bagaimana cara bertemu dengan wali yang masih hidup?

Ilmu Ulama seperti setetes dari samudera ilmu wali Allah, ilmu seorang Wali seperti setetes dari samudera Ilmu Para Sahabat ra, Ilmu Sahabat seperti setetes dari Ilmu Nabi saw, dan ilmu Nabi saw hanya setetes dari Samudera Ilmu Allah Azza wa Jalla.

Kini banyak sarjana muslim berkata, “Para wali sudah tak ada lagi.” Sebenarnya mereka masih ada, namun karena hanya sedikit orang yang akan bisa memahami kondisi para wali, maka mereka bersembunyi.

Allah SWT menyembunyikan awliya-Nya. “Orang-orang suci ada di bawah naungan-Ku, dan tak ada yang tahu kecuali Aku”.

“Di mana awliya? Apa itu awliya? Kami tidak melihat apa pun.” Mereka bertanya kepada kalian, “Mana…mana awliya, kami tidak melihat apa-apa.” Karena mereka tidak percaya, awliya tidak akan menampakkan dirinya kepada mereka. Awliya tidak akan menunjukkan keajaibannya kepada mereka, tetapi kepada orang-orang yang percaya

 

kemudian bagaimana cara bertemu dengan wali Alloh?

Sebelumnya mohon maaf, postingan ini mungkin kelihatannya terlalu berlebihan, tapi penulis berharap, ada barokah, sehingga penulis dan juga para pembaca serta kita semua dapat bertemu dengan awliya, bukan hanya bertemu, semoga dapat berkumpul, mengabdi dan bersahabat dengan beliau-beliau, di dunia dan akhirat. Berikut beberapa tips dan langkah :

 

1. Bekali diri dengan cinta Allah, Rosul dan awliya

“Nah, Allah (swt) menginginkan hamba-hamba-Nya untuk mencintai-Nya. Dan para hamba tidaklah mampu menggapai secara langsung cinta atas Tuhan mereka. Karena itulah, Allah (swt) mengutus, sebagai utusan dari Diri-Nya, para Nabi yang mewakili-Nya di antara para hamba-Nya.  Dan setiap orang yang mencintai Awliya’ dan Anbiya’, melalui Awliya’ akan menggapai cinta para Nabi. Dan melalui cinta para Nabi, kalian akan menggapai cinta Allah.”

“Karena itu, tanpa cinta, seseorang tak mungkin dapat menjadi orang yang dicintai dalam Hadirat Ilahi.  Jika kalian tak memberikan cinta kalian, bagaimana Allah (swt) akan mencintai kalian?”

2. Miliki niat dan berdoa untuk dapat bertemu dengan awliya

Jika kita berniat mencari wali Allah, maka kita pasti akan menemukan mereka. Mereka bisa datang melalui mimpi, atau melalui berbagai cara lain, tetapi kita harus mulai dengan niat untuk menemui mereka, dan ketika awliya berada di hadapan kita, jangan lepaskan kesempatan itu.

Allah SWT berfirman, “Siapapun yang sabar dengan kami maka akan berhasil mendekati Kami.”

 

3. Harus kita ingat, bahwa Awliya dapat mengetahui kebusukan hati kita, maka kerendahan hati harus kita miliki

Para Awliya senang bersama kita, jika pertemuan yang kita adakan sesuai dengan mereka. Mereka tidak pernah suka terhadap orang yang membanggakan dirinya, yang menganggap dirinya baik dan mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka senang kepada hamba yang rendah hati.

Wahai manusia letakkan dirimu serendah mungkin, janganlah sombong di hadapan mahluk-Nya bahkan di hadapan Allah SWT. Bila kita meletakkan diri kita serendah mungkin, maka Allah SWT akan mengangkat derajat kita.

 Jika seseorang bersifat rendah hati maka Allah (swt) akan mengirimkan orang tersebut hamba-hamba-Nya yang terbaik dari para waliullah untuk membimbingnya. Tetapi kepada hamba-Nya yang arogan—takabur, Allah (swt) pun mengirimkan orang-orang-Nya juga, dari segi kuantitas—banyak, tetapi mereka bukanlah hamba-hamba-Nya yang terbaik, para awliya-Nya.

Syekh ‘Abdullah QS juga berkata bahwa para wali sangat suci, bila mereka mencium bau sedikit saja, mereka akan menghindar. …… ia mencium adanya aroma kesombongan dari ucapanmu, dari situlah ia menghilang.

 

4. Karena lumuran dosa kita, mungkin kita telah bertemu dengan Awliya, tapi kita tidak mengenalinya. Hormatilah setiap orang !

 

Awliya Allah tersembunyi. Apa maksudnya? Maksudnya adalah bahwa mereka menyembunyikan diri mereka agar tidak terlihat berbeda dengan orang-orang normal lainnya, tetapi pada kenyataannya, sebagaimana yang Allah gambarkan, mereka berbeda di sisi Allah

Tak seorang pun yang mengenal orang -orang di sekitarnya dengan baik, mungkin salah satu di antara mereka terdapat sahabat Allah, seorang Wali yang tersembunyi, seseorang dengan kekuatan spiritual yang tinggi.

.

5. Ingatlah beliau-beliau orang-orang yang istimewa, beliau-beliau tidak bergantung kepada prasangka kita. Mungkin kita dapat bertemu dengan ulama berkali-kali, tetapi Awliya?

Jika kalian bertemu dengan seorang pencari di jalan Allah SWT, dekati dia dengan ketulusan, kesetiaan dan kasih sayang.Jangan mendekatinya dengan ilmu.Ilmu akan membuat mereka liar pada awalnya namun kasih sayang akan membuat mereka cepat mendekatimu

Mereka para Awliya ( Wali-Wali Allah) tak butuh uang anda, tak butuh pujian, mereka orang yg ikhlas bekerja sepanjang hari tak kenal lelah tanpa bayaran, cukup Allah dan Rasulullah saw bagi mereka.

Kita harus selalu melakukan hal-hal sebagai berikut: merenungkan ayat-ayat Allah SWT dalam kitab suci al-Qur’an dan tanda-tanda kebesaran-Nya yang dapat menjadikan cinta berkembang dalam hati kita.Memikirkan segala janji dan pahala-Nya yang bisa membuat kita makin merindukan-Nya. Memikirkan ancaman dan hukuman-Nya akan membuat kita makin malu pada-Nya.

 

Allah A’lam

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

9 responses to “bagaimana cara bertemu dengan wali yang masih hidup?”

  1. akhtar says:

    assalamu’alaikum warahmatullah,,, sebelumnya sy ingin meminta maaf atas komentar yg ingin saya lontarkan kepada saudara penulis,,,,setelah sy membaca postingan saudara, maka tentunya ada bbrp hal yg mengganjal dalam diri pribadi yaitu

    “””””Syekh ‘Abdullah QS juga berkata bahwa para wali sangat suci, bila mereka mencium bau sedikit saja, mereka akan menghindar. …… ia mencium adanya aroma kesombongan dari ucapanmu, dari situlah ia menghilang””””

    nah dari kalimat ini tentunya sangat mengganjal pemahaman saya pada kalimat,,,dari situlah ia menghilang,,,saya ingin bertanya kepada penulis bahwa dalam hal seperti apa para wali yang anda maksud itu dapat menghilang???

    tolong diterangkan,terima kasih

    • fuadi says:

      walaikum salam, terima kasih telah mampir dan berkomentar.
      tentu saja yang berhak menjelaskan mengenai perkataan-perkataan ulama, adalah murid-murid beliau yang mengetahui beliau melebihi orang lain, diteruskan oleh murid dari muridnya, dengan sanad inilah pemahaman akan terjaga.
      seperti halnya ulama hadist yang meng mempunyai mata rantai sanad (rawi).
      saya sebagai orang bodoh, yang hanya mencuplik sana-sini, maka saya takut untuk menafsirkannya. dengan berkat keluasan hati dan ilmu beliau, bila kita mau menjaga hati kita (terutama dari prasangka-prasangka buruk) dan bertafakkur, hati kita akan lebih mudah memahaminya. dan saya yakin dalam hati anda juga sebenarnya sudah ada pemahaman-pemahaman.
      hal ihwal keadaan para wali, tentu saja saya tidak mengerti. Allah maha luas yang “pekerjaanNya” sangat misterius (karena kebodohan dan kelemahan kita), begitu juga, sangat mungkin Allah memberikan kepada kekasihNya “kemisterius-misteriusan” (hal yang tidak umum atau tidak kita mengerti).

      saya punya pengalaman, beberapa tahun yang lalu, ketika mendengar ada seorang kyai yang berziarah ke makam syekh jumadil kubro, saya ingin menyusul ikut dengan mengajak teman, terbersit kesombongan, “saya lebih baik dari teman saya karena saya yang lebih dahulu mengajak teman saya dalam kebaikan”, sesaimpainya disana, saya hanya melihat ada orang yang berkumpul dan tidak melihat sang kyai tersebut, tiba-tiba teman saya menyenggol saya, “mas siapa itu?” sambil menunjuk seseorang yang duduk di kursi dengan dikelilingi orang-orang, kaget saya, ternyata itu pak kyai yang sedang saya cari. sebelumnya saya tidak melihat beliau, hanya terlihat para jama’ah, padahal tempat kami dengan pak kyai hanya berjarak sekitar 3-5 meter didepan saya tepat tanpa ada penghalang orang didepan saya, “subhanalloh” Allah menutup mata saya sehingga saya tidak melihat beliau (karena kesombongan, walau mungkin dengan sebab-sebab duniawi, entah karena saya tidak fokus karena terburu-buru, atau karena mata saya harus menyesuaikan diri dengan penerangan, atau yang lain, tapi yang membuat saya tidak bisa melihat beliau ketika itu sebelum saya ditegur teman saya adalah Allah yang maha pengatur)

      mohon maaf, atas jawaban yang mungkin kurang berkenan dan kurang mengena

  2. Isma says:

    Menghilang maksudnya menghindar atau tidak suka berkumpul selama masih ada aroma kesombongan. Kenapa? Klo dipaksa berkumpul akan terjadi sesuatu yg memicu sifat ya dzal jalali wal ikrom kepada orang yg sombong tsb

  3. irvan says:

    terima kasih atas postingannya

  4. Saefullah says:

    Mas fared aslinya mana ya..

  5. Rozainiwati says:

    Assalamualaikum…boleh saya mengenali anda lebih dekat? Anda tentu seseorang di mata Allah…

    • fuadi says:

      walaikumsalam, terima kasih telah berkunjung di blog ini, semoga ada manfaat,
      saya bukanlah siapa-siapa, isi dari blog ini juga hampir semua adalah hasil copas, walaupun begitu tetap berharap bermanfaat bagi pembaca, amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *