marhaban ya romadlon

Allah Ta’ala berfirman:
“Hai sekalian orang yang beriman! Diwajibkanlah puasa atas engkau semua sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang yang sebelum engkau semua itu,” sampai kepada firmanNya: “Bulan ramadhan yang di dalamnya itu diturunkan al-Quran, sebagai :petunjuk untuk semua manusia dan merupakan keterangan-keterangan dari petunjuk dan yang memperbedakan antara kebenaran dan kesesatan. Maka barangsiapa di antara engkau semua ada yang menyaksikan bulan Ramadhan,hendaklah berpuasa dan barangsiapa yang sakit atau datam perjalanan, maka berpuasalah menurut hitungan yang tidak dipuasainya itu pada bari-hari yang lain,” sampai akhirnya ayat. (al-Baqarah: 183)

1212. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. ber-sabda:
“Allah ‘Azzawajalla berfirman – dalam Hadis qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam – yakni manusia – itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan saya akan memberikan balasan dengannya. Puasa adalah sebagai perisai – dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang di antara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seseorang atau dilawan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah berpuasa.” Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di dalam genggaman ke-kuasaanNya, niscayalah bau bacin dari mulut seseorang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Seseorang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan dan ia dapat merasakan kesenangannya, yaitu apabila ia berbuka, iapun bergembiralah dan apabila telah bertemu dengan Tuhannya, iapun gembira dengan adanya amalan puasanya.” (Muttafaq ‘alaih) Dan ini adalah lafaz riwayat Imam Bukhari.
Dalam riwayat Imam Bukhari yang lain disebutkan: Allah berfirman dalam Hadis qudsi: “Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintahKu – Allah. Puasa adalah untukKu dan Aku akan memberikan balasannya, sedang sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya.” Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
“Setiap amal perbuatan anak Adam – yakni manusia itu, yang berupa kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh kalinya sehingga tujuhratus kali lipatnya.”Allah Ta’ala berfirman: “Melainkan puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku akan memberikan balasannya. Orang yang berpuasa itu meninggalkan kesyahwatannya, juga makanannya semata-mata karena ketaatannya pada perintahKu. Seseorang yang berpuasa itu mempunyai dua macam kegembiraan, sekali kegembiraan di waktu berbukanya dan sekali lagi kegembiraan di waktu menemui Tuhannya. Niscayalah bau bacin mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

1213. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa yang menafkahkan sepasang binatang – yakni dua ekor kuda, lembu ataupun unta – dalam kepentingan fi-sabilillah, maka ia akan dipanggil dari semua pintu syurga dengan ucapan: “Hai hamba Allah, inilah yang lebih baik.” Maka jikalau seseorang itu dari golongan ahli shalat, ia akan dipanggil dari pintu Shalat, barangsiapa yang termasuk dalam ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu Jihad, barangsiapa yang termasuk dalam ahli puasa, ia akan dipanggil dari pintu Rayyan – artinya puas atau kenyang minuman, barangsiapa yang termasuk dalam ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu Shadaqah.” Abu Bakar r.a. berkata: “Biabi anta wa ummi ya Rasuiullah, tidak ada kerugian samasekali bagi seseorang yang telah dipanggil dari pintu-pintu itu, tetapi apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu itu?” Beliau s.a.w. menjawab: “Ya, ada dan saya mengharapkan agar anda termasuk dalam golongan orang yang dipanggil dari segala pintu tadi.” (Muttafaq ‘alaih)

1214. Dari Sahl bin Sa’ad r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Sesungguhnya di dalam syurga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Rayyan – artinya: Puas dan kenyang minum. Dari pintu ini masuklah semua orang yang berpuasa besok pada hari kiamat. Tidak ada seorang yang selain orang-orang yang berpuasa itu yang dapat masuk dari pintu itu. Dikatakanlah: “Manakah orang-orang yang berpuasa.” Mereka itu lalu berdiri, lalu tidak seorangpun yang dapat masuk dari pintu Rayyan tadi selain orang-orang yang berpuasa. Jikalau mereka telah masuk seluruhnya, lalu pintu itupun ditutuplah, jadi tidak seorangpun lagi yang dapat memasukinya.” (Muttafaq ‘alaih)

1215. Dari Abu Said r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fi-sabilillah – yakni semtata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya – yakni dirinya -karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuhpuluh tahun dari neraka.” (Muttafaq ‘alaih)

1216. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuk dosa-dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq ‘alaih)

1217. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila bulan Ramadhan telah datang, maka dibukalah pintu-pintu syurga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan diikatlah semua syaitan.” (Muttafaq ‘alaih)

1218. Dari Abu Hurairah r.a, pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Berpuasalah karena melihat – rukyah – bulan dan berbukalah karena melihat bulan. Maka apabila terhalang oleh awan atasmu semua, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban sebanyak tigapuluh hari.” (Muttafaq ‘alaih) Ini adalah lafaznya Imam Bukhari. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: “Maka jikalau tertutup oleh awan atasmu semua, maka berpuasalah sebanyak tigapuluh hari.”

http://sufiroad.blogspot.com/2013/07/riyadhus-shalihin-wajibnya-puasa.html

 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihiwasallam, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, yaitu tentang puasa. Pada kesempaan kali ini kami akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan bulan ramadhan, khususnya amalan-amalan yang ada didalamnya.
Keutamaan bulan Ramadhan
Diantara keutamaan bulan ramadhan yaitu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) (QS. Al-Baqarah: 185).
Pada bulan ini setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka.
Rasulullah Shallallahu`alaihi wasallam bersabda :
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِقَتْ أَبْوَابُ النِّيْرَانِ وَصُفِدَتِ الشَّيَاطِيْنُ
Bila datang bulan Ramadhan dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan dibelenggulah para setan. [1]
Awal Ramadhan
Diwajibkan berpuasa ketika diketahui telah masuk bulan Ramadhan. Untuk mengetahui masuknya bulan Ramadhan ada tiga cara yaitu:
1. Melihat Hilal.
Allah berfirman,
فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa (QS. al Baqarah: 185).
Rasulullah juga bersabda, “…berpuasalah karena melihatnya (yaitu hilal).” [2]
2. Persaksian atas melihat hilal dari orang yang adil dan mukalaf.
Sebagaimana perkataan ibnu Umar, “Banyak orang berusaha melihat hilal. Kemudian aku mengabarkan kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa aku sungguh-sungguh melihatnya. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa.” [3]
3. Menggenapkan bulan Sya’ban 30 hari.
Sebagaiman hadist dari Abu Hurairah, “Jika kalian terhalang dari melihat bulan maka genapkanlah (Sya’ban )30 hari.” [4]
Amalan di bulan Ramadhan:
1. Puasa
Puasa ramadhan termasuk salah satu rukun Islam. Puasa ramadhan hukumnya wajib berdasar dalil-dalil dari Kitab dan Sunnah dan ijma’ kaum muslimin. Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. al Baqarah:183).
Tentang keutamaan puasa di bulan ramadhan ini dapat dilihat dalam hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Alloh maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” [5]
2. Shalat Tarawih
Shalat tarawih termasuk shalat sunnah yang ditekankan (muakkadah), yang dikerjakan di bulan Ramadhan. Dinamakan shalat tarawih karena orang-orang duduk istirahat antara setiap empat rakaat, karena mereka memanjangkan bacaan. Dalil pensyariatannya adalah Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam, “Barangsiapa berdiri (shalat) dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [6] Tidak ada masalah shalat tarawih dengan 23 raka’at atau 11 raka’at.
3. Iktikaf
Allah berfirman,
ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid (QS. al Baqarah: 187).
Disunnahkan beriktikaf di bulan Ramadhan, terutama di sepuluh malam yang terakhir. ‘Aisyah berkata,”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ber-i’tikaf di sepuluh hari terakhir pada bulan Romadhon.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Carilah malam lailatul qodar di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon.” [7]
4. Membaca al Qur’an
Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi ketika bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil) (QS. Al-Baqarah: 185).
5. Shadaqah
Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” [8]
6. Umrah di bulan Ramadhan
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji. Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar:
فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً
Kalau bulan Ramadhan telah tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadhan menyamai ibadah haji. [9]
Semoga bermanfaat, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah serta keluarga dan para sahabatnya.
Selesai ditulis di Riyadh, 15 Jumadil Akhir 1432 H (18 Mei 2011)
Abu Zakariya Sutrisno

Notes:

[1]. HR. Al-Bukhari dan Muslim
[2]. Bukhari (1909),Muslim (19/1081)
[3]. Abu Dawud (2342), Ibnu Hibban (3447), Hakim (1541), Daruquthny (2127). Di shahihkan Ibnu Hibban dan Hakim.
[4]. Bukhari (1909), Muslim (1083)
[5]. Muttafaqun ‘alaihi. Bukhori (1901), Muslim (760)
[6]. Dari hadist Abu Hurairah, Bukhari (37), Muslim (759)
[7]. Bukhori (2020)
[8]. HR. Bukhari (6)
[9]. Bukhari (1782), Muslim (1258)
http://artikel-sufi.blogspot.com/2011/08/keutamaan-bulan-ramadhan.html

Sekarang kita telah tiba di penghujung bulan Sya’ban, beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah, rahmah dan karunia Allah SWT. Dalam bulan Ramadhan kepada kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bertobat, memperbanyak amalan untuk menutupi kekurangan amal ibadah kita selama bulan-bulan sebelumnya.

Nabi SAW memberi kabar gembira mengenai bulan suci ini. Sepertiga pertama dari bulan suci Ramadan adalah sepuluh hari yang penuh rahmat bagi seluruh manusia, sepuluh hari keduanya adalah hari-hari yang penuh pengampunan dari Allah SWT, dan sepertiga bagian terakhir adalah pembebasan dari Neraka bagi orang-orang yang beriman, Allah SWT membebaskan mereka dari Neraka. Oleh sebab itu, orang-orang beriman yang berusaha menjaga perintah Tuhan mereka di siang hari selama bulan Ramadan yang penuh berkah dengan puasa dan malam hari dengan salat tarawih dan tahajjud akan diganjar oleh Tuhan kita dengan memberi mereka pembebasan dan keamanan (bara`ah) dari Neraka, dan mereka telah diberi kabar gembira tentang Surga

Menahan lapar dan dahaga di siang hari selama bulan Ramadhan adalah sebagai media untuk melatih kepekaan sosial, ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang hidup dibawah garis kemiskinan, fakir miskin, anak-anak terlantar yang sering mengalami kelaparan. Melaksanakan puasa ditinjau dari ilmu medis juga dapat meningkatkan kesehatan kita karena sumber penyakit berasal dari perut.

Namun yang lebih penting dari itu semua, tujuan kita berpuasa adalah untuk mensucikan hati dengan menjaga mata dari melihat maksiat, menjaga lidah dari perkataan-perkataan kotor dan sia-sia dan mengekang syahwat kita agar tidak selalu memperturutkan hawa nafsu. Mengekang hawa nafsu adalah pekerjaan teramat berat sehingga Nabi SAW menyebutnya sebagai “Perang Besar”. Mengendalikan nafsu sebagai latihan spiritual yang dilakukan oleh para pengamal tasawuf bukan hanya dalam bulan Ramadhan tetapi juga di bulan-bulan lain sepanjang tahun untuk menjaga kesucian hati agar terus menerus menerima cahaya Allah SWT sebagai sumber kebenaran hakiki.

Salah satu ibadah penting di bulan Ramadhan sebagai jalan untuk mensucikan hati adalah melaksanakan ‘Iktikaf/Suluk sebagaimana yang dipraktekkan oleh Rasulullah SAW.

Dari Aisyah r.a., dia berkata,”Adalah Nabi SAW melaksanakan Iktikaf dalam sepuluh hari akhir Ramadhan, lalu saya buatkan kelambu untuk Beliau, lalu Rasul shalat subuh, kemudian Rasul memasukinya”, (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Keutamaan Ramadhan

  1. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
  2. “Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
  3. Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkuran. Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
  4. Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka
  5. Nabi Bersabda : “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah)
  6. Diriwayatkan dari Ubadah bin ash-Shamit bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa, dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya. Karena itu, tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini.” (HR ath-Thabrani).
  7. Pada awal malam Ramadhan Allah swt mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, meninggikan beribu-ribu derajat, membangunkan untuk kalian lima puluh ribu kota di surga, pada malam kedua, malam ketiga sampai malam terakhir diberikan pahala yang berbeda oleh Allah SWT

Demikian sekilas keutamaan-keutamaan Ramadhan yang akan diberikan Allah SWT diantara sekian banyak keutamaan lain sebagai motivasi agar kita mau memperbanyak ibadah dibulan yang mulia itu. Namun hendaknya ibadah kita bukan semata-mata mengharapkan pahala akan tetapi tidak lain untuk Ridha-Nya sebagaimana do’a yang selalu kita panjatkan setelah berzikir, “Ilahi Anta Maqsudi Waridhaka Matslubi”.

Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang bulan paling mulia. Pada kesempatan ini kepada saudara-saudaraku sekalian saya mengucapkan:

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH DI BULAN SUCI RAMADHAN,

SEMOGA KITA SEMUA DI BERI KESEMPATAN, KESEHATAN DAN UMUR PANJANG AGAR DAPAT TERUS MEMUJA NYA

SEMOGA AMAL IBADAH KITA MENDAPAT RIDHO NYA,

AMIN YA ALLAH

AMIN YA RAHMAN

AMIN YA RAHIM

AMIN YA RABBAL ‘ALAMIN

http://sufimuda.net/2008/08/28/marhaban-ya-ramadhan/

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *