Allahumma ‘r-zuqni hubbaka wa hubba man ahabbaka wa hubba man yuqarribuni ila hubbika

Berdoa memohon agar Tuhan kita membukakan kalbu kita kepada Cinta Ilahiah-Nya adalah permintaan yang paling penting di dalam doa kita, karena tidak ada yang dapat menggantikan cinta.

Nabi Suci (s), Habibullah, Kekasih Allah, yang Allah ciptakan dengan khamir cinta, yang sangat dicintai Allah sehingga Dia menganugerahkan seluruh ciptaan-Nya untuknya, bahkan dengan semua itu, Nabi (s) tetap meminta Cinta Ilahi–mengapa? Karena siapa yang telah merasakan cinta itu, ia akan memintanya lebih banyak lagi. Orang yang kalbunya keras seperti batu tidak akan meminta Cinta-Nya Allah, tetapi mereka yang telah mencicipi sedikit rasa dari cinta itu tahu bahwa itu adalah kunci bagi semua kemajuan spiritual, kunci bagi rahmat, keindahan, hikmah, dan semua nikmat yang Allah karuniakan kepada hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itu, Nabi Suci (s)mengajarkan seluruh umat manusia tentang apa yang paling berharga di dalam hidup ini.

Kemudian doa ini berlanjut, “Dan karuniakanlah kepadaku cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu.” Level pertama, “Cinta Ilahi”, adalah Maqamnya para Nabi, dan kalian tidak bisa melangkah dari tangga terbawah menuju tangga teratas dalam satu langkah. Allah (swt) termasuk wilayah yang gaib, kalian bahkan belum memahami apa-apa mengenai Dia (azza wa jalla)–tetapi untuk mencintai orang-orang yang melambangkan Cinta-Nya di antara manusia adalah mudah, karena dengan mudah kita dapat memahami dan mencintai sesama manusia seperti kita. Kalian tidak akan menemukan apa-apa di dalam kalbu mereka, kecuali Cinta kepada Allah; oleh sebab itu mencintai mereka merupakan sebuah jalan untuk mendekati Cinta Ilahi.

Terakhir, Nabi Suci (s) memohon cinta untuk perbuatan-perbuatan yang dapat mengantarkannya menuju Cinta Ilahi, yaitu amalan-amalan yang membawa berkah bersamanya, yang mampu melunakkan kalbu kita dan melemahkan keserakahan dan keegoisan kita. Ini adalah amalan yang dianjurkan oleh Tuhan kita melalui teladan yang diberikan oleh Nabi-Nabi-Nya, amalan yang diperintahkan dan dianjurkan di dalam kitab-kitab suci-Nya.

Dan, meskipun pada awalnya kondisi batin kita tidak sesuai dengan amalan suci ini, namun dengan melibatkan anggota badan kita dengan hal-hal yang diridai Tuhan kita, pada akhirnya Dia akan memperkuat kalbu kita.

Ini adalah tiga level cinta yang diminta di dalam doa Nabi, dan hikmah yang tercermin dalam doa ini merupakan bukti yang cukup bagi kebenaran Nabi Muhammad (s). Sementara orang-orang beriman harus selalu meminta cinta itu, Setan justru selalu memerangi gagasan itu, karena ia tahu bahwa sekali cinta itu masuk ke dalam kalbu salah satu budaknya, ia akan kehilangan budak itu, karena ia tidak akan mampu lagi menjeratnya dengan kesenangan dunia ini. Orang yang telah mencicipi cinta itu bahkan tidak akan memperhatikan kesenangan duniawi itu, atau hanya menganggapnya sebagai sebuah tetesan di samudra.

Sultanul Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an Naqshbandi

To ask our Lord to open up our hearts to His Divine Love is the most important request we can make of Him in our prayers, as nothing can take the place of love.

The Holy Prophet, who is called the Beloved of Allah, whom Allah created with the yeast of love, and whom Allah loved so much that He dedicated the creation to him, even this beloved Prophet asked Allah for Divine Love – why? Because who tastes of that love ask for more. Whose heart is like a rock will not ask Allah for this love, but those who have had the slightest taste of that love know that it is the key to all spiritual progress, to mercy, beauty, wisdom, to all favours that Allah may bestow upon His servants.Therefore, the Holy Prophet taught all mankind what is precious in this life.

And then his prayer continued: “And grant me the love of those who love you”. The first level, “Love of God”, is the Station of the Prophets, and you can’t step from the bottom of the stairway to the top in on step. Allah Almighty is the Transcendent Being – you can’t even begin to fathom anything about Him Almighty – but it is easy to love those who represent His Love among mankind, for it is much easier for us to begin to understand and love human beings like ourselves. You will find nothing in their hearts but the Love of Allah; therefore, loving them is a means to approach the Divine Love.

Lastly, the Holy Prophet asks for the love of those actions which lead to the love of Allah, actions which carry blessings with them, which soften our hearts and weaken our greed and selfishness.These are the actions encouraged by our Lord through the example of His Prophets, actions ordered and recommended in His Holy Books.

And, although in the beginning our inner state may not correspond to these saintly actions, by engaging our limbs in what pleases our Lord, He will strengthen our hearts thereby.

These are the three levels of love for which the Holy Prophet prayed, and the wisdom reflected in this prayer is proof enough of the veracity of Muhammad, peace be upon him.While Believers must always ask for that love, Satan is ever at war with such a notion, for he knows that once love has entered the heart of one of his slaves, that slave is lost to him, for he will not be able to snare him anymore with this world’s pleasures.He who has tasted that love may not even notice those pleasures, or may regard them as only a drop in an ocean.

Sultan Ul Awliya Mawlana Shaykh Muhammad Nazim Adil an Naqshbandi

 

Doa:

Allahumma ‘r-zuqni hubbaka wa hubba man ahabbaka wa hubba man yuqarribuni ila hubbika

 

sumber : http://percikanhikmah.wordpress.com/2014/07/07/memohon-cinta/

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *