dzikir bagaikan obat ada komposisi dan dosisnya

Wirid atau dzikir ada hitungan-hitungannya, seperti membaca lahaula wa la quwata illa billah aliyi al-adzim 450 dalam wirdu lathif.

Bacaan wirid/ dzikir itu ada ukuran, seperti kunci mempunyai ukuran berbeda-beda. Kunci gudang, milinya berbeda dengan mili (ukuran) kunci pintu rumah, kunci jendela dan kunci-kunci lainya.

Kalau tidak mau ada ukuran-ukuran ‘mili’ dalam kunci, jangan mengeluh kalau semua pintu tidak bisa dibuka. Demikian juga wiridan/ dzikir.

Hanya ada yang jumlah hitungannya berdasarkan hadis/ tauqifi dari Nabi seperti membaca tasbih, takbir dan tahmid masing-masing 33 x setiap bakda shalat fardu. Ada juga hasil tajribah (eksperimen) para ulama (sahabat dan generasi setelahnya).

Tidak semua yang tidak ada pada masa Nabi dilarang. Kalau tidak percaya atau tidak mau ada bilangan tertentu dalam wirid/ dzikir jangan mengeluh apabila bacaan dzikir tidak dapat membuka “pintu” ijabah.

Wirid dan dzikir mempunyai dosis. Tidak semua orang mengetahui rahasia hitungan dalam dzikir. Seperti tidak semua orang bisa membuat resep obat, hanya dokter dan apoteker yang memahaminya.

———-

“Awliyaullah mengatakan kepada kita untuk melaksanakan awraad (Bacaan dari Qur’an dan Sunnah yang diberikan oleh Syekh seseorang) dalam prosedur. Mengapa sebagian orang melaksanakan prosedur tetapi mereka tidak mendapati manfaat? Mereka tidak menemukan perubahan dalam kehidupan mereka, tetapi sebagian yang lain mengikuti prosedur dan mereka mendapati hal-hal yang dibukakan bagi mereka satu demi satu.

Hal itu sederhana: ketika kalian membeli sebuah komputer, instruksinya mengatakan untuk melakukan langkah satu, dua dan kalian mengikutinya. Saya tidak tahu tentang komputer, tetapi memang ada instruksinya dan jika kalian mengikuti instruksi tersebut, ia akan terbuka; tetapi bila tidak ia akan mengatakan ‘error’. Setiap orang dari kita mempunyai error (kesalahan) dan kalian harus menghilangkan satu demi satu error tersebut.

Bagaimana? Mengapa ketika sebagian orang melakukan awrad dan mengikuti instruksi Zikrullah, mereka akan merasakan sesuatu menjadi mekar, mereka sesuatu yang berbeda dalam kalbu mereka, mereka mulai merasakan cahaya di dalam kalbu mereka, mereka melihat sesuatu yang tidak dapat terlihat, mendengar sesuatu yang tidak dapat terdengar, sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadits? Karena mereka mengikuti prosedur. Kalian harus berusaha mencapainya.”

 

sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10152532680875766&id=94438400765

https://www.facebook.com/haqqani.indonesia/posts/10204446449455687

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *