Jangan Bersedih

Kita menangis biasanya menangisi suatu kehilangan yang berasal dari kecintaan dunia kita. kehilangan kekasih yang meninggalkan kita, kehilangan pasangan hidup yang pergi karena telah menemukan orang yg lain yang lebih dicintainya, apakah cinta seperti ini pantas diratapi? Karena kau mencintainya dan dia telah tak mencintaimu lagi

Majnun kehilangan Layla dan mereka saling mencintai dan mereka saling merindukan, tetapi tak diizinkan bersama didunia yg fana, bahkan seandainya bersamapun cinta mereka akan dipisahkan oleh maut yang merenggut seseorang lebih dahulu dari yang lainnya, Maut yang mereggut segala kesenangan dunia. Dan Allah adalah Maha Pencemburu. Dia cemburu ketika hambanya yang soleh, yang ikhlas lebih mencintai bagian dunia ini dari pada cintaNya yang Abadii.

Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim as terpaksa berpisah dari putranya Nabi Ismail selama 13 tahun. Lihatlah Bagaimana Nabi Yakub as kehilangan anak yang sangat disayanginya Nabi Yusuf as dan menangis hingga matanya buta. Hingga Allah swt berkata, Wahai Yakub jika kau tetap menangisi Yusuf maka Aku akan mengambil kenabianmu. Allah Maha Pencemburu, Dia ingin hambaNya Total MencintaiNya.

Apakah kita pernah menangis dimana tangisan kita merupakan bagian dari tangis kerinduan akan cintaNya, akan cinta Rasulullah saw. Akan cinta Wali-Wali Allah seperti Mawlana Rumi menangisi kehilangan gurunya Samsi Tabriz yang dibunuh oleh orang terdekatnya. Rumi menangis dan berputar-putar menari dalam extase kerena kerinduan akan gurunya yang atngisannya merupakan bagian dari Cinta Ilahi, Apakah kita pernah menangis dan ingin mendekat kepadaNya semata-mata kerena cinta seperti ini?

Allahumma Yaa Allah maafkan hambamu ini yang kadang menangis karena sebuah kehilangan dari dunia ini yang tak pantas sebenarnya untuk ditangisi.

Ya Allah, Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala kesalahan yang telah kulakukan. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas segala hal yang tidak Kau sukai dariku dan segala hal yang berhubungan denganku yang tidak Kau ridai.

Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas nikmat yang telah kugunakan untuk menambah ketidakpatuhanku terhadap-Mu. Dan aku memohon ampun atas segala dosa yang tiada seorang pun tahu kecuali Engkau dan tiada seorang pun yang melihat kecuali Engkau dan tiada yang mencakupi kecuali rahmat-Mu dan tiada yang mengantarkan kecuali ampunan-Mu dan rahmat-Mu.

Tidak ada Tuhan melainkan Engkau. Maha Suci Engkau, Laa ilaaha ila anta Subhanaka ini kuntu minal dzalimin,dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menzalim diriku sendiri!

Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu atas ketidakadilan yang kulakukan terhadap hamba-hamba-Mu baik laki-laki maupun perempuan yang telah kusakiti baik fisiknya maupun martabatnya atau dalam kepunyaan mereka yang telah Kau berikan dengan karunia-Mu yang tak kurang sedikit pun.

Yaa Allah Aku memohon kepada-Mu, anugerahkanlah aku dengan rahmat-kasih sayang Mu yang mencakup segalanya.

Yaa Allah, Janganlah Engkau hinakan aku dengan hukuman-Mu tetapi berilah apa yang kuminta kepada-Mu, sebab aku sangat memerlukan rahmat-Mu

Ya Allah, Engkau Maha Penyayang di antara semua penyayang. Semoga Allah SWT melimpahkan berkah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

Laa hawla wala quwwata ila billah, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT Yang Maha tinggi dan Maha Agung.

(Sebuah doa dari Sulthan Awliya Syaikh Abdullah Faiz ad-Dagestani Doanya Sultan adalah Sultannya Doa )

Jangan Bersedih

Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
Lefke, Cyprus Turky, 29 Januari 2010

http://tepianmasa.blogspot.com/search/label/suhbah

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *