Penjelasan Kitab Risalatul Jami’ah, Sunah Wudhu 7

Ceramah Al habib Ahmad bin Novel Bin Salim bin Jindan
Di Masjid Al Munawar – Pancoran
Senin, 24 Febuari 2014

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

الحمد لله و الصلاة و السلام على سيدنا رسول لله محمد ابن عبد الله و على اله و صحبه و من ولاه

أمابعد.الحمد الله

Para habaib para kiyai para asatidzah hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita telah mendengar apa yang disampaikan oleh adda’ilallah bapak KH Syihabbuddin yang mudah-mudahan membawa manfaat untuk kita sekalian tentang perkara sholat berjamaah di masjid dan lain-lainnya, terus apa yang di sampaikan oleh guru kita alhabib abdurrahman bin abdul qodir baa surrah ya tentang taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang ni’mat yang Allah kasih bakal kita.

Alhamdulillah seperti kita dengar tadi dari habib Abdurrahman, guru-guru kita pada baik semua mudah-mudahan terus pada baik yaa rabbal’alamin.Walhamdulillah Kita bangga habib dengan anak-anak kita dari sejak sebulan yang lalu sampai detik ini banyak diantara mereka yang bawa pulpen,bawa buku tulis dan bawa siwak, mudah-mudahan makin diberikan taufiq oleh allah Subhanahu Wa Ta’ala.Alhamdulillah disini ada beberapa yang pada bawa pulpen bawa buku tulis dibelakang juga yang diatas orang-orang perempuan juga demikian mudah-mudahan semuanya dikasih berkah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya walaupun gak bisa seperti orang-orang dulu banyak dari allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala didalam pembahasan kitab Risalatul Jamiah yang kita bahas, kita telah membahas tentang beberapa sunnah,dari pada sunnah-sunnahnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam yang disunnahkan pada saat berwudhu dan kita sudah membahas tentang cara membasuh wajah. Sunnah-sunnahnya bagaimana ? nah gak bakal kita bahas lagi saat ini, Alhamdulillah sudah pada denger dan sudah dicatat yang gak keburu nyatet juga bisa lihat di website dari pada Majelis Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam wa Insya Allah semua mendapat manfaat dan bisa dipraktekkan dan bisa di amalkan, sebab tujuan dari ilmu yang kita pelajarin bukan Cuma sekedar kita didengar, tadi kita dengar dari Alhabib Abdurrahman Bin Abdul Qodir BaaSurrah kita belajar tentang masalah siwak gak dipraktekkin apa gunanya ? kita belajar tentang wudhu gak dipraktekkin.

Imam Al Haddad didalam kitab adab sulukulmurid mengatakan perbedaan antara orang yang berilmu namun gak memperaktekkan ilmunya dengan orang bodoh yang tidak belajar sama sekali tidak ada bedanya sama sekali kecuali satu. Bedanya nih orang yang belajar tapi gak memperaktekkan imunya ntar dihari qiyamat disiksa lebih dulu sebelum penyembah berhala itu saja bedanya. Bedanya cuma itu berat bedanya adapun perbedaan dia dengan orang bodoh tidak ada bedanya sama sekali kecuali nanti dihari qiyamat حجة الله عليه……kata imamul haddad.

Hukuman Allah bakal orang yang semacam ini berat dihari qiyamat naudzu billah mudah-mudahan kita sekalian diberikan taufiq oleh allah bisa mengamalkan ilmunya. Dahulu ketika kami belajar diHadromaut dihadapan guru kami Alhabib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz saat itu kita mengakhatamkan kitab Bidayatul Hidayah, setelah kita Khatam Bidayatul hidayah beliau tanya sama kita قرءتم بدية الهدية ؟ kalian sudah pada baca kita Bidayatul Hidayah ?, kita bilang Alhamdulillah udah baca Habib بدية الهدية ؟ ختمتم kalian sudah khatamin ? udah habib. Terus habib tanya ma kita عملتم بما فيه ؟وsudah kalian praktikkan belum apa yang ada didalamnya ? semuanya pada diam. Ditanya udah baca jawab semuanya sudah, sudah khatam sudah, tanya sudah praktikkan belum pada diam gak ada yang jawab. Terus beliau bilang kepada kita, beliau bilang kalau kalian belum praktekkin berarti kalian belum membaca kitab Bidayatul Hidayah,kalau belum diperaktekkin berarti belum kalian baca walaupun telah kalian baca sebanyak seribu kali kalau belum dipraktekkin berarti kalian gak baca sama sekali. Sebab kitab semacam Bidayatul Hidayah,kutubul imamul haddad,kutubul imamul ghazali itu dinamakan kutubul amal kitab praktek bukan hanya sekedar kitab ilmu pengetahuan agama aja nggak !! bukan hanya sekedar diketahui saja tidak!!! Tapi dipraktekkan dan diamalkan.

Dan itulah tujuan dari pada ilmu yang kita pelajarin, kemudian disebutkan disini tentang sunnah-sunnah nabi muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam pada saat berwudhu, kita sudah bahas tentang sunnah Nabi Muhammad saat membasuh wajah. Dan sekarang sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam ketika membasuh kedua tangan. Ketika membasuh kedua tangan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau yang wajib kita sudah tau yaitu mengalirkan air dari ujung jari sampai kesiku dan dilebihkan sedikit من لا يتم به الواجب الا به فهوالواجب فاءنه sesuatu yang mana kewajiban gak bakal sempurna kecuali dengannya maka hal itupun menjadi wajib hukumnya. Jadi ketika membasuh siku harus dilebihkan sedikit supaya sempurna gak ada kurang itu kewajiban, itu yang wajib terus juga kita sudah bahas tentang perkara kuku, kotoran-kotoran yang ada dikuku tangan kita harus dibersihkan hukumnya wajib kalau gak tu air gak bakal masuk kedalam kuku gak sah wudhunya kita.

Demikian pula kalau kemarin kita habis makan kebuli tuh disela-sela jari ya disela-sela kuku jari itu suka ada lemaknya atau sisa-sisa nasi,sisa-sisa bumbu yang nempel disitu sebelum kita wudhu bersihin dulu kalau gak air gak masuk kesitu tuh yang wajib di lakukan. Terus juga kita katakan didalam hal yang wajib dilakukan saat membasuh tangan nih kita bicara wajib diantaranya adalah daging yang tumbuh ditangan kita selama antara ujung jari sampai siku keberadaan daging yang tumbuh tersebut juga wajib dialirkan air sampai ke situ. Na’am

Adapun tangan yang buntung nas alullaha salamu wa afiah putus tangannya,na’am kalau memang bagian yang putus masih antara siku dengan ujung jari maka bagian tersebut sisanya wajib dibasuh dengan air, tapi kalau buntungnya sudah melewati siku maka hukumnya sunnah untuk dibasuh na’am.itu udah kita bahas dalam pertemuan kita yang lalu, adapun sunnah-sunnah yang pahalanya sangat besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagaimana ? diantara sunnahnya ya kita memulai membasuh tangan kita dari jari apa dari siku ?dari ujung jari apa dari siku ? gak yang ini gak yang itu, habis dari mana ? kita lihat dulu Assyaikh Muhammad Arromli beliau mengatakan terkadang seseorang wudhu ya dengan air yang dituangkan atau kalau kita sekarang pakai keran iya dengan keran atau ada seseorang yang nuangin air bakal kita Wa inkana Makruh ,paka keran kadang kita berwudhu menggayung air pake tangan , Assayaikh Muhammad Arromli bilang apabila kita wudhunya pake keran maka sunnah dimulai dari siku baru turun ke bawah hadza sunnahnya. Namun kalu kita menggayung air dengan tangan kita maka sunnahnya membasuhnya dari ujung jari. Bagaimana kita ambil air dari wadah tersebut terus kita mulai mengalirkannya dari ujung jari kita sampai ke siku hadza sunnahnya semacem itu.na’am hadza Syekh Muhammad Romli bilang begitu itu sunnah yang pertama.

Yang kedua ketika kita membasuh air kita alirkan ketangan kita baik dari ujung jari, kalau kita menggayung air atau dari siku ketika kita berwudhunya dari keran ya itu disunnahkan berdo’a. Alimam Ghazali di dalam kitab Bidayatul Hidayah menganjurkan hal yang semacam itu do’anya adalah kita minta sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita katakan اللهم ketika kita membasuh tangan kanan kita,membasuh tangan kanan kita, kita katakan kepada Allah عطني كتبي بيمني و أدخلني جنة بغير حساب أاللهم Yaa Allah berikan kepadaku dihari qiyamah kitab amalanku dengan tangan kananku dan masukkan aku kedalam surga tanpa dihisab olehmu di hari qiyamah nanti. Ini do’a dibaca ketika kita membasuh tangan kanan kita.

Adapun ketika membasuh tangan kiri kita meminta perlindungan sama Allah Subhanahu Wa ta’ala dan kita katakan …..Yaa Allah aku berlindung kepadamu jangan sampai engkau memberikan kitab amal perbuatanku dihari qiyamah nanti dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku. Ini do’anya kita kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala sebab dihari qiyamah hari yang menakutkan, hari hisab, hari perhitungan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu semua amal perbuatan kita dicatat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala . و كل صغير و كبير مستطر semua yang kecil yang besar semuanya ada catatannya dimata Allah Subhanahu Wa Ta’alaمن قول الا لديه رقيب عتيد ما يلفظ tidak terucap satu ucapan oleh kita melainkan dicatat oleh عتيدرقيب semuanya ada catatannya, nah itu catatan tersebut akan diserahkan oleh Allah di hari qiyamah, ketika manusia berdiri الناس لرب العالمينيقوم untuk menghadap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala saat itu mereka ketakutan, saat itu Allah memerintahkan kitab-kitab masing-masing individu untuk berterbangan dan kembali ke pemiliknya masing-masing.

Kitab yang tertulis disitu amal perbuatan yang kita lakukan dan kitab-kitab tersebut berterbangan dihari qiyamah dan akan datang kepada pemiliknya masing-masing, saat itu semua orang berharap ingin meraihnya dengan tangan kanannya …………Allah Subhanahu Wa Ta’ala bilang barang siapa yang mendapatkan kitab amal perbuatannya dengan tangan kanannya maka akan dihisab oleh Allah dengan hisab yang ringan atau juga dia masuk ke surga tapi yang mendapatkan kitab ama perbuatannya dengan tangan kirinya atau dari belakangnya dia akan menjerit,jeritan penyesalan yang tidak akan membawa manfaat dan tempatnya dia dineraka na’udzu billahi min dzalik. Dan itu saat akan tiba kepada kita sekalian dan mudah-mudahan ketika tiba saatnya kita meraih kitab-kitab kita dengan tangan kanannya kita, makanya kita do’a setiap kita berwudhu.

Minta sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika membasuh tangan kanan kita, kita minta Yaa Allah muliakan ini tangan untuk bisa meraih itu kitab dengan tangan kanan kita, sebab berapa orang ingin meraih dengan tangannya itu tangannya membeku yang bisa bergerak hanya tangan kirinya na’udzubillahi min dzalik .Mudah-mudahan kita dijaga oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena itu minta sama Allah minta saat berwudhu Yaa Rabb muliakan ini tangan untuk bisa meraih kitab amal perbuatan dengan tangan kanan ini di hari qiyamah, membasuh tangan kiri minta sama Allah, Yaa Rabb lindungi aku jangan sampai aku meraih kitabku dengan tangan kiriku atau dari belakangku sebab mereka adalah orang-orang yang rugi na’udzubillahi min dzalik.

Ini do’a dibaca diamalkanpahalanya besar dan keuntungannya besar didunia dan diakhirat, kemudian sunnah yang dianjurkan juga saat kita membasuh tangan kita saat berwudhu adalah memulainya dengan tangan kanan dulu, basuh dengan tangan kanan tiga kali, kemudian setelah itu baru tangan kiri tiga kali.na’am jangan mulai dengan tangan kiri tapi mulainya dengan tangan kanan terus juga dianjurkan … ini digosok minimal tangan kita melewati dari setiap bagiantangan yang di basuh……hadza minimal na’am dan didalam mazhab imam malik hukumnya menggosok adalah wajib bagian dari furudhul wudhu.na’am karena itu yang namanya…membasuh itu sangat disunnahkan khuruj min khilaf, kemudian diantara sunnahnya juga ….saya lupa kemarin bahasa indonesianya apa,apa ….? sela-sela dulu kita bahas waktu membahas tentang membasuh wajah apa namanya memastikan air sampai ke sela-sela jenggot, nah ini juga kesela-sela tangan, kadang disini ada kotorandiantara telapak tangan kita nih,sela-sela jari nih,sela-sela jari kita ada kotoran nah itu dipastikan dibersihkan sehingga dianjurkan untuk….memastikan air untuk sampai kesela-sela jari tangan tersebut , bagaimana caranya ? dengan ,,,,, bisa begini dengan begini na’am, kemudian diantara yang disunnahkan…..apa itu ??kemarin saya juga sudah bahas tentang…………..ketika membasuh wajah dianjurkan membasuhnya dari atas agak ke atas sampai kena bagian kepala hadza namanya ……,,,,……ketika membasuh tangan basuhhannya sampai ke pundak sampai ke atas minimal sampai ketengah dekat baju disini, kenapa ? itulah yang menjadi keistimewaannya ummat Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam.

Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam ditanya oleh beberapa sahabat: Yaa Rasulullah ummatmu banyak diantara ummatmu dan ummat-ummat lainnya, ummat nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Isa dan lain-lainnya bagaimana engkau bisa membedakan ummatmu dengan ummat yang lainnya dihari qiyamah sama-sama manusia, bagaimana cara engkau membedakannya ?. Kata Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam ummatku kelak dibangkitkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dihari qiyamat…….wajah mereka sampai kepala tuhterang bercahaya, tangan mereka sampai ke bahu itu terang bercahaya, kaki mereka sampai ke lutut itu terang bercahaya dari apa ? cahaya air wudhu mereka, karena itu sangat dianjurkan dan disunnahkan dan itulah keistimewaan kita dari pada ummat-ummat yang lainnya , sangat dianjurkan ketika berwudhu saat membasuh muka sampai ke atas kepala ke tengah-tengah kepala dan sangat membasuh tangan sampai ke pundak atau ke bahu, saat membasuh kaki sampai ke lutut. Itu yang menjadikan keistimewaan kita ummat Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam,

kemudian diantara sunnahnya juga kadang kita pakai cincin iya kadang pakai cincin, ketika wudhu apa hukumnya nih cincin ? wajib dibuka apa tidak ? kita katakan kalau memang ini cincin terlalu ketat dijari sehingga air nggak masuk ke bawah cincin maka hukumnya wajib dilepas, atau minimal gak harus dilepas tapi wajib digerakkan sehingga air bisa sampai kebawah cincin tersebut hukumnya wajib. Tapi kalau memang itu cincin gak terlalu ketat sehingga sedikit digerakkan air bisa masuk ke bawah itu cincin maka hukum menggerakkan itu cincin hukumnya sunnah, jelas ? jadi ketika orang pakai cincin saat berwudhu ya. Kalau memang cincinnya ketat wajib digerakkan itu cincin atau dilepas sehingga air sampai ke bawah cincinnya tapi kalau memang cincinnya gak terlalu ketat sehingga kalau digerakkin dikit air bisa lewat ke situ maka hukumnya sunnah untuk digerakkan itu cincin hadza ringkasannya na’am,

kemudian juga diantara sunnahnya..ada yang luput dari saya cincin, apa hukumnya pakai cincin ? untuk orang laki pakai cincin emas hukumnya haram, abis pakai apa ? pakai cincin dari perak itu boleh sunnah tapi kalau emas nggak, na’am.

Terus didalam kitab busyrol karim….. beliau menyebutkan sunnahnya dipakai dimana cincin. Dijari mana ? yang jelas ente pakai cincin aja dah sunnah, cuman Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam kalau pakai cincin itu dipakai dikelingking na’am. Pakainya dikelingking karena itu saya selalu menyaksikan saya punya guru Alhabib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz itu kalau pakai cincin selalu dikelingking belum pernah lihat beliau pakai dijari manis apalagi dijari tengah atau dijari telunjuk nggak !! selalu pakai dikelingking sebab memang diriwayatkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam memakai cincinnya dikelingking, kemudian dikelingking kanan apa dikelingking kiri ? kadang kanan kadang juga kiri Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam.

Terus matanya tuh sunnahnya diatas apa didalam dibagian telapak diatas apa dibawah maksud saya,dua-duanya sunnah. Kadang nabi pakai diatas kadang juga dibalikkin dipakai di bawahhadza disebutkan didalam kitab busyral karim oleh syakh ba’sin didalam kitabnya secara jelas disitu na’am. Lailahaillah kemudian, diantara sunnahnya juga المولاة apa artinya المولاة? Membasuh anggota wudhu sebelum kering yang yang sebelumny, contoh kita sebelumnya membasuh tangan. apa yang kita basuh ? kaki apa…sebelum membasuh tangan kita membasuh muka itu disunnahkan المولاة apa maksudnya المولاة ketika kita membasuh tangan sebelum ini yang dimuka air kering , jadi jangan ditunda sampai ntar nunggu kering baru basuh tangan jangan!! Tapi sunnahnya wajah masih basah ,basuh tangan, tangan masih basah , usap kepala ,kepala masih ada bekas basahnya belum kering basuh kaki hadza namanya المولاة dan hukumnya sunnah, kemudian juga yang berikutnya yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam saat membasuh tangan adalah……tiga kali tiga kali.itu disunnahkan oleh Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam.

Nah ini apa yang ingin saya sampaikan dari pada kitab Arrisalatul Jamiah yang selama ini sudah lama sekitar 2 minggu kita gak bahas tentang Arrisalatul jamiah.Mudah-mudahan membawa manfaat bakal kita sekalian dan insya Allah bisa kita praktekkan dan bisa kita amalkan, kemudian hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Barusan kita denger dari guru-guru kita, dari para habaib kita, dari Kiyai Syihabbuddin tentang sholat lima waktu berjamaah , bagaimana kita sama sholat berjamaah di masjid ? kalau bukan kita yang ma’murin masjid mau siapa lagi ? mau siapa lagi ? Alhabib Abdullah bin Alawi Al Haddad demikian juga putranya AlHabib Hasan Bin Abdullah AlHaddad , Habib Abdullah Al Haddad bilang saya dari sejak kecil sampai beliau meninggal usia sekitar delapan puluh tahun lebih beliau bialang saya gak pernah melaksanakan sholat lima waktu kecuali dalam keadaan berjamaah dan di awal waktu, kewalian disini.

Para Aulia menjadi Wali min Aulia illah karena mereka menjalankan ajaran Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam yang semacam ini, bukan dengan mimpi, bukan dengan keramat tapi dengan istiqomah dijalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala semacam ini. Tadi kita dengar empat puluh tahun sembahyang berjamaah dimasjid, siapa diantara kita rekor satu minggu aja, rekor satu minggu lima waktu dimasjid seminggu aja Yaa Allah.

Empat puluh fardhu kita lakukan berjamaah dimasjid itu…..dengan mendapatkan takbiratul ula ma’al imam apa artinya takbiratul ula ma’al imam sebelum imam takbir kita sudah berada dibelakang imam, begitu imam takbir ALLAHU AKBAR takbiratul ihram selesai takbiratul ihram kita langsung lanjut dibelakang dia ALLAHU AKBAR hadza namanya takbiratul ihram……….Rasul Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam mengatakan semuanya ada intisari dan intisarinya sholat disitu takbirah dibelakang imam langsung ,itu pahalanya besar lebih mulia dari dunia dan seiisinya, punya duit berapa ente ? punya kedudukan apa ? itu semua gak ada artinya dibandingi takbiratul ihram ma’al imam.

Cuma kadang ya seperti yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala bilang dalam Al-Qur’an…………yang mereka tau Cuma urusan dunia, urusan duit, urusan jabatan, urusan yang hina dimata Allah Subhanahu Wa Ta’ala, urusan akhirat mereka lalai, ini keadaan kita. Padahal hadza Alhabib Abdullah Bin Umar Assyatiri guru besar beliau mengatakan, ayah dari pada guru kami Alhabib Salim Bin Abdullah bin Umar Assyatiri wal Habib Hasan Bin Abdullah Assyatiri ayah mereka Alhabib Abdullah bin Umar Assyatiri itu pernah mengatakan dahulu dikota tarim itu gak ada yang ninggalin sholat jamaah dimasjid, bib saya sholat jamaah dirumah ya itu gak dihitung tuh. Kalau bahasanya orang jakarta gak achi iyah, sholat berjamaah di masjid,

Alhabib Abdullah Assyatiri bilang itu dahulu di kota tarim semua orang sholat berjamaah dimasjid dan mendapatkan takbiratul ula ma’al imam, belum dikumandangan adzan mereka sudah berada di masjid menunggu waktu shalat lima waktu, semua sekampung begitu sampai, Alhabib Abdullah Assyatiri bilang dulu gak ada orang yang ketinggalan takbiratul ihram ma’al imam gak ada yang ketinggalan apalagi shalat jamaahnya , terkadang ada satu orang karena beberapa kesibukkan telat, bukan gak sholat jamaah telat Masbuq, gak dapetin takbiratul ula dibelakang imam yang tadi kita dengar fadillahnya, itu dia dateng ke masjid mabuq, tau itu orang sekampung ngapain dia. Orang sekampung dateng kepada dia dan mengucapkan ta’ziyah, tau ta’ziyyah ? kalu ada orang meninggal diucappin ta’ziyyah, tuh didatengin sama orang sekampung ini orang yang menyepelekan takbiratul ula ma’al imam. Bunyi ta’ziyyahnya kalau kitakan …..atau apa orang sekarang berduka cita dan lain sebagainya. Bunyi ta’ziyyahnya tau apa ? dijabat tangannya…………..ketahuilah orang yang ketiban musibah bukan yang ditinggal mati oleh kekasihnya tapi orang yang ketiban musibah adalah orang yang semacam engkau yang diharamkan pahala oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Banyangin bukan satu orang yang ngucapin ta’ ziyyah kaya gitu, sekampung yang ngucappin ta’ziyah bakal ini orang. Sejak saat itu gak ada lagi gak ada lagi yang berani ninggalin takbiratul ula ma’al imam. Habib Abdullah Assyatiri cerita kaya gitu, itu kalau ninggalin takbiratul ula ma’al imam dan ini ta’ziyahnya gak pulang dari masjid aja tiga hari tiga malam berlangsung, sekampung tuh dateng tiga hari tiga malam kaya ada tahlilan tiga hari tiga malam nah tiga hari tiga malam ta’ ziyyah ngucappin beginiian bakal nih orang. Tapi kalau ada orang ketinggalan sholat berjamaah gak sembahyang berjamaah dimasjid itu bukan tiga hari tiga malam lagi, tau apa ? ditaruin kurung batang depan pintu rumahnya dan ta’ziyyah selama tujuh hari tujuh malem. Ditanya ohh ada kurung batang disini ohh ada yang meninggal, iya ada yang mati disini, mati hatinya gak punya iman sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nah kita bagaimana ? nangis kalau hilang duitnya kita, tapi jamaah dimasjid takbiratul ula begitu aja lewat luput kita gak ambil pusing padahal tuh segalanya dunia akhiratnya kita disitu, kewaliaan disitu ,kemuliaan disitu. Yaa Rabb mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pilih jadi orang-orang yang mulia disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemarin kita sama-sama hadir acara haul dari pada Al-Imam Al-qutb Al-habib Ali Bin Muhammad Al-Habsyi disolo walhamdulillah saya senang terus terang dari dalam hati saya, saya senang saya lihat dan saya dengar banyak jamaah dari Majelis Rasulullah yang pada hadir, itu sampai saya dengar juga kebetulan saya punya keponakkan naik kereta, kereta ekonomi saya juga ikut naik kereta gak bisa naik pesawat ketutup sama debu akhirnya kita naik kereta walhasil dapet kabar kita itu bergerbong-gerbong semuanya anak-anak Majelis Rasulullah alhamdulillah ni’mat mudah-mudahan dikasih pahala besar sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala . saya bilang sama yang ngasih kabar sama saya tolong fotoin bakal saya, saya mau liat fotonya, dikirimin Cuma dua foto doang, saya bilang kok Cuma dua foto doang minta lagi yang lainnya fotonya pengen lihat saya.

Saya bahagia terus terang, dia bilang habib bukannya gak mau ngirim foto ni segerbong banyakan perempuan semua saya gak berani fotonya. Alhamdulillah mudah-mudahan yang pada hadir segala harapannya diijabah sama allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kagak hadir mudah –mudahan dapet pengampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dapet keberkahan sebab ni perkumpulan kaya begini pahalanya bukan Cuma yang hadir doang yang gak hadir juga kebagian.

Sayyidina syekh Abu Bakar Bin salim bilang …..kita nih para Aulia Allah kita orang-orang yang dermawan yang hadir yang kagak hadir kebagian semuanya kata Syekh Abu Bakar Bin Salim. Yang gak hadir juga kebagian berkahnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang dagang dagangannya laku Insya Allah bawa berkah, wa saya juga denger saya lihat sendiri apa namanya kios Nabawiy ada dua kios disitu dibuka alhamdulillah wa yang lain-lain juga para pedagang pada laku pada berkah , terus itu Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam bilang didalam Hadist bahwasanya ada orang hadir dimajelis Allah bilang sama Malaikatnya semuanya dapet pengampunan . satu malaikat bilang Yaa Rabb ini dateng bukan bakal majelis, ni dateng bakal dagang bagaimana dapat pengampunan juga apa gak ? tau apa Allah Subhanahu Wa Ta’ala bilang sama tuh malaikat ………Allah Subhanahu Wa Ta’ala bilang dia tuh yang dateng bakal dagang doang dia juga dapet pengampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala katanya . semuanya Insya Allah yang dateng kemari mau dagang, pengen ngambil berkah,pengen dapet manfaat ilmu semuanya dapet keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala wa ini lautan kedermawanannya Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam.

Alhabib Ali Bin Abdurrahman Bin Muhammad Bin Husain Almasyhur putra dari pada Shohibul Bughyatul Murtasyidin beliau bilang suatu kali ketika Alhabib Ali Alhabsyi bikin acara maulid yang besar semacem itu saya dateng sama habib Ali saya cerita, saya bilang Habib saya lihat dengan mata kepala saya ngelihat siapa ? ngelihat Nabi Khidir ikut hadir ditengah-tengah kita , saya lihat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam ikut hadir ditengah-tengah kita dan mereka Nabi Khidir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam keliling ditengah-tengah jamaah dan mengatakan ………..semuanya dapet qobull dari Allah Subhabahu Wa Ta’ala hadza Alhabib Ali Bin Abdurrahman bilang begitu, Habib Ali Habsyi denger begitu bahagia orang yang pada dengar pada nangis semuanya walhamdulillah mudah-mudahan kita semuanya yang hadir gak hadir dapet keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala semua hajat kita harapan kita diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkat Alhabib Ali Habsyi berkat para Aulia Allah dengan berkat mereka orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berkat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Shahbishi Wassalam.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala khusus untuk perempuan Insya Allah esok hari hari selasa dikediaman saya diyayasan AL-Fakhriyah diciledug kita ada acara hadrah Basaudan yang akan diadakan setiap hari selasa pagi dari jam setengah sepuluh sampai dzuhur biasanya kita adakan ya diwakaf saya punya kakek Alhabib Salim Bin Ahmad Bin Jindan minggu pertama minggu kedua minggu ke tiga dan minggu keempat di Alfakhriyah diciledug wa kebetulan nih minggu terakhir diciledug kita harapkan kehadiran ibu-ibu, kaum wanita yang ada disini untuk hadir acara hadrah basaudan besok hari selasa dari jam setengah sepuluh hingga dzuhur wa mudah-mudahan kita semuanya dapet keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala Cuma tu hadirin bakal perempuan aja kita yang laki nggak yang laki nggak nih bakal perempuan doang Insya allah semuanya dapet berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala semua hajat-hajat kita diijabah sama Allah Subhanahu Wa Ta’ala

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=458&Itemid=30

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *