WOW ulama dulu tu dah modern sebelum yang lain modern!

Luar biasa, sistem pendidikan pesantren kini menjadi tren baru dunia pendidikan luar negri

Muslimedianews, Jakarta ~ Boarding School saat ini menjadi tren baru pendidikan di luar negeri (LN) yang patut dicermati. Potret tersebut dapat dilihat di Inggeris, yang sekarang ini lagi tren diberitakan sekolah-sekolah baru dalam bentuk boarding school dan juga langsung disikapi oleh pemerintah Australia.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agama ketika menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2013 di Jakarta, Sabtu Malam (28/9). Di Inggeris, Australia, dan New Zealand sedang tren rame-rame membuka boarding school untuk tingkat SLTA.

“Mereka menyadari betul, bahwa boarding school adalah lembaga utuh menciptakan karakter masa depan bangsanya. Salah satu poinnya disitu adalah, boarding school memanfaatkan malam hari sebagai waktu untuk menempa karakter siswa”, ujar Wamenag.

“Ternyata internalisasi nilai-nilai karakter itu justru menjanjikan dan memberikan sesuatu yang lebih positif manakala anak-anak seusia itu di-boarding”, lanjut Wamenag.

Wamenag mengutip kesimpulan seorang profesor yang datang ke Indonesia untuk melakukan penelitian tentang pondok pesantren (Pontren). Kesimpulannya cukup mengagetkan, bahwa sistem pendidikan pontren adalah modern, padahal di Indonesia konotasi pontren kita adalah tradisional.

Di pontren menurut Wamenag, peran guru sangat-sangat sentral selain kurikulum yang sederhana. Pontren-pontren dalam sejarahnya tidak terlalu mementingkan soal kurikulum. Kadang-kadang kitab Tafsir Jalalain dari awal sampai akhir, tidak tahu kurikulumnya seperti apa.

“Yang jelas, Kiai-nya sangat bagus, tenaga-tenaga pengajarnya mengajar dengan hati”, ujar Wamenag.

Dan out put-nya lanjut Wamenag, seperti yang kita saksikan, jarang sekali pontren melakukan dan mensponsori demo dan lainya dan tapi justru menjadi sandaran moral, hal ini juga ada pada lembaga pendidikan agama tidak terkecuali pendidikan di agama-agama lain.

“Pendidikan yang bermasa depan itu tidak lain adalah pendidikan yang berkarakter keagamaan”, ujar Wamenag.

Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2013/09/luar-biasa-peneliti-simpulkan-sistem.html#ixzz2gOacCsht

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *