hmmmmm, kenapa dia?

Mungkin kita tidak sadar, sering sekali kita merasa jengkel atau tersinggung, merasa iri dan sinis bila mendengar orang lain dipuji.

mengapa?

He3, harusnya kita menertawakan diri kita,

mengapa hayooo?

ada ungkapan “iri tanda tak mampu” percaya?  pasti dech kita mengelak, apalagi orang yang kita iri i adalah orang yang kita benci.

Dari manakah ini berasal?

menurut saya, coba dikoreksi dan ditanyakan pada diri sendiri !!!! apa benar?

asalnya adalah kesombongan kita, kita merasa lebih baik dari dirinya, ya sombong!!!! kita menyepelekannya

gak ngaku?

Kalau saja aku adalah dia, maka …..

Kalau saja waktu seperti dia, maka …..

Aku yakin dia begitu karena …..

Aku yakin itu hanya ……

Mengapa dia? aku lebih ……..

mengapa dia? dia tu …….

Bila saja kita mau menarik diri kita, sejenak menghentikan bicara kita, sejenak menghentikan fikiran kita, sejenak membuka hati kita. Berusahalah melihat dia lebih baik.  CARI DAN AMATI SEMUA KEBAIKANNYA! CARI DAN CARI LEBIH BAIK!

engkau hanya melihat sejenak, coba lihat lebih baik dan cari lebih tekun! akan kebaikan dan kelebihannya! Kita akan mulai terbuka bahwa BANYAK KELEBIHAN DIA YANG KITA TIDAK PUNYA! kita hanya sombong !

Naudzubillah

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

One response to “hmmmmm, kenapa dia?”

  1. fuadi says:

    Orang yang suka merendahkan orang lain biasanya memiliki rasa minder yang akut – yang dirahasiakannya.

    Jika Anda diam dan memandanginya dengan tenang saat dia menyombongkan diri, dia akan kehilangan kemapanannya, dan mulai salah tingkah.

    Anda hanya harus diam, tenang, dan memandanginya saja tanpa perubahan ekspresi wajah.

    Ketenangan Anda adalah pertahanan terbaik terhadap kegelisahan orang minder yang ingin merendahkan Anda.

    Cobalah, lalu perhatikan apa yang terjadi.

    Mario Teguh – Loving you all as always

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *