syekh

Berikut ciri-ciri syekh mursyid (guru pembimbing, guru ruhani) yang hakiki :
———–
setiap ulama Tasawuf adalah seorang yang ahli syari’at, tetapi tidak setiap ulama syari’at ahli dalam tasawuf.
————-
Syaikh tidak pernah meninggalkan syariat. Janganlah kalian mengatakan : “ Syaikh tidak beribadah, jadi kami juga tidak, kami hanya ingin spiritualitas.” Ini hal yang salah. Syaikh adalah sebuah rahasia tersembunyi, beliau tidak menonjolkan diri. Mengapa harus menunjukkan sesuatu yang orang-orang tidak akan pernah mematuhinya ?
————————
Menurut Mawlana Syaikh Abdullah Faiz (qs) langkah pertama untuk mengenali seorang mursyid itu sah atau tidak ialah melalui pakaian luaran dia (mengikuti seluruh sunah Nabi Muhammad saw). Sekiranya dia sempurna dengan segala-galanya, maka dia telah memenuhi satu tuntutan. Kedua, ialah dalamannya. Bagaimana kita dapat melihat apa yang ada didalam hatinya?

Pastikan bahwa dia menghormati semua orang, tanpa diskriminasi -tanpa melihat agama apa yang orang itu menganutnya. Karena semua orang adalah hamba Allah, Allah Yang Satu, yang sama. Meskipun mereka itu Muslim, Christian, Yahudi, Hindu, Buddhist dan sebagainya -itu semua bukan urusan dia, karena mereka semua adalah hamba-hamba Allah. Mursyid yang hakiki mestilah menghormati mereka semua karena mereka adalah ciptaan Allah, dimana terdapat cahaya Ilahi di dalam diri mereka.
Selain rasa hormat, diapun harus mengasihi mereka. Dia harus mau memberi kepada mereka apa yang dia berikan kepada diri sendiri dan murid-muridnya, walaupun mereka bukan pengikutnya. Dia perlu menunjukkan hormat dan kasih sayang kepada semua.
Ketiga, dia mesti merendahkan diri -bahwa dia adalah lebih rendah daripada yang lain. Dia tidak boleh bermegahan dan merasakan bahwa dia adalah yang paling tinggi dari segi derajatnya, karena hanya Allah Yang Maha Tinggi. Sekiranya dia merasakan dirinya lebih tinggi dan lebih mulia daripada yang lain, maka dia adalah seperti syaitan yang menganggap dirinya lebih tinggi daripada Nabi Adam (as).
—————
Salah satu ciri seorang Mursyid adalah dapat dipercaya. Dan ini hanya dapat dirasakan oleh hati kita, bukan diukur dengan penggaris atau skala. Hati kita akan memberi tanda dan dia tidak akan pernah membuat kesalahan. Jika seseorang duduk bersama seorang Mursyid sejati, dia akan merasakan kedamaian, ketenangan dan kepuasan batin. Dengan kata lain kita akan merasa sangat berbahagia, inilah tandanya. Kita dapat melupakan segala masalah karena kita berada dalam samudra. Sekarang banyak orang yang pergi ke tepi laut, untuk apa? Karena ketika mereka menyelam ke dalam air, mereka akan menemukan ketenangan dan merasakan kenikmatan. Pada saat tubuh kita merasa lelah, jiwa akan meminta pergi ke laut. Demikian pula dalam hidup ini kita membutuhkan orang yang bisa menyerupai samudra sehingga hati kita dapat menikmati dan mendapat kepuasan dari orang itu.
————–
Sekiranya ternyata guru anda tidak berpenampilan seperti demikian, maka ikutilah dia bila anda merasakan kepuasan bersamanya sebab hal inipun merupakan ciri-ciri Mursyid yang Hakiki, apa yang kekurangan akan dibekalkan. Seandainya anda tidak merasakan hal ini juga, maka carilah mursyid yang lain. Pasti anda akan jumpa.
Allah amat penyayang pada hambaNya. Dengan cara anda memintaNya, tetapi apabila anda tidak meminta, maka Allah pun tidak akan memberikannya. Apabila anda mencari, Allah akan beri. Maka carilah dengan seikhlasnya, pasti akan Allah berikan seorang mursyid kepada anda.
Wa min Allah at Tawfiq bi hurmat al Fatiha.
———–
sumber : suhbah mwlana Syekh Hisyam (New York, 1992) dan Mawlana Syekh Nadzim (Mercy Oceans, Book Two), sufilive.com dan berbagai blog milik murid-murid beliau

Tinggalkan Balasan