mengapa kok kelihatannya para ulama sering banget bersebrangan?

setelah mendengar rekaman pengajian KH. Wahid yang saya copi dari komputer pondok, oleh-oleh dari ustad Habib, ehh, dapat pengertian baru,

mungkin sering banget kita mendengar bahwa ulama A berbeda pendapat dengan ulama B, Kyai sini berbeda pendapat dengan Kyai sana, bahkan terkesan mereka saling bertengkar. Trus itu bagaimana?

Salah satu hikmah yang dapat dipetik dari perselisihan para Ulama (bukannya orang yang mengaku ulama) adalah hal tersebutlah yang menjaga kemurnian Islam dari zaman nabi hingga saat ini. Ya dapat dilihat saja, ada sedikit saja salah dari ulama, maka berjibun ulama lain yang mengetahuinya mengkritik dan mengoreksi, dan berlaku untuk semua ulama, sehingga karena tajam dan telitinya para ulama terlihat mereka sering terlihat “bermusuhan”. makanya hal yang paling sulit adalah menyatukan pendapat para ulama. dan apabila sudah menjadi “IJMA’” kesepakatan para ulama, maka dapat diketahui bahwa hal tersebut adalah benar adanya.

mungkin ini maksud dari sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

حدثنا العباس بن عثمان الدمشقي . حدثنا الوليد بن مسلم . حدثنا معاذ بن رفاعة السلامي . حدثني أبو خلف الأعمى قال سمعت أنس بن مالك يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم : يقول إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم

“Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”
(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

Allah A’lam

 

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *