ciri ibadah yg diterima

scuil nasehat yg dberikan pd q smlem … (kmd sy bahasakan)

khusuknya sholat akn trlihat stlah slsai shlt, bukan ketika shlat “melihat anu dn anu” atau merasakan ini dn itu, tp apakah stelahnya bisa spt yg digambarn, tanha ‘anil …..

diterimanya puasa akn trlihat stlah dia brpuasa, bukan dg lemasnya badan dan pecah2nya bibir, melainkn apakah setelah puasa ia telah dapat mengendalikan hawa nafsunya?

ikhlasnya zakat dn sedekah akn trlihat stlahnya, bukan krn sembunyi2 atau besarnya yg diberikan, apakah sedekah itu dpt membawa si penerima makin dekat dg Allah? apakah si pemberi semakin merasa rendah hati dalam bergaul dengan yang lain?

kmabrurn haji akn trlihat stlah dia pulang, apakah ia semakin loman (tdk pelit)? apakah ia tdk mudah mengeluh dn banyak bersyukur? apakah ia merasa lebih rendah hati, merasa orang lain lebih baik darinya hingga ia terus mmperbaiki diri?

bgitu jg tuk khatam, trlihat jg ktika kmbali k msyarakat,

jngan trjebak dg imajinasi-imajinasi yang sering terbersit ketika melakukan ibadah atau dzikir, karena dekat dengan jebakan jebakan yang menyesatkan, lakukan saja, syukuri dan istighfari kmd berusaha memperbaiki agar lebih baik, yang sudah ya sudah, yang belum maka segera lakukan

diingatkn jg mengenai dunia pertarekatan, mungkin lagi marak yg pengen ikut tarekat atau malah menghina tarekat?

bagi pengikut tarekat,
ada jg yg sblum ikut suatu tarekat ia diikuti jin dn stlah ikut tarekat malah ia mengikuti jin,
yang terpenting dalam tarekat adalah robitah (ikatan hati) dg guru yg benar, jngan smpai salah, krn ikatan hati tsb dpat membawa ke surga atau ke neraka, setiap orang akan bersama dg orang yang dicintainya kelak, siapa yg kita cintai dan ikuti?

al fatihah

Tinggalkan Balasan