Kisah Pulpen Terjatuh

Suatu ketika ada seorang lelaki berjumpa al Habib Umar bin hafidz. Dia bertanya kepada Habib Umar “mengapakah kamu membenarkan anak muridmu menundukkan badan mencium tanganmu. Kamu telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah. Sepatutnya yang kita kena sembah Allah bukan mahkluk. Ini kamu mengajarkan anak muridmu perbuatan syirik.”
Habib Umar mendengar dan membalas dengan senyuman kepada lelaki itu. Selepas itu habib Umar mengambil pulpen yang berada di kantung baju lelaki tersebut lalu menjatuhkannya ke lantai. Orang itu pun lalu menunduk ingin mengambil pulpennya, namun Habib Umar menahannnya.
Al Habib Umar berkata “apa yang akan engkau lakukan, jangan menunduk ke bawah”?
Orang itu berkata ” tidak, aku ingin mengambil pulpen ku”.
Lalu Habib Uma berkata : “engkau tidak boleh menunduk ke bawah menyembah pulpen, yang kita sembah adalah Allah”.
Orang itu berkata ” tidak , aku bukan menyembah pulpen, aku berniat mengambil pulpen ku bukan untuk menyembah.
Habib Umar tersenyum, alu berkata: “begitu pula santri-santriku, mereka bersalaman dengan menundukkan badan bukan karena ingin menyembahku, namun mereka cuma ingin menghormatiku sebagai guru mereka, meskipun aku tidak menginginkan/meminta mereka seperti itu.
Subhanallah…………..
Nasehat Ulama Akherat
Gambar: Almusnid Al Allamah Sayyidil Imam Al Habib Umar bin Hafidz dengan Ad-Da`i Ilallah Al Habib Ali Al Jufri murid beliau
Wallahu`alam
*Allahumma ya Robbanaa.. akrimnaa bi mahabbati rasulikal kariim, aamiin..
//Ya Allah, Ya Tuhan kami.. muliakan kami dengan kecintaan kepada RasulMU yang mulia,aamiin ya Allah..//
 

Tinggalkan Balasan