makanan serba makian dan setanan???

saat ini sangat marak dengan makanan-makanan dengan nama aneh-aneh yang berkonotasi negatif, setanlah, nerakalah, jahannamlah, terorislah dan lain-lain. Yang menakjubkan adalah warung-warung seperti ini dikerubutin oleh banyak orang, luar biasa laris manisnya.

Akhirnya tergelitik juga untuk menulis ini setelah Orang tua marah akibat mendapat hadiah “makanan ini” dengan rasa pedasnya udah gak karu-karuan. saya sendiri sih belum mencoba, karena dari namanya saja “gimana gitu”.

Kita Analisis sedikit demi sedkit saja.

Makanan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa tidak harus dipenuhi. Dan pemenuhan kebutuhan hidup manusia akan makanan tidak lain untuk melangsungkan kehidupannya. Meskipun makanan sangat dibutuhkan bukan berarti kita boleh dengan seenak selera memilih sembarang makanan untuk dinikmati. Sebab hal itu tidak saja berpengaruh terhadap kesehatan fisik tetapi juga terhadap pembentukan karakter diri.

Penamanan yang negatif akan menmiliki dampak bagi molekul yang ada di makanan tersebut seperti yang dilaporkan oleh penelitian Dr Masaru Emoto melalui penelitian air( baca : http://farid.zainalfuadi.net/membawa-air-berkah-dulu-saya-tidak-percaya-tapi-sekarang-percaya/)

Salah satu laporannya terlihat pada gambar berikut, dimana air yang diberi label malaikat, molekul kristalnya membentuk kristal kexagonal yang indah (gambar kiri) dan air yang diberi label setan membentuk kristal buruk dengan bola api (gambar kanan)

malaikat

Jadi kesimpulannya, emosi, tulisan, perkataan baik atau buruk juga akan direspon oleh molekul yang ada disekitarnya, (mungkin jadi memori gitu ya, gak salah juga yang diajarkan patra ustad, bahwa tempat ibadah/dosa besok akan menjadi saksi amal kita)

cinta 2Beginilah kemulyaan nabi kita yang mengajarkan, berdoalah sebelum makan, makanan yang didoakan pun akan merespon terhadap doa kita.

back again …. Coba difikirkan! bagaimana dengan makanan-makanan yang diberi nama yang buruk-buruk? bagaimana dengan molekul makanan tersebut?

Nama yang serem-serem tersebut biasa menggambarkan karena rasa pedasnya,

Sensasi pedas sendiri, sebenarnya bukan rasa yang dikenali oleh lidah, namun respon tubuh terhadap suatu senyawa kimia tertentu di dalam cabai atau berbagai bahan makanan yang menimbulkan rasa pedas sebagai bentuk respon perlindungan tubuh terhadap tanaman yang dianggap berbahaya. Tapi manusia justru menikmati perasaan tersebut dan bahkan ketagihan dengan rasa yang ‘menyiksa’ ini.

Salah satu komponen yang ada dalam cabai maupun makanan pedas lainnya dikenal dengan nama capsaicin. Komponen kimiawi dalam makanan tersebut bersifat merangsang atau menstimulasi reseptor saraf di mulut manusia dan mempengaruhi proses persarafan berikutnya dengan informasi kimiawi bahwa tubuh berada dalam keadaan panas. Hal tersebut selanjutnya akan membuat tubuh seakan berada ditengah panas matahari terik dan pengatur suhu alami tubuh kemudian akan dipicu untuk bereaksi melalui sinyal tubuh untuk mengaktifasi kelenjar keringat. Kulit kemudian akan berkeringat sebagai reaksi lebih lanjut yang juga dikenal sebagai efek diaforetik atau meluruhkan keringat termasuk sisa-sisa metabolisme tubuh. Makanan yang masuk ke dalam darah mempengaruhi proses metabolisme sel tubuh. Proses tersebut bisa berlangsung cepat jika makanan yang masuk tergolong merangsang. Misalnya, makanan pedas atau makanan bersuhu tinggi. Jika proses metabolisme sel tubuh berlangsung cepat, suhu tubuh meningkat. Sitokin (salah satu protein) pun terpicu muncul. Salah satu bahan yang tergolong sitokin adalah kalikrein. Bahan itu berpengaruh terhadap pelebaran pembuluh darah yang menuju kelenjar keringat di kulit. Dampaknya, keringat mengucur keluar.

Pengendalian suhu tubuh pada manusia terletak di hypotalamus (salah satu bagian otak). Bila hypotalamus dirangsang bahan tertentu, termostat di hypotalamus bisa naik atau malah turun. Contohnya, toksin kuman akan meningkatkan set poin sehingga tubuh menjadi demam (fever atau febris). Sebaliknya, parasetamol, sitokin dan antiprostaglandin bisa menurunkan set poin di hypotalamus. Akibatnya, tubuh berkeringat dan suhu tubuh turun. Keringat mengucur lebih banyak jika seseorang makan pada lingkungan dengan suhu udara serta kelembapan yang tinggi. Termasuk, melahap makanan pedas atau panas yang suhunya lebih tinggi daripada suhu tubuh. Makanan pedas atau makanan yang mengandung bahan pemacu metabolisme akan membuat tubuh bereaksi. Maksudnya, tubuh menetralisasi kondisi yang berubah dengan cepat tersebut. Salah satu sifat fisik dan kimia dari capsain adalah mudah larut dalam eter, benzen, kloroform dan air panas. Capsaisin (8-metil-N-vanilil-6-nonenamida) sebagai salah satu senyawa kimia yang terkandung di dalam cabai selain dapat memicu keluarnya keringat, senyawa ini juga dapat menyebabkan iritasi pada lidah berupa rasa panas. Inilah apa yang kita sebut sebagai “ rasa “ panas.

Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh sangat berkaitan dengan kesehatan psikologis kita, dan sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi, pikiran, dan tindakan kita. Baik yang pengaruh jangka pendek, misalnya: zat pewarna dan perasa tambahan, cabai, alkohol, kafein, gula, maupun yang berpengaruh jangka panjang, misalnya: lemak tak jenuh, makanan yang diproses, garam. Dalam pengamatan juga, saat anak-anak mendapatkan permen, minuman soda, dan kue berlebihan, maka guru-guru banyak yang mengeluh bahwa murid-murid mereka di kelas lebih ‘lasak’/hyper, suka berteriak, dan ada yang ‘moody’, ada yang suka mengganggu serta sulit berkonsentrasi. Gula dan lemak serta ‘junk food’ membuat keadaan psikologis murid-murid berubah dalam waktu singkat. Nah, apabila anak Anda tiba-tiba lasak, cobalah untuk memperhatikan makanan apa saja yang baru saja di santapnya. Siapa tahu, Anda perlu mengurangi pasokan makanan yang mengandung gula banyak atau zat tambahan lainnya yang terlalu banyak

Berdasarkan hasil penelitian http://latianogalih.blogspot.co.id/2013/01/hubungan-pola-makan-dan-gaya-hidup.html , dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya adalah pola makan dan jenis makanan yang kita konsumsi sangat berpengaruh bagi pembetukan karakter dalam diri seperti bagi orang-orang yang suka makanan pedas biasanya memiliki sikap temperamen atau mudah termakan amarah, dan biasanya memiliki sikap yang mudah meledak-ledak, untuk itu pengendalian diri penting sekali agar tidak mudah terpancing untuk marah. Sedangkan orang yang suka makan makanan asam adalah tipe orang yang cenderung suka menyimpan masalahnya sendiri atau tidak ingin merepotkan orang lain, padahal tidak semua masalah bisa diselesaikan sendiri alias kita tetap butuh bantuan orang lain, dan akibat suka memendam dan menyelesaikan masalah sendiri, orang tipe ini cenderung murung dan tampak tegang alias kurang menikmati hidup.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Universitas Penn State, Amerika Serikat (AS). Para siswa yang memperoleh nilai tinggi dalam tes mengenai kegemaran melakukan hal-hal beresiko juga melaporkan bahwa mereka menyukai makanan pedas. Sementara mereka yang suka bermain aman biasanya lebih hati-hati dengan makanan yang mereka makan.

Sadar gak sadar bagi orang-orang yang suka makanan pedas biasanya memiliki sikap temperamen atau mudah termakan amarah, dan biasanya memiliki sikap yang mudah meledak-ledak seperti api yang diberi percikan bensin, untuk itu pengendalian diri penting banget agar gak muda terpancing untuk marah. juga terindikasi penyuka tantangan, pencari sensasi dan suka mengambil resiko.

Disamping mempengaruhi sifat karakter, makanan pedas juga berpengaruh terhadap kesehatan. Berikut ini 7 Bahaya Makanan Pedas :
>     Bahaya Bagi Lambung. Makanan pedas mengakibatkan kerusakan dinding lambung. Ini dikarenakan, jenis makanan yang pedas merupakan kombinasi asam dan terlalu banyak asam masuk keperut, maka menyebabkan kerusakan dinding lambung anda.
>    Penyebab Maag Akut. Makanan pedas mengakibatkan penyakit Gastritis atau maag akut. Gejala gastritis yaitu seperti muntah, mual-mual, diare.
>    Penyebab Tukak Lambung. Makanan pedas mengakibatkan penyakit Ulkus Gaster atau tukak lambung. Gejala yang Nampak, ketika anda terkena penyakit ini yaitu perut serasa terbakar, gejala mual-mual, muntah-muntah.
>    Insomnia. Makanan pedas mengakibatkan anda terkena insomnia atau susah tidur pada malam hari. Sehingga sebaiknya anda tidak memakan makanan pedas di saat malam hari. Karena istrihat anda tidak akan nyaman.
>    Hilangkan Nafsu Makan. Makanan pedas mengakibatkan anda akan kehilangan nafsu makan.
>    Penyebab Badan Kurus. Makanan pedas mengakibatkan berat badan anda semakin menurun.
>    Sakit Kepala. Makanan pedas mengakibatkan anda terkena serangan sakit kepala dari dampak penyakit gastritis.

Mungkin ini juga sedikit menjelaskan mengapa generasi ini lebih mudah terpancing emosinya, mudah diprovokasi, mudah stress dan rentan penyakit.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *