mengapa syekh, Wali Alloh terkesan lebih menghormati "penguasa"

Tugas beliau lebih ke arah menarik kalbu orang itu terhadap Islam.  Kalau tidak, bagaimana Sayyidina Muhammad (s) bisa duduk bersama orang seperti Khalid bin Waliid yang ketika masih sebagai seorang jenderal Quraisy telah membunuh begitu banyak Muslim, sebelum beliau memeluk Islam; atau Sayyidina ‘Umar (r) yang telah menyiksa Muslim baru (mualaf) di Mekah?
Syekh menyerahkan penilaian itu kepada Allah (swt), atau kalau perlu kepada pengadilan, niatnya adalah menarik kalbunya ke arah kebenaran dan tobat.  Jika pada kenyataannya Syekh menilai para tamunya, tidak ada satu pun dari kita yang bisa berdiri menghadapi pengawasannya.
Mawlana Syekh, semoga Allah memberkati ruhnya sering mengatakan, “Jika kalian melihatku memperlakukan seseorang dengan sangat istimewa, maka berhati-hatilah dengan orang itu,” artinya “kami menenangkan ego (nafs) orang-orang yang liar dan membahayakan itu untuk menghindarkan mereka menyakiti kita dan sahabat kita serta orang-orang yang terkait.”  Dan Allah Maha Mengetahui.
Taher Siddiqui
sumber : http://eshaykh7007.wordpress.com/2014/07/23/pertemuan-mawlana-syekh-nazim-dengan-mantan-presiden-musharraf/

Mawlana Shaykh Nazim’s Meeting with Former President Musharraf

Tinggalkan Balasan