Jangan seperti kafir Quroisy yang mengatakan Nabi Muhammad saw tidak punya keturunan!

Nabi Muhammad SAW yang beristrikan Sayyidatuna Khodijah Al Kubra juga ternyata merasakan kebahagiaan ketika mendapatkan anak laki-laki, Beliau Rasulullah SAW sebagai seorang ayah cukup berbahagia ketika memperoleh anak laki-laki. Beliau berharap kelak putra putranya itu menjadi penerus perjuangan dakwah beliau. Rasulullah SAW sendiri dari istri beliau yaitu Sayyidatuna Khadijah Al Kubra mempunyai putra dan putri yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummi Kalsum, Fatimah Azzahra, Qosim, Abdullah (beliau wafat masih kecil), ada juga sejarawan Islam yaitu Ibnu Hazm yang menyebut nama Ibrahim sebagai anak Rasulullah SAW. Ibrahim sendiri adalah anak dari istri Rasulullah SAW yang bernama MARIYAH AL QIBTHIYYAH. Artinya keberadaan Ibrahim setelah wafatnya anak laki laki Rasulullah SAW dari rahim Siti Khadijah Al Kubra. Namun dari kesemua anak laki beliau ini, yang mahsyur adalah Qosim ini karena kelak dari Qosim inilah turunnya surat al quran, sehingga tidak jarang Rasulullah SAW sering dipanggil dengan gelar ABUL- QOSIM.

Nah saat Rasulullah SAW sedang menikmati kebahagiaannya sebagai seorang ayah dari anak anak beliau tersebut, ternyata Allah berkehendak lain. Abdullah wafat saat masih kecil…..Namun yang lebih mengguncang hati dan perasaan RasulullahSAW ketika Qosim yang sedang lucu-lucunya tidak lama kemudian dalam usia 6 tahun wafat melalui sakit…..Betapa sedih hati Nabi Muhammad SAW ketika mendapati keadaan jika anak laki-laki terakhirnya wafat. Tidak terbayang bagaimana perasaan Rasulullah SAW saat itu.

Disaat Rasulullah SAW sedang berduka, tiba tiba ada beberapa orang kafir Quraish mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan hati Rasulullah SAW dengan mengatakan bahwa “MUHAMMAD KETURUNANNYA SUDAH TERPUTUS…..”. Salah satu manusia kurang ajar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW keturunannya terputus adalah AL’ASH bin WA’IL AS SAHMY. Manusia kurang ajar yang satu ini sering mengucapkan didepan khalayak ramai dengan ucapan “DIA (MUHAMMAD) ADALAH ORANG YANG PUTUS KETURUNAN (TIDAK AKAN PUNYA KETURUNAN), BILA IA SUDAH MATI KITA TIDAK AKAN BERHADAPAN DENGAN KETURUNANNYA DAN KALIAN AKAN DAPAT BERISTIRAHAT DARI GANGGGUANNYA…”. Begitu mendengar hinaan ini betapa hancur dan sedihnya hati Rasulullah SAW. Pernyataan AL Ash bin Wa’il As-Sahmy ini bahkan ditambahkan dan diperkuat lagi oleh UQBAH BIN ABI MU’AIT dengan mengatakan “TIDAK SEORANG ANAK LAKI-LAKIPUN YANG HIDUP BAGI MUHAMMAD, SEHINGGA KETURUNANNYA TERPUTUS”, sudahkah berhenti hinaan ini? Belum…..masih ada lagi yaitu hinaan yang datang dari AL-WALID BIN AL-MUGHIRAH dan biang kerok kafir quraish, siapa lagi kalau bukan si Dungu alias ABU JAHAL, kedua orang ini mengatakan “LIHATLAH, MUHAMMAD TIDAK AKAN PUNYA KETURUNAN”.

Tidak bisa dibayangkan betapa tersayatnya hati Rasulullah SAW mendengar hinaan dan caci maki ini. Namun Allah SWT rupanya tidak membiarkan Hambanya yang mulia ini bersedih, tidak lama kemudian turunlah ayat yang membantah pernyataan AL’ASH bin WA’IL AS SAHMY, yaitu SURAT AL KAUTSAR 1-3 yang berbunyi : SESUNGGUHNYA KAMI (ALLAH) TELAH MELIMPAHKAN BANYAK NIKMAT KEPADAMU (HAI MUHAMMAD), MAKA TEGAKKANLAH SHOLAT KARENA TUHANMU DAN BERKORBANLAH, ORANG YANG MEMBENCIMU ITULAH YANG SEBENARNYA PUTUS (DARI RAHMAT ALLAH). Beberapa ulama ahli tafsir seperti Imam As-Suyuthi dalam kitabnya “Asbabun Nuzul” dan dalam kitab tafsirnya “Ad-Dur Al Mantsur” bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW tidak terputus justru yang terputus keturunannya adalah orang orang yang menghina Nabi Muhammad SAW tersebut. Selain imam Assuyuti SURAT AL-KAUTSAR ayat 1-3 banyak diriwayatkan, bantahan dari surat Al Kautsar ini juga diantaranya misalnya diriwayatkan oleh Ibnu Jabir yang bersumber dari Syammar bin Athiyah, Ibnu Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij. Terutama ayat 3 Yaitu INNA SYAA NIAKA HUWAL ABTAR, adalah merupakan jawaban penegasan untuk mereka yang sudah menghina Nabi. Kata “ABTAR” pada akhir surat tersebut antara lain bermakna “ORANG YANG TERPUTUS KETURUNANNYA “. Kata “ABTAR” dimaksud tidak bermakna lain selain keturunan.

Dan sejarah membuktikan, bahwa orang orang yang pernah menghina Nabi Muhammad SAW, keturunannya terputus semua…beberapa tokoh Quraish yang menghina Nabi Muhammad SAW, mereka terputus keturunannya, Abu Jahal (si dungu) keturunannya terputus, anaknya Ikrimah tidak melanjutkan nasabnya, Ikrimah justru masti syahid dalam peperangan, Allah masih mentakdirkan anak abu jahal selamat dari pengaruh bapaknya. Al Ash bin Wa’il As-Syahmi juga putus keturunannya. Salah satu anaknya adalah tokoh Islam yang bernama Amr bin Al Ash. Amr bin Al Ash adalah salah tokoh yang ikut menjatuhkan Imam Ali bin Abi Thalib dalam perundingan Tahkim, Amr bin Ash terkenal licin, cerdik, lihai dan licik dalam dunia politik. Amr bin Al Ash berhasil mengalahkan Abu Musa Al Asyari dalam perundingan tahkim. Amr bin Al Ash dalam sikap politiknya lebih cenderung mendukung muawiyah bin Abi sofyan, apalagi dukungan Amr bin Al Ash ini karena amr bin AL ‘ASH dijanjikan wilayah mesir oleh Muawiyah bin Abu Sofyan. Sikap Amr bin Al Ash banyak tidak disukai oleh para pendukung Imam Ali dan para sahabat Imam Ali yang jujur, termasuk Abdullah bin Abbas yang sangat mengetahui persis siapa amr bin Al ash ini sebenarnya, Abdullah bin Abbad sangat khawatir dengan Amr bin Al Ash ini dan terbukti, pada saat perundingan, ternyata kelicikan amr bin al ash berhasil mengecoh abu musa al asyari yang memang tikipalnya polos dan jujur. Kalahnya perundingan politik ini menyebabkan kedudukan Imam Ali makin lemah dan akhirnya kelak berhasil direbut oleh muawiyah melalui tangan anak Imam Ali yaitu Sayyidina Hasan. Mengenai Amr Bin Al Ash ini tidak diketahui keturunan dia mempunyai keturunan yang berlanjut apa tidak, yang jelas sikapnya yang pro kepada Muawiyah menyebabkan Banyak orang sakit hati.

Bagaimana dengan generasi selanjutnya pasca wafatnya anak Nabi Muhammad SAW yaitu Qosim atau Ibrahim dan hubungannya dengan Surat Al Kautsar itu? ternyata setelah hinaan hinaan tersebut muncul, justru Rasulullah SAW melalui anaknya SAYYIDATUNA FATIMAH melahirkan SAYYIDINA HASAN dan SAYYIDINA HUSEIN yang kelak memiliki banyak keturunan dan tidak terputus sampai sekarang!!!. Mereka keturunan Al Imam Hasan dan Al Imam Husein menjadi generasi penerus NASABNYA RASULULLAH SAW hingga saat ini. Surat AL Kautsar ayat 3 membuktikan bahwa keturunan Rasulullah SAW hingga kini langgeng pada saat ini. SAYYIDATUNA FATIMAH dengan pernikahannya dengan IMAM ALI bin ABI THALIB mendapat kehormatan sebagai wanita satu satunya penyambung nasabnya Rasulullah SAW dan hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dengan mengatakan “SEMUA ANAK ADAM BERNASAB KEPADA ORANGTUA LELAKI (AYAH MEREKA), KECUALI ANAK-ANAK FATIMAH.AKULAH AYAH MEREKA DAN AKULAH YANG MENURUNKAN MEREKA” (seperti yang terdapat pada tafsir al manar oleh syekh muhammad abduh), juga sebuah Hadist yang berbunyi “semua sebab dan nasab putus pada hari kiamat, kecuali sebab dan nasabku (HR attobroni, Alhakim, Al Baihaqi)”, Dan pernyataan Rasulullah SAW ini juga dipertegas lagi dengan Hadist beliau yang berbunyi “DUA ORANG PUTRAKU (maksudnya adalah Al Hasan dan Al Husein) adalah Imam-imam baik disaat mereka sedang duduk maupun sedang berdiri” (terdapat dalam kitab Al Ahkam-Imam Bukhari, dan Al Imarah oleh Imam Muslim. Nah Rasulullah SAW dalam berbagai hadist tentang Ahlul Bait sering menyebut kedua cucunya adalah “PUTRA-PUTRAKU”. Kalimat “PUTRAKU-PUTRAKU (ANAK ANAK KAMI)” biasanya hanya disebutkan sebagai sebuah hubungan garis nasab. Nah dengan adanya kalimat penyebutan bahwa Al HASAN dan AL HUSEIN sebagai “PUTRA-PUTRA” RASULULLAH SAW maka berarti dengan dengan tegas dan diperkuat dengan adanya SURAT AL KAUTSAR maka keturunan Rasulullah SAW ada dan eksis.

sumber : http://sejarahgunungbatu.blogspot.com/2013/07/sejarah-munculnya-kalimat-terputusnya.html

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *