Kategori: pendiri NU

Biografi Mbah KH. MOHAMMAD Ma’roef RA. (Pendiri Pondok Pesantren Kedunglo)

I. KH. MOHAMMAD Ma’roef RA ; Masa Kecil Mbah KH. Mohammad Ma’roef RA. dilahirkan di dusun Klampok Arum Desa Badal Ngadiluwih Kabupaten Kediri pada tahun 1852. Beliau, berasal dari keluarga yang taat beragama. Ayahnya, Mbah Yahi Abdul Madjid adalah pendiri pondok Klampok Arum selatan Masjid Badal dan seorang yang sangat dihormati dan ditokohkan di daerahnya.

Ulama-ulama Indonesia Di Haromain: Embrio NU di Indonesia

Banyak diantara kita yang kepaten obor, kehilangan sejarah, terutama generasi-generasi muda. Hal itupun tidak bisa disalahkan, sebab orang tua-orang tua kita, -sebagian jarang memberi tahu apa dan bagaimana sebenarnya Nahdlitul Ulama itu. Karena pengertian-pengertian mulai dari sejarah bagaimana berdirinya NU, bagaimana perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan NU, bagaimana asal usul atau awal mulanya Mbah Kiai Hasyim

KH R Asnawi (1861-1959) Kudus

KH. R. ASNAWI Lahir: pada tahun 1861, di Kudus, Jawa Tengah Wafat: 26 Desember 1959, Dimakamkan di Masjid Menara Kudus Pendidikan: Pesantren Mangunsari, Tulungagung, Jawa Timur; Pesanten Mayong, Jepara, Jawa Tengah; Mekkah Mukarramah Pengabdian: Komisaris SI Cabang Mekkah, pendiri Madrasah Kudsiyah di Kudus; pendiri NU dan seorang Mustasyar periode pertama; pengasuh pesantren di Kudus; pejuang

KH Mas Alwi bin Abdul Aziz

Muslimedianews.com ~  Kyai Mas Alwi adalah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama bersama Kyai Abdul Wahhab Hasbullah dan Kyai Ridlwan Abdullah dan lainnya, yang ketiganya bergerak secara aktif sejak NU belum didirikan. Beliaulah yang pertama mengusulkan nama Nahdlatul Ulama dalam versi riwayat keluarga Kyai Ridlwan Abdullah. Namun Kyai Mas Alwi hampir tak disebut dalam beberapa sejarah

KH Ma’shum(1870-1972) Lasem

Kyai besar dan waliyullah yang amat dihormati di kalangan umat Islam ini, yang biasa disapa Mbah Ma’shum, adalah salah satu dari dua “Gembong Kyai” asal Lasem selain Kyai Baidhowi Abdul Aziz. Beliau senantiasa menjalin silaturahmi, jujur, mengayomi, menghormati tamu dan teguh menjaga kebenaran. Seluruh hidupnya diabdikan kepada masyarakat, terutama kaum papa. Beliau bahkan menganggap pengabdian ini

SANAD dan SILSILAH NU (NAHDLATUL ULAMA)

SANAD-SILSILAH NU (NAHDLATUL ULAMA) SAMPAI NABI ADAM AS. 1. Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj. 2. KH. Hasyim Muzadi. 3. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). 4. KH.Wahid Hasyim. 5. Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. 6. Syaikh Mahfudz at-Termasi. 7. Syaikh Nawawi al-Bantani. 8. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. 9. Imam Ahmad ad-Dasuqi. 10. Imam Ibrahim al-Baijuri.

KH Abdullah Ubaid

Seorang tokoh muda yang gemar berorganisasi. Mahir berpidato di atas podium, piawai berdiskusi dan memiliki grup musik gambus terkenal. Kemana-mana selalu mengendarai motor gede Harley Davidson. Tidak heran bila namanya selalu melekat di hati anak muda. Kiai Abdullah Ubaid lahir di Kawatan, Surabaya 4 Jumadil Akhir 1318 H/1899 M. Sebenarnya nama aslinya hanyalah Abdullah. Ia

KH. Kholil Bangkalan

#### ALLAHUMMA SHOLLI ’ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN TAJ’ALUNAA BIHAA MIN AHLIL ’ILMI DZOOHIRON WABAATHINAN. WATAHSYURUNAA BI’IBAADIKAS SHOOLIHIINA FII DUNYAANAA WA UKHROONAA WA’ALAA AALIHII WASHOHBIHII WASALLIM.  (1 X) Semoga rahmat ta’dzim dan salam senantiasa atas junjungan kita sayyidina Muhammad yang dengan shalawat tersebut semoga Engkau jadikan kami termasuk dari golongn ahli ilmu baik dzohir maupun bathin. Dan

KH. AS’AD

Sejarah KH. AS’AD Situbondo Kiai As’ad, yang rajin membaca dan berlangganan enam koran ditambah sebuah majalah mingguan berdarah Madura asli. Lahir tahur 1897 di Mekah ketika orangtuanya menunaikan ibadat haji. Satu satunya adiknya, Abdurrahman juga lahir di kota suci itu dan bahkan menjadi hakim dan meninggal di Arab Saudi. Pada umur 6 tahun, oleh ayahnya,

Kelahiran NU

Artikel ini dikutip dari buletin Nahdliyah yang diterbitkan PCNU Pasuruan edisi 1 dan 2 September dan Oktober 2006. Artikel ini dimuat kembali agar generasi muda NU dan simpatisannya semakin memahami NU dan mempertebal keimanan Ahlussunnah wal Jamaahnya. ADA TIGA orang tokoh ulama yang memainkan peran sangat penting dalam proses pendirian Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yaitu