam rangka bertasbih mensucikan dan mengagungkan sang Pencipta.

Filosofi dari Whirling dervishes diantaranya adalah cinta, dzikrullah, dan dzikrul maut. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik, bahwa dahulu seorang arab badui pernah mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya tentang waktu datangnya hari kiamat. Rasulullah SAW kemudian balik bertanya apa saja yang telah arab badui ini siapkan dalam rangka menghadapinya. Sang arab badui pun menjawab,”Mahabbataka ya Rasulallah!”. Kemudian Rasulullah SAW menimpali,”Sesungguhnya dia (arab badui tersebut) akan bersama orang yang dia cintai”.

Mawlana Shaykh Hisyam Kabbani – guru spiritual tarekat Naqsybandi Haqqani mengatakan bahwa setelah mendengar perkataan Rasulullah SAW itu, sayyidina Abu Bakar bertanya,”Apakah kami pun demikian?”. Rasul SAW menjawab,”Benar”. Jawaban tersebut kemudian membuat sayyidina Abu Bakar begitu gembira sehingga beliau berputar-putar dihadapan Rasulullah SAW dengan jubahnya.

whir2(Mawlana Shaykh Hisyam Kabbani mencontohkan bagaimana sayyidina Abu Bakar berputar)

Beberapa ratus tahun kemudian, Mawlana Jalaluddin Rumi – pendiri tarekat Mawlawiyah dan juga merupakan salah satu keturunan Rasulullah SAW, menjadikan gerakan berputar (whirl) ini sebagai ritual utama didalam tarekatnya.

Didalam ritual Sema’ atau Semazen, atau yang lebih dikenal Whirling Dervishes, terdapat perlengkapan yang mempunyai makna yang begitu mendalam. Topi tinggi yang disebut dengan “Sikke” melambangkan batu nisan, sementara sang darwis mengenakan baju gamis berwarna putih dengan bagian bawah yang melebar, disebut dengan “Tennure” yang melambangkan kain kafan. Sementara ikat pinggang warna hitam mempunyai peranan untuk membedakan daerah Qalbu (bagian atas) dengan daerah Nafs/Ego (bagian bawah), dan jubah panjang warna hitam yang disebut dengan “Hirka” yang melambangkan kegelapan alam kubur. Dengan mengikuti prosesi Sema’ ini, para darwis diharapkan selalu mengingat kematian (dzikrul maut), sehingga membantu mereka dalam menekan ego, dan nafsu angkara di dunia ini.

Telapak tangan kanan yang dibuka menghadap ke langit merupakan lambang dari pengharapan atas kekuatan cinta yang ilahiah, surgawi (heavenly) nan suci. Sementara telapak tangan kiri yang menghadap bumi merupakan perlambang dari disebarkannya kekuatan cinta tersebut kepada sekitarnya. Para darwis berputar mengharap kekuatan cinta ilahiah dan menyebarkannya pada sekitarnya, tidak ada yang disisakan bagi diri mereka. (sumber : http://heavenlyhealingteam.org/index.php?option=com_content&view=article&id=90&Itemid=179)

Ada juga status facebook dari Muhammad Arif Majdi II : Dawuh Pertama Syaikh Mus pada tim ini pertama kali adalah,”Whirling JANGAN sekali-kali dipakai ngamen!”. Dilanjutkan dgn pelurusan niat bhw yang pertama kali dilakukan bukanlah fokus pd “whirling”nya tp pada zikrullah nya. Sayyidina Rasulullah ﷺ sangat gembira ketika kedatangan sahabat beliau sehingga beliau berdiri dan berteriak,”Yaa Abu Bakar!”, lalu Beliau ﷺ berputar (syaikh mencontohkan Rasulullah berputar). Whirling itu bukanlah diletakkan pd kekuatan fisik (sy menafsirkan perkataan syaikh Mus yg ini sbg banter-banteran putaran kaki, apalagi banyak-banyakan “job-joban”/panggilan-panggilan, masha allah…), tetapi whirling ini letaknya pada hati. Pertama bersihkan hatimu terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan resapkan kecintaanmu, kerinduanmu, rasa sayangmu akan Rasulullah ﷺ dengan cara menggetarkan hatimu. Ketika hatimu sudah mampu bergetar, maka engkau akan dapat meresonansikan getaran cinta tersebut pd orang-orang yg berada di sekelilingmu. (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=394671370733334&set=a.148495568684250.1073741828.100005714231986&type=3&theater)

whirling

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *