Apakah setiap panen kalau sudh se nishab zakatnya harus dibayar ?

  1. zakat

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Kehadapan Guruku yang dimuliakan Allah.
Habibana apa khabar?Semoga sihat dan sejahtera dibawah jagaan dan rahmat Allah.Dan semoga Allah mencurahkan solawat keatas penghulu kita Muhammad dan keatas keluarganya dan para sahabatnya,pada setiap pandangan dan nafas,sebanyak bilangan apa yang dilliputi oleh ilmu Allah.
Hamba yang jahil ini ingin bertanya,
1.Apakah ada bacaan yang ma’tsur dari hadis berkenaan bacaan2 yang di sunatkan sebelum melafazkan azan.Sebab bila saya melihat muazin di tempat saya, banyak yang membaca solawat atau beberapa ayat alquran sebelumn melafazkan/melaungkan azan.
2.Isteri saya bekerja dikantor dan sebahagian dari duit gaji yang diterimanya itu dibayar ke pemerintah untuk melunasi hutang . kerana semasa menuntut di universitas dulunya, beliau berhutang dengan pemerintah untuk membiayai pengajiannya.Dan pendapatan hasil dari kerja itu harus dizakatkan.Soalan saya , apa boleh jika bayaran hutang secara bulanan itu dikatagorikan sama didalam perbelanjaan asas (yang ditolak jumlahnya) sebelum bakinya dikira untuk tujuan pengiraan zakat.
3.Di Malaysia ini bib, mana-mana keluarga yang pendapatan bulanannya tidak melebihi RM1500,maka bisa memohon untuk memiliki sebuah rumah kediaman yang mana separuh dari ongkosnya dibiayai oleh pemerintah.Soalan saya, apakah seseorang yang pendapatannya rm2000/bulan tetapi rm500 wajib ditolak untuk membayar hutang selama beberapa tahun, layak untuk memohon bantuan rumah dari pemerintah menurut hokum syarak.
4.Bolehkah habibana menjelaskan apakah sebenarnya ‘Talfiq’ yang diharuskan? Saya bermazhab syafie,apakah boleh saya beramal dengan pendapat mazhab yang lain dalam sesuatu hal yang saya juga arif dengan pendapat mazhab yang lain.
5.Sebagaimana yang saya ketahui,Zikir ismu Dzat iyalah Allah/Ya Allah.Apakah zikir ‘Hu’ itu juga termasuk ismu Dzat?Saya minta ijazah khusus dari Habibana berkenaan Thariqah Alawiyyah dan Dzikir Ismu dzat.Juga ijazah sanad Mahaabah dan sanad akhlak.
Sekian dari saya ,Mohon maaf atas kebodohan dan kejahilan saya.Semoga Allah memberi taufiq dan hidayahNya.. aminn..Mohon habib berkenan mendoaka saya supaya menjadi hamba Allah yang bertaqwa dan sentiasa diberkatiNya.Jazaakallahu Khairan Jaza.

 

 

Habib Munzir Menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
ampuni hamba karena telat menjawab, mungkin satu bulan saya tak menjawab forum karena saya kurang sihat, dan beribu terimakasih atas doa anda.

1. tidak ada tuntunan dari hadits shahih untuk membaca shalawat atau doa doa sebelum adzan, namun selama itu baik dan mulia maka syariat tak melarangnya, bahkan merupakan kemuliaan, kecuali menambahkan hal yg fardhu, maka itu adalah kemungkaran, namun semua perbuatan baik yg bukan fardhu, boleh kita tambahkan semampu kita selama tak ada larangannya dari Rasul saw,.

Rasul saw bersabda : semua perbuatan kebaikan ada mendapat pahala (Shahih Bukhari)

maka hal itu boleh saja, dg banyaknya riwayat shahih bahwa sahabat menambahkan ibadah atau dzikir mereka, dan hal itu dipuji oleh Rasul saw.

2. orang yg masih membayar hutangnya, tidak terkena wajib zakat sampai ia mampu melunasi hutangnya bahkan berhak menerima zakat.

3. hal itu afalah kebijaksanaan pemerintah malaysia dan tidak dibicarakan dalam hukum syariah, maka jika pemerintah malaysia memberikannya walau pd yg mempunyai penghasilan diatas batas maka boleh menerimanya

4. talfiq tidak dibenarkan jika kita di lingkungan suatu madzhab, misalnya kita dilingkungan madzhab syafii, maka tak dibenarkan kita memakai madzhab lain karena kita tak mengetahui hukum hukum madzhab tsb secara jelas, dan akan membuat fitnah dan bingungngya orang lain, namun jika kita pindah, misalnya ke wilayah yg masyarakatnya bermadzhab Maliki, maka tak layak kita terus berkeras diri untuk bermadzhab syafii, hendaknya kita memakai madzhab Maliki karena masyarakatnya bermadzhab maliki.

emang tak ada perintah wajib bermadzhab secara shariih, namun bermadzhab wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah Maa Yatimmul waajib illa bihi fahuwa wajib.
yaitu apa apa yg mesti ada sebagai perantara untuk mencapai hal yg wajib, menjadi wajib hukumnya.

misalnya kita membeli air, apa hukumnya?, tentunya mubah saja, namun bila kita akan shalat fardhu tapi air tidak ada, dan yg ada hanyalah air yg harus beli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya membeli air?, dari mubah berubah menjadi wajib tentunya. karena perlu untuk shalat yg wajib.

demikian pula dalam syariah ini, tak wajib mengikuti madzhab, namun karena kita tak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tak mengenal hukum ibadah kecuali menelusuri fatwa yg ada di imam imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib,

karena kita tak bisa beribadah hal hal yg fardhu / wajib kecuali dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.

dan berpindah pindah madzhab tentunya boleh boleh saja bila sesuai situasinya, ia pindah ke wilayah malikiyyun maka tak sepantasnya ia berkeras kepala dg madzhab syafii nya,

Sebagaiman suatu contoh kejadian ketika Zeyd dan amir sedang berwudhu, lalu keduanya kepasar, dan masing masing membeli sesuatu di pasar seraya keduanya menyentuh wanita, lalu keduanya akan shalat, maka Zeyd berwudhu dan amir tak berwudhu, ketika Zeyd bertanya pada amir, mengapa kau tak berwudhu?, bukankah kau bersentuhan dengan wanita?, maka amir berkata, aku bermadzhabkan maliki, maka Zeyd berkata, maka wudhu mu itu tak sah dalam madzhab malik dan tak sah pula dalam madzhab syafii, karena madzhab maliki mengajarkan wudhu harus menggosok anggota wudhu, tak cukup hanya mengusap, namun kau tadi berwudhu dengan madzhab syafii dan lalu dalam masalah bersentuhan kau ingin mengambil madzhab maliki, maka bersuci mu kini tak sah secara maliki dan telah batal pula dalam madzhab syafii.

Demikian contoh kecil jika kita talfiq, namun itu dibolehkan jika kita pindah ke wilayah lain, karena kita bisa mencontoh cara ibadah mereka, dan minta petunjuk pada guru guru di wilayah itu.

5. dzikir Huu, adalah berasal dari kata : HUWA, namun tentunya dibaca Huu jika ia tak bersambung dg kata lain, HUWA / HUU , berarti DIA, yaitu Allah swt. saya ijazahkan pada anda : Thariqah Alawiyyah dan Dzikir Ismu dzat.Juga ijazah sanad Mahaabah dan sanad akhlak. sebagaimana ijazah yg saya terima dari guru mulia kita, yg bersambung sanad ijazahnya hingga Rasulullah saw

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

  1. Zakat maal dengan kondisi tertentu

Ya Habib, ana mau bertanya masalah zakat maal.
Bagaimana hitungan zakat maal jika sebagian harta yang terhitung zakat berupa piutang ternyata sampai sekarang(1 tahun) belum dilunasi juga dan juga ada sebagian piutang yang ana kasih pinjam ke keluarga/saudara akhirnya pada tahun haul berjalan ana ikhlaskan, apakah piutang yang seperti ini tetap diperhitungkan atau bagaimana?

Yang kedua, ana mau memberikan zakat(setelah ada kepastian hitungan zakat) kepada kakak yg telah berkeluarga namun ana bingung sebab kondisi keuangannya tidak tahu pasti tetapi baru bisa ngambil kesimpulan bahwa kakak ana saat ini termasuk golongan ke-2/miskin bukan fakir. Ada alasan kuat kenapa ana mau memberikan zakat maal kepada kakak yaitu dalam 1-2 bulan ke depan pengaluaran kakak akan lebih banyak sedang penghasilan tetap/kurang dan kakak juga butuh dana yg cukup banyak untuk operasi kelahiran sesar anaknya. Apakah kakak saya seperti kondisi diatas berhak untuk didahulukan untuk menerima zakat?

 

 

Habib Munzir Menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
piutang tetap terkena zakat kecuali yg telah anda ikhlaskan, jika anda mau, maka perintahkan mereka yg mengeluarkan zakatnya setiap tahun, mka jika mereka tak mengeluarkannya itu tangggungjawab mereka.

jika ia termasuk kelompok masaakiin (derajat kedua setelah fakir) tepat dihari anda mencapai haul (setahun penuh harta tidak kurang dari nishob) maka ia brhak menerimanya, jika esok harinya ia jadi kaya raya maka perhitungannya adalah dihari haul tsb, bukan dihari esoknya,

dan berzakat/sedekah pada kerabat mendapat dua kali lebih besar pahalanya, sebagaimana sabda Nabi saw yg ditanyakan akan hal itu, maka Nabi saw membolehhkannya dan bersabda :: Ia mendapat dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyantuni kerabat. (Shahih Bukari)

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

 

 

  1. 3.       Zakat pertanian

Assalamu alaikum wr wb
Subhanallahi wabihamdih
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa alihi washahbihi washallim.
Habibana, bagaimana cara membayar zakat pertanian ?
1. Apakah setiap panen kalau sudh se nishab zakatnya harus dibayar ?, jarak antara panen yg pertama dan panen berikutnya umumnya 4-5 bulan.
2. Apakah harus menunggu setahun lamanya ?, mohon pencerahan.
Wassalamu alaikum wr wb

 

Habib Munzir Menjawab

 

Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,

Saudaraku yg kumuliakan,
maaf saya lama offline, bukan sakit parah, cuma kalau saya sampai setengah jam saja melihat layar pc maka punggung kiri saya sakit sekali, maka saya meliburkan diri dari online, insya Allah skrng sdh makin membaik.

betul sdrku, zakat pertanian selama ia merupakan makanan pokok maka terkena zakat, jika bukan bahan pokok maka tidak terkena zakat.
zakatnya dikeluarkan setiap panen, walau misalnya setiap bulan, ia tidak tergantung pada haul, sebagaimana zakat harta karun, dan zakat tambang.

berbeda dg zakat badan (fitrah), zakat harta, zakat tijarah dan zakat hewan ternak, yg bergantung pada haul dan nishab.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dg segala cita cita,

Wallahu a’lam

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *