Abu Bakar menangis

Suatu ketika Sayyidina Abu Bakr (r) sedang menangis dan Nabi (s) bertanya, “Yaa Abu Bakr! Mengapa engkau menangis?” Sudah lama beliau menghilang dari rumahnya dan orang-orang mencarinya, kemudian Nabi (s) menemukan beliau sedang duduk di Ka`bah, dan menangis.
Nabi (s) bertanya, “Mengapa engkau menangis?” Abu Bakr (r) berkata, “Yaa Rasuulullah! Engkau pernah berkata, ‘Ya Allah! Jangan tinggalkan aku pada egoku walau hanya sekejap mata.’ Wahai Nabi Allah! Jika engkau mengatakan hal ini, lalu bagaimana dengan kami? Itulah sebabnya mengapa aku menangis.” Nabi (s) bersabda, “Yaa Abu Bakr! Allah menyebutkan dirimu di dalam kitab suci Al- Qur’an sebagai shaahib, sahabatku. Engkau berada di dalam gua dan Dia menyebutmu sebagai ash- ‘shiddiq.'”
إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا
idz yaquulu li-shaahibihi laa tahzan inna Allaha ma`ana,
Dan ia berkata kepada sahabatnya, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.” (Tawbah, 9:40)
Sayyidina Abu Bakr (r) berkata, “Wahai Nabi Allah! Jika besok Allah berfirman, ‘Aku menjadikanmu shiddiq, tetapi sekarang Aku mencabutnya darimu,’ siapa yang dapat mengatakan tidak?”
 

Tinggalkan Balasan