Kata siapa cinta tanah air atau nasionalisme tidak ada dalilnya?

Pada 15 Januari lalu, Maulana Habib Luthfi mengisi pengajian Maulid Nabi di Masjid Jendral Besar Sudirman bersama TNI-POLRI yang diselenggarakan oleh Korem Wijayakusuma 071 Purwokerto. Dalam acara yang dihadiri oleh TNI-POLRI dan masyarakat itu, Habib Luthfi bin Yahya menyampaikan: “salah satu pesan yang kita ingat dari peringatan maulid Nabi adalah ajaran agar kita taat pada pemerintah. Bangsa lain fokus membangun kita masih memperdebatkan khilafiah, khilafah. Pancasila sudah final. Boleh berdebat penafsirannya tidak boleh memperdebatkan butir-butirnya”.

Habib Luthfi menambahkan, “Muktamar NU di Situbondo sudah menegaskan Pancasila sebagai asas Negara dan Jam’iyah Toriqah menegaskan NKRI harga mati. Pendakwah dahulu begitu toleran menghormati perbedaan. Untuk itu sunan Kudus enggan menyembelih sapi, karena menghormati tradisi non muslim. Bahkan bangunan masjid kudus mengakomodasi arsitektur non muslim yang berkembang pada waktu itu. Tidak anti dengan kebudayaan lokal. Simpatik”.

Selain itu, Habib Luthfi juga berpesan, “Muslim itu harus seperti air laut, meskipun ratusan sungai mengalikan air tawar, ia tetap asin  dan tak pernah memaksa ikan di dlmnya menjadi asin. Ketika kita akan melakukan perbuatan tercela, ingat merah putih, malu di dalamnya ada tumpah darah para pahlawan dan jadi diri bangsa yang memiliki adat dan etika ketimuran. Anak-anak kita ajak ke makam pahlawan –anak-anak mengerti itu orang mati, tidak akan menyembahnya-. Jelaskan, ini kopral ‘ini’ adalah pahlawan, makam itu adalah makamnya pahlawan tak dikenal. Kenalkan para pahlawan kepada anak-anak kita sejak dini. Agar mereka paham kemerdekaan ini bukan hadiah. Dan agar dalam diri anak-anak tumbuh kecintaan pada bangsa. Rasa cinta yang kuat pada bangsa ini lebih dahsyat dari nuklir sekalipun”.

Habib Luthfi menegaskan, “Walau hanya sebutir pasir, selama ada di atas tanah air ini akan kita jaga mati-matian. Kata siapa cinta tanah air atau nasionalisme tidak ada dalilnya? Nabi saw mengatakan, “Aku cinta Arab karena aku adalah bangsa Arab”. Ini contoh kongkrit kecintaan suatu bangsa pada tanah airnya. Cinta tanah air itu sebagai wujud syukur kepada Allah atas anugrah bumi pertiwi ini. Ulama adalah benteng idiologi, TNI-POLRI adalah benteng NKRI. Mari kita bersatu. Jangan goyahkan persatuan karena oknum kiai, TNI atau POLRI. Demikian pesan yang disampaikan oleh Habib Luthfi pada kesempatan itu. (Tsi)

Terakhir diubah pada Sabtu, 17 Januari 2015 15:29
sumber : http://www.habiblutfi.net/show/story/439/pancasila-asas-negara-nkri-harga-mati.html
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *