Kategori: manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jailani

profil Syekh Abdul Qadir al-Jaylani

Syekh Abdul Qadir al-Jaylani merupakan tokoh sufi paling masyhur di Indonesia. Peringatan Haul waliyullah ini pun selalu dirayakan setiap tahun oleh umat Islm Indonesia. Tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Tarekat Qadiriyah ini lebih dikenal masyarakat lewat cerita-cerita karamahnya dibandingkan ajaran spiritualnya.Terlepas dari pro dan kontra atas kebenaran karamahnya, Biografi (manaqib) tentangnya sering dibacakan

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah Mengais Sisa-sisa Makanan Karena Lapar

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata dalam kitabnya Dzailu Thabaqatil Hanabilah,I:298, tentang biografi Imam Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rahimahullah (wafat tahun 561 H.), “Syaikh Abdul Qadir berkata, “Aku memunguti selada, sisa-sisa sayuran dan daun carob dari tepi kali dan sungai. Kesulitan yang menimpaku karena melambungnya harga yang terjadi di Baghdad membuatku tidak makan selama berhari-hari.

Karomah Syekh Abdul Qodir Al Jailani

Kekaromahan Syekh Abdul Qodir Al Jilani ialah pakaiannya yang tdak pernah dihinggapi lalat, karena mewarisi eyangnya yaitu Nabi Muhammad saw. Maka ditanyakan kepadanya lantaran apa yang menyebabkan? Maka Syekh Abdul Qodir AL Jilani menjawab “untuk apa lalat higgap pada diriku, yang pada diriku tidak ada tujuan untuk mendapatkan kenikmatan dunia dan madunya akhirat (melaikan hanya

ni'mat dan bala' bagi Syekh Abdul Qodir Al Jilani

Tidak senang dan tidak merasa nikmat menerima bala’, kecuali orang yang tahu kepada dzat yang menurunkan bala’ yaitu Allah SWT. Syekh Abdul Qodir berkata “ikutilah sunnah Rosululloh saw, dan jangan melakukan bid’ah, berbaktilah kepada Allah dan RosulNya, jangan sampai keluar dari islam, bersabarlah dan jangan menggumam, berharaplah untuk mendapat kesejahteraan dan jangan putus asa, berkumpullah

Sikap Syekh Abdul Qodir

Syekh Abdul Qodir Al Jailani tidak mau mengagungkan orang kaya dan berdiri karena datangnya seorang raja dan juga tidak karena datangnya orang-orang yang mempunyai kedudukan. Dan sering kali beliau melihat seorang raja bermaksud menemuinya, padahal beliau sedang duduk-duduk kemudian beliau tinggalkan masuk kamar pribadinya. beliau melakukan hal tersebut sesuai dengan sabda nabi “barang siapa yang

Tasawufnya Syekh Abdul Qodir

Syekh ABdul QOdir ra berkata “tidak boleh terjadi pada seorang ahli tasawuf, siap dan bertindak menjadi juru penerang manusia (mursyid), kecuali sudah mendapat anugrah Allah tiga hal, yaitu ilmunya ulama, politiknya pimpinan negara dan hikmahnya para ahli hukum. Syekh Abi Fatah juga mengatakan “Pada suatu hari ada seorang melapor kepada SYekh Abdul Qodir, mengaku bahwa

Qiyamul Lailnya Syekh Abdul Qodir Al Jilani

Pakaian yang dipakai SYekh Abdul Qodir Al Jilani ialah pakaian ulama dan jubah Thoilusan (yaitu pakaian yang menutupi muka dan kepala), berkendaraan bighal (keledai), untuk menghormati kamu, beliau membuka penutup kepalanya, pada waktu mengajar, beliau duduk di kursi yang tinggi (agar bisa dilihat dan didengar), ucapannya terang dan lantang. kadang-kadang SYekh ABdul Qodir AL Jilani

Turban Syekh Abdul Qodir AL Jailani

Bulan Rabi Al Tsani atau Rabiul Akhir merupakan bulan kelahiran seorang Sufi Agung dalam Islam dan juga leluhur dari As-Sayyid Mawlana Syekh Nazim Al-Haqqani, yaitu Sayyidina Syekh `Abdul Qadir al-Jilani (q) yang makamnya terletak di Baghdad, Iraq. [foto Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani memakai turban Syekh Abdul Qadir al-Jilani setelah menyelesaikan khalwat di makam beliau (foto

Kealiman Syekh Abdul Qodir Al Jailani

Syekh Abdul Qodir AL Jilani  pertama kali masuk kota Irak ditemani nabi Khidhir as dan beliau belum mengenalnya, kemudian nabi khidhir memberikan persyaratan-persyaratan yang tidak boleh sekalikali menyimpang, karena penyimpangan akan menjadi sebab perpisahan keduanya. Kemudian Nabi Khidhir berkata kepada Syekh Abdul Qadir “duduklah di tempat ini”. maka Syekh Abdul Qadir duduk ditempat yang diisyaratkan

Belajarnya Syekh Abdul Qodir Al Jailani

Dan ketika usianya mendekati baligh. Syaikh Abdul Qadir Al Jilani gemar mempelajari berbagai ilmu pengetahuan, mengunjungi para ulama yang mulia derajatnya lagi berpengetahuan tinggi, serta melaksanakan berbagai keutamaan. Langkah beliau (dalam menuntut ilmu pengetahuan, dalam mengunjungi para ulama dan adalam melaksanakan keutamaan) itu lebih cepat dari langkah burung merak jantan. Syekh Abdul Qadir al Jilani