Hitungan pada wirid/dzikir

Wirid atau dzikir ada hitungan-hitungannya, seperti membaca tahlil (la ilaha ila Allah) dalam ratib Athas, ratib Hadad dan Wirdu Lathif jumlahnya berbeda.

Bacaan wirid/ dzikir itu ada ukuran, seperti kunci mempunyai ukuran berbeda-beda. Kunci gudang, milinya berbeda dengan mili (ukuran) kunci pintu rumah, kunci jendela dan kunci-kunci lainya.

Kalau tidak mau ada ukuran-ukuran ‘mili’ dalam kunci, jangan mengeluh kalau semua pintu tidak bisa dibuka. Demikian juga wiridan/ dzikir.

Hanya ada yang jumlah hitungannya berdasarkan hadis/ tauqifi dari Nabi seperti membaca tasbih, takbir dan tahmid masing-masing 33 x setiap bakda shalat fardu. Ada juga hasil tajribah (eksperimen) para ulama (sahabat dan generasi setelahnya).

Tidak semua yang tidak ada pada masa Nabi dilarang. Kalau tidak percaya atau tidak mau ada bilangan tertentu dalam wirid/ dzikir jangan mengeluh apabila bacaan dzikir tidak dapat membuka “pintu” ijabah.

Wirid dan dzikir mempunyai dosis. Tidak semua orang mengetahui rahasia hitungan dalam dzikir. Seperti tidak semua orang bisa membuat resep obat, hanya dokter dan apoteker yang memahaminya.

sumber : https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10152532680875766&id=94438400765&fref=nf

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *