10 Muharrom, peristiwa Karbala dan Keturunan Nabi di Indonesia

“If people will fast on 10th Muharram with the intention that Allah takes their difficulties, their problems and Allah changes their fastings of Ramadan from imitational fasting to real fasting. And asking Allah to forgive them their sins from their childhood from when they were born until their death, then Allah might… it is not might.., but Allah will accept, because Allah is merciful with His servants. May Allah forgive us all.” (Shaykh Hisham Kabbani)

Dianjurkan oleh Baginda Rasulullah ﷺ kepada kita untuk berpuasa di hari asyura. Baginda ﷺ ketika di Madinah melihat penduduk Madinah diantara orang-orang yahudi, mereka berpuasa di hari asyura sehingga Baginda Nabi berasa hairan mengapa orang yahudi berpuasa di hari asyura.

Maka mereka menjawab bahawasanya kami orang yahudi berpuasa di hari asyura kerana hari asyura adalah hari di mana Allah ﷻ menenggelamkan firaun dan menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil daripada tentera Firaun maka kami berpuasa tanda kami bersyukur.

Nabi Muhammad ﷺ ketika mendengar jawapan yang diberikan oleh orang yahudi mengatakan kepada Para Sahabat Baginda ﷺ.
Maka Nabi ﷺ sabda,
“Kami lebih berhak untuk menghargai Nabi Musa daripada kalian sebab kami benar-benar mencintai Nabi Musa dan Para Nabi Allah,Utusan Allah ﷻ ”

Sehingga Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan, memerintahkan kepada Para Sahabat bahkan kepada ummatnya sekalian untuk berpuasa di hari asyura. Ganjaran pahalanya besar. Ketika ditanya mengenai berpuasa di hari asyura.

Baginda Rasulullah mengatakan bahawa orang-orang yang berpuasa di hari asyura dosa-dosanya selama setahun terdahulu diampuni oleh Allah ﷻ .

Kemudian juga dianjurkan bagi orang yang ingin berpuasa di hari asyura agar dia berpuasa juga di hari tasu’a. Rasulullah ﷺ ketika berpuasa di hari asyura, Baginda mengatakan kalau tahun depan aku masih lagi hidup maka nescaya aku akan berpuasa di hari asyura dan sebelumnya juga iaitu hari tasu’a yakni tarikh kesembilan pada bulan Muharram.

Namun sebelum datangnya hari asyura tahun berikutnya. Baginda Rasulullah telah wafat,meninggal dunia. Akan tetapi,Baginda Rasulullah ﷺ menganjurkan dan berniat untuk berpuasa di hari Tasu’a dan hari Asyura.
Sebagaimana di dalam beberapa hadis Rasulullah ﷺ ketika menganjurkan untuk berpuasa di hari asyura. Hendaklah seseorang itu berpuasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya. ( AlHabib Ahmad Jindan)

Seperti dijelaskan diatas bahwa Bahwa Awal disyari’atkan puasa asyuro adalah peringatan kejadian yang terjadi di masa-masa nabi sebelumnya, diantaranya :

1. Nabi Adam bertaubat kepada Allah
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama 6 bulan
4. Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud
5. Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa
6. Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara
7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah
8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya
9. Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam
10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun
11. Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah
12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar
13. Hari pertama Allah menciptakan alam
14. Hari Pertama Alllah menurunkan rahmat
15. Hari pertama Allah menurnkan hujan
16. Allah menjadikan ‘Arasy
17. Allah menjadikan Luh Mahfuz
18. Allah menjadikan alam
19. Allah menjadikan Malaikat Jibril
20. Nabi Isa diangkat ke langit.

Dan selepas meninggalnya Rosululloh saw, ada juga kejadian penting yang patut kita ketahui yaitu tragedi Karbala yang mengakibatkan wafatnya cucu Rosululloh saw yaitu Sayyidina Husain.

Seperti yang telah berlaku sejak khalifah Abu Bakar, bahwa pemilihan Khalifah dipilih adalah beberapa sahabat pilihan (dewan syuro, syuriyah?) diberi amanat untuk berijtihad dan beristikhoroh kemudian bermusyawarah menetapkan khalifah berikutnya. Setelah Kekhalifahan Sayyidina Ali kw, Khalifah yang terpilih saat itu adalah sayyidina Husain. tetapi untuk menghindari perpecahan yang berpotensial terjadi pada para muslimin maka Al-Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah bin Abi Sufyan. Ia meninggalkan khilafah lahiriah ini hingga wafat. Ia memilih menjadi khalifah Rasulullah SAW dalam menyampaikan kebenaran, memberikan bimbingan, mengajar, memberi petunjuk, berbudi pekerti luhur, bersikap belas kasih dan sifat-sifat mulia lain yang telah dilekatkan oleh Allah dalam dirinya. Inilah buah dari didikan Rasulullah, Muhammad SAW.

Pada masa pemerintahan Mu’awiyah, beliau menunjuk anaknya Yazid bin Mu’awiyah sebagai putra mahkota yang selanjutnya menggantikannya kelak, ini tidak meneruskan tradisi pemilihan Khalifah sebelumnya, ini lebih mirip seperti tradisi raja-raja (mungkin ini gambaran, setelah nabi, ada zaman khalifah, kemudian raja, kemudian pangeran, kemudian penguasa dholim, kemudian Al Mahdi akan muncul di akhir zaman).

Akhlak mulia Al Hasan juga tercermin pada adiknya, Al-Husain.  suatu peristiwa besar terjadi, yaitu ketika Yazid memerintah Baghdad dan orang-orang Baghdad datang ke Madinah untuk meminta pertolongan kepada Sayidina Hussains (r). Sayidina Hussain (r) berjanji bahwa beliau akan menolong mereka. Banyak Sahabat yang memperingatkan agar beliau tidak pergi, tetapi beliau pergi dan selama 10 hari pertama di bulan Muharram. Ternyata mereka menipunya, tidak mempercayainya, mengkhianatinya, dan meninggalkannya. Namun, ia rela. Ia sudah memperkirakan pengkhianatan ini. Namun, mati syahid tampak di depan mata. Sepeninggal kakaknya, Al-Hasan, giliran ia yang menyimpan rindu bertemu kakeknya, Rosululloh saw.

Sayidina Hussain (r) mengalami masalah yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang pun. Cucu Nabi (s) dimutilasi! Yang termuda di antara mereka berusia 7 bulan, bernama Ali Al-Asghar (r) yang kehausan. Mereka tidak memberikan air sampai akhir hayatnya. Kakaknya juga, Ali Al-Akbar (r), yang mengalami kematian yang mengenaskan. Ada 313 Syuhada Karbala. Kita tidak memperingati hari ini, tetapi kita mengenang Sayidina Hussain ketika kita berpuasa pada hari Asyura. Kita tidak boleh melupakannya.

Al-Imam Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin al-Imam Ja’far Shadiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al Imam Al Husain Al Sibth bin Al Imam Ali bin Abi Thalib  dan Fatimah Az Zahra Putri Nabi Muhammad SAW, ketika menyaksikan munculnya bid’ah, pengobralan hawa nafsu dan perbedaan pendapat yang makin menghangat, maka beliau hijrah dari negaranya (Iraq) dari tempat yang satu ke tempat yang lain hingga sampai di Hadramaut, beliau bermukim di sana hingga wafat.

Beliau mempunyai dua orang putera yaitu Ubaidillah dan Muhammad. Ubaidillah hijrah bersama ayahnya ke Hadramaut dan mendapat tiga orang putera yaitu Alwi, Jadid dan Ismail (Bashriy). Dalam tahun-tahun terakhir abad ke 6 H keturunan Ismail dan Jadid punah dalam sejarah, sedangkan keturunan Alwi tetap lestari. Mereka menamakan diri dengan nama sesepuhnya Alwi, yang kemudian dikenal dengan kaum Sayyid Alawiyin.

Kita dapat menyaksikan bahwa sekarang anak cucu dan keturunan Imam Ahmad bin Isa menyebar di berbagai pelosok Hadramaut, dan di daerah pesisir lautan Hindia, seperti Asia Tenggara, India dan Afrika Timur. Para da’i dan ulama-ulama mereka mempunyai peranan yang besar di tanah air mereka yang baru. Karena itu para penguasa, sultan, dan penduduk-penduduknya memuliakan mereka karena karya mereka yang baik dan agung.

Para sayyid Alawiyin menyebarkan da’wah Islamiyah di Indonesia melalui dua tahap, pertama hijrah ke India. Kemudian  dari India ke Nusantara, Semisal keluarga Abdul Malik yang diberi gelar ‘Azhamat Khan’. Di mana wali songo yang terkenal di tanah Jawa merupakan keturunan beliau Al AzhamatKhan. Da’wah Wali Songo kemudian diteruskan oleh keturunan (atau murid) yang umum disebut Kyai oleh orang jawa.

Para Sayyid Alawiyin selain ada yang melalui India sebelum ke Nusantara, ada juga yang langsung dari Hadramaut ke Nusantara, yang mereka lebih dikenal dengan sebutan Habib.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *