perbedaan

“jangan menyepelakan diri kalian sendiri, jangan mengecilkan kontribusi kalian”

“lihatlah pentil di mobil, ia barang kecil dan bahkan tidak terlihat, apabila ia tidak ada, apa yang terjadi? mobil tidak dapat berjalan”

“Sayyidina Umar di masa kekhalifahannya, memerintahkan 4 orang sahabat untuk memilih khalifah yang berikutnya, “bila kalian semua sepakat memilihnya maka angkatlah ia menjadi khalifah, bila ada salah satu dari kalian yang berbeda, maka bunuhlah ia agar di masa depan tidak menimbulkan fitnah, dan bila masing-masing 2 orang berbeda pendapat, maka angkatlah anakku ibnu Umar menjadi Khalifah”

Ketika Syekh Ubaidillah Al Akhror meninggal dunia, beliau tidak menunjuk seseorang menjadi penerus beliau, beiau hanya berwasiat “sepeninggalku, lemparkanlah turbanku, dimana turban tersebut jatuh ke kepala seseorang, maka dialah penerusku” dan benarlah wasiat tersebut dilaksanakan, turban tersebut dilempar ke atas, turban tersebut berputar kepada orang yang hadir, orang-orang memasangkan kepalanya berharap agar turban tersebut ke kepalanya, anehnya turban tersebut berputar mengitari yang hadir dan jatuh ke kepala seorang yang kerjaan kesehariannya hanya menyapu, menata sepatu dan membantu, semua yang hadir merasa tidak pecaya, bagaimana ia menjadi penerus Sang Syekh, maka mereka mengulangi lagi hingga 3x dan kejadian yang sama terjadi, maka sadarlah mereka. Mereka bertanya kepada orang tersebut “bagaimana kau orang biasa ditunjuk oleh syekh?” beliau menjawab “setiap hari aku melayani murid-murid Syekh, dan bagaimana keadaanku tanpa Syekh, Aku bukanlah apa-apa” orang tersebut adalah Syekh Muhammad Al Zahid, Zahid bukanlah nama beliau, iatu adalah julukan beliau

“Di rejoso awal kali yang mengajarkan baik syariat maupun thariqat adalah KH. Kholil”

doa iftitah “kabiro ……” merupakan riwayat dari sahabat sedang “Allohumma Baidh …” merupakan riwayat dari sayyidatina Aisyah, perbedaan ini tidak perlu dibuat ribut, Sahabat menyaksikannya dimana? di masjid bersama para sahabat, Aisyah menyaksikannya dimana? di rumah, perbedaan tidak perlu menjadi perpecahan, ya dibaca semua …

“persaksiaan setiap sahabat berbeda-beda”

Persaksian (kesungguhan) terhadap Syahadatain dalam sholat oleh Sayyidina Abu Bakar, dimulai dengan Sholat Syukur Wudlu, Sholat Qobliyah, Al Ikhlas3x, tawassul, Sholat Wajib, …..

Setiap kejadian ada kalanya dimulai dengan sebab tapi Allah juga berkuasa menjadikan sesuatu tanpa sebab, contohnya anak dari afrika yang lahir di keluarga nasrani, ketika mau dibaptis, ia dapat membaca Al Qur’an, bagaimana seorang bayi dapat membaca Al Qur’an bila bukan karena Allah?

Al QUr’an bersifat “tidak terbatas” dan jangan sampai lupa membaca Al QUr’an.

Kyai Wahid Hayim selama menjadi menteri, dikantor beliau selalu mengaji, dari berangkat hingga pulang, beliau dapat satu khataman

Mursyid adalah orang yang mempunyai personaltouch, dan tidak dapat memaksakan seseorang untuk memiliki mursyid yang sama, karena tiap orang berbeda.

Mursyid akan mengenal muridnya dari masa lalunya, masa depannya dan masa sekarang serta memiliki “sentuhan pribadi terhadapnya secara langsung”

Tujuan pendidikan Nasional itu diambil dari PMII yang terinspirasi dari definisi pendidikan oleh Imam Ghozali.

Ketika beliau masih kecil, Kyai Romli menjelang Sholat memanggil “borek” untuk SHolat berjamaah, kemudian setelahnya berdzikir hingga terang, setiap akan bergerak, maka beliau ditimpuk uang receh oleh Kyai Romli, hingga banyak, kemudian setelah selesai berdzikir, beliau diajak berjalan-jalan keliling, menanyai para tetangga kabar atau kebutuhannya, bila ada yang butuh, Kyai bilang “kamu nggak ingin uang kamu bertambah?” beliau menjawab “mau” “maka ayo berikan uang kamu itu kepada mereka” hingga uang ditangan habis. begitulah Kyai Romli mendidik beliau.

Suatu saat ada Orang yang datang kepada Kyai Hamid dengan membawa bunga-bunga minta di doain, tetapi Kyai hamid memerintahkannya untuk menaruh bunga tersebut di sajadah dan tempat tidurnya agar ibadah nyaman, bersama istri juga senang, beberapa waktu kemudian ia kembali dengan membawa hasil tangkapan Ikannya untuk mengucapkan terima kasih, tetapi Kyai Hamid berkata “Loh Aku belum sempat berdoa” bagaimana Kyai hamid tidak berdoa? begitulah para wali menyembunyikan amal iabadahnya.

nawaitul Arbain ……. nawaitu Takhammul …….

Suatu saat beliau dengan beberapa murid di suatu acara diradio, begitu banyak yang menghubungi dan bertanya, beliau mengatakan kepada para murid beliau “ini karena kalian, hati kalian yang mengundang mereka”

Kalian adalah Anjing-anjing sang Syekh, dan Sang Syekhlah pemburu sebenarnya

 

 

pahing jagalan

maaf catatan berantakan, karena begitu penuh dan luar biasa, hingga oh dan oh serta berputar-putar bingung serasa diudek-udek, isi juga menggunakan “seingat saya dan sepaham saya serta sebahasa saya” maaf banget bila ada kesalahan dan kekurangan

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *