pandangan “mata ke-5”

judulnya kerenkan? biasanya mata ke-3, ni ke lima, belum yg ke-9 …. pengen nulis ini terinspirasi dg film bleach, dimana ichigo sang prmandu ruh karbitan melawan hollow si jiwa tersesat, ketika pertarungan antara ichigo dan grandfisher hollow (gitu ta namanya?) merembet ke tengah kota dan menimbulkan kerusakan berat di sana sini, tapi anehnya orang2 yg

teringat sma dulu ikut ekstra

mas iqbal … teringat dulu ikut ekstra kungfu krn dia kmd tertarik ikutn, dia jg mngajarkn teknik pernafasan yg dlu dia plajari di pn, secara garis besar latihannya untuk memperoleh kekuatan fisik dn “tenaga dalam” (bener gak sih?) sama, menurut saya sih … maklum ora biso … pertama, pemanasan, kmd pernafasan yg keras/lembut, latihan fisik

yang membentuk kita adalah memori kita

klo gk salah itu yg sy tangkap dr film nextgen, dlam bahasa lain mbah kyai bilang walau kelakuan sama dan semuanya sama, tetapi tetap masing2 mempunyai cerita yg berbeda … contoh, didaerah baru kmd ia kecopetan, kmd prgi dr daerah tsb, bisa jd ia akan crita, disna loh banyak copetnya, hati2. brbeda dg org lain

memcoba update melalui app wp

untuk memudahkn update akhirnya install wordpress app, dan mencoba update post, alhmdulillah hasil … tp ni td ciba buka menu komentar, merasakan ada komentar2 yg seingat sy ktika buka admin blog gk kelihatan, lah mellui app ni, ada .. coba memoderasi (ada tulisan tertunda) klik izinkan eh … gak hasil, galat2 gitu deh … belajar

cobaan hidup

mendapat nasehat ust ichwan, cobaan dalam hidup ibarat segenggam garam, tergantung wadahnya, jika hatimu seluas gelas maka rasanya asin benget, tp jk hati seluas danau maka tetap seger saja airnya walau kecampuran segenggam garam, astaghfirulloh wal hamdulillah

apa itu ibadah?

dalam rukun islam katanya yg menjadi puncak dan penyempurna adalah haji, tapi jika dilihat dan amati pelaksanaan haji dan umroh, seperti hanya main2, hny duduk2, tidur2, jalan2, muter2, lari2 kadang diiringi berdesakan, banyak jg selingan ngobrol ngalor ngidul, makan minum, bercanda walau dalam buku yg sy baca hal yg paling harus dihindari adalah marah dan

rumah kekasih …

lama tidak bertemu semenjak pertemuan terakhir, engkau tanya siapakah dirimu? hanya jawaban yg sesuai dg keinginanmu yg diterima, akhirnya engkau lepas ditempat yg jauh pemandangan dan keunikan menghiasi mata, kemerduan dn kebisingan menyelingi telinga, terik panas dn dingin menusuk angin menemani, bebauan mnyengat dr mulut ke hidung setelah lama akhirnya bisa berkunjung, walau hanya berada

Hendak menulis …

Belum ketemu sistematisnya …. Memang sulit untuk menuliskan jiwa ke dalam huruf dan kata, Butuh belajar dan latihan untuk memperolehnya …. Setiap kata bisa saja terucap, tetapi hanya sedikit yang bermakna … Kalau bisa …. Kalimat pengharapan yang entah terwujud atau tidak … Bagaimana juga tetap ada makna dibaliknya …

Kembalilah wahai hati-hati yang tenang

Kembalilah wahai jiwa-jiwa, hati-hati yang tenang kepada Tuhanmu, dalam keadaan ridlo dan diridloi, Bagaimana jk belum tenang? Tenanglah wahai hati-hati yang gundah … Masih belum bisa juga? Bersamalah dg hati-hati yang telah tenang agar tenang hatimu Belum tenang juga? Bersabarlah dan paksalah agar tenang, semua juga proses …