Nishfu Sya’ban

Dari Abu Hurairah, Rosulullah SAW bersabda : ” Jibril datang kepadaku pada malam Nishfu Sya’ban dan berkata, ” Wahai Muhammad, tengadahkan kepalamu ke langit,” aku berkata,” malam apakah ini ? “, Jibril berkata , ” ini adalah malam di mana Allah SWT membuka 300 pintu rahmat, mengampuni semua orang yang tidak menyekutukanNya dengan apapun, kecuali orang itu penyihir , dukun , gemar, berzina, dan pecandu khamar.”

Nabi SAW bersabda : ” Jika tiba malam Nishfu Sya’ban maka dirikanlah sholat pada malam harinya dan kerjakan puasa pada pagi harinya, sebab, Allah berfirman, ” adalah orang yang beristighfar kepadaKu, maka Aku akan mengampuninya?, adakah orang yang beribadah kepadaKu dengan sepenuh hati ( Tabattul ) maka Aku akan menyelamatkannya?, adakah orang yang meminta Rezeki kepadaKU, maka Aku akan memberi rezeki? ketahuilah, demikianlah keadaannya hingga Fajar terbit.

Orang orang sholeh berupaya untuk selalu menunaikan sholat Tasbih. Dalam kitab Raudhah al Afkar di terangkan bahwa seyogyanya sholat ini dilakukan setelah matahari terbit sebelum waktu Zhuhur, adapun caranya :
sebagaimana yang di riwayatkan Ikrimah dari Ibnu Abbas R.a, yaitu:
Sholat ini terdiri dari 4 rakaat, pada setiap Rakaat membaca Al fatihah dan Al Ikhlas 4 kali, setelah itu mengucapkan : subhanallah, wal hamdulillah , wala ilaha illahu waallahu akbar 15 kali, Bacaan ini di lafalkan lagi pada saat ruku 10 kali, pada saat berdiri dari ruku 10 kali, pada saat sujud 10 kali, pada saat mengangkat kepala setelah sujud 10 kali, pada saat sujud kedua sebanyak 10 kali, pada saat mengangkat kepala setelah sujud kedua sebelum berdiri 10 kali, jadi bacaan tasbih ini di ucapkan sebanyak 75 kali dalam setiap rakaat.

Dalam kitab al Barakah di katakan bahwa Nabi SAW bersabda ” Barang siapa yang sholat 12 rakaat di malam Nishfu Sya’ban, pada setiap rakaatnya menbaca al Fatihah dan al Ikhlash sebanyak 10 kali, maka keburukannya di hapus dan umurnya di berkahi.

Atha bin Yasar berkata : Tidak ada malam yang istimewa dari malam Nishfu Sya’ban selain Malam Lailatul Qadar, inilah malam malam saat semua Do’a di kabulkan…

Di dalam Kitab al Iqna di ungkapkan , pada malam Bara’ah ( malam pembebasan ) Jibril mendatangi Nabi seraya berkata , ” Wahai Muhammad, Tahajudlah pada malam ini karena di dalamnya segala Hajat di tunaikan, Ketikan Nabi SAW melaksanakan sholat tahajjud, Jibril datang lagi dan berkata, ” Wahai Muhammad beri khabar gembira pada umatmu bahwa Allah telah mengampuni dosa dosa umatmu yang tidak menyekutukanNya, ” lalu jibril berkata ” angkat kepalamu,” dan Nabi SAW mengangkat kepalanya ternyata Pintu pintu surga/ Langit di buka , dan Malaikat pintu pertama berseru,” Beruntunglah orang orang yang Ruku di malam ini.” malaikat pintu kedua berseru ,” Beruntunglah orang yang besujud di malam ini ,” malaikat pintu ke tiga berseru,” Beruntungalah orang yang berdo’a di malam ini,” Malaikat pintu ke empat berseru,” Beruntunglah orang yang menangis karena takut pada Allah pada malam ini,” Malaikat pintu ke lima berseru,” Beruntunglah orang yang melakukan amal kebaikan di malam ini,” Malaikat pintu ke enam berseru ,” Siapa saja yang meminta pasti akan di beri “, Malaikat pintu ke tujuh berseru,” Siapa saja yang memohon ampunan pasti akan di ampuni.” Nabi SAW bersabda,” Sampai kapan pintu pintu itu terbuka ?, Jibril menjawab ,” Sampai terbit Fajar ” dan Jibril berkata lagi,” Pada malam ini Allah mengeluarkan orang orang dari neraka yang jumlahnya sebanyak rambut gembalaan Bani Kilab.”

Allah SWT memperlihatkan denganjelas Lailah al Bara’ah ( Malam pembebasan ) karena ini adalah malam ketetapan dan keputusan, Pada malam ini , ajal di hapus dan segala amalan di angkat . Nabi SAW bersabda , Allah SWT mengalirkan kebaikan pada seperempat malam Nishfu Sya’ban, Malam Idul Fitri dan Idul adha, juga pada hari arafah.”
tetapi Allah SWT menyembunyikan lailatul Qadar ,karena ini adalah malam rahmat dan di bebaskannya manusia dari neraka, Dia menyembunyikannya agar manusia tidak membicarakanNya.
An-Nasafi berkata bahwa Allah SWT menyembunyikan lailatul Qadar supaya manusia bersungguh sungguh selam sebulan penuh. itu juga tujuan di sembunyikan waktu mustajab pada hari Jum’at. Dia menyembunyikan namaNya yang paling agung dari Asma al Husna agar kita berdoa dengan semua nama itu, dan menyembunyikan WaliNya agar kita tidak merendahkan seseorangpun dari kaum Muslim.
demikianlah al faqir sampaikan Smoga kita Sahabat sahabat Tuhan slalu di berikan keberkahan Hidupnya hingga kematiannya, Ingatlah dan Musyahadahlah slalu dalam segala gerak dan gerik diri kalian sehingga kalian merasakan Rasa Cinta PadaNya, Insya Allah kita berkumpul dalam Dunia yang lain yang benar benar Kita Hidup dan kebersamaanya bersama yang diCintaiNya…..Aamiin

sumber : https://www.facebook.com/groups/130649593217/permalink/10152253580878218/

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *