perang badar 1 : orang quroisy mengadakan perdagangan ke syam

Berikut ini cerita perang badar yang saya peroleh dari rekaman pengajian oleh kyai wahid jawa tengah, terdiri atas beberapa bagian dan tentu saja masih jauh dari detailnya, semoga membawa manfaat.

Kaum Quroisy mempunyai kebiasaan setahun 2 kali berdagang, ketika hujan pergi ke yaman dan ketika kemarau pergi ke syam, yang tergambar dalam surat al Quroisyin. Kebiasaan ini dimulai dari kakek nabi yang bernama hasyim bin abdul manaf.

Jalan menuju ke syam itu melewati daerah dekat dengan madinah, setelah nabi hijrah ke madinah, secara nalar tentu saja menjadi hal yang membingungkan karena madinah sudah dipimpin, dikuasai dan taat kepada nabi Muhammad yang dulu ketika di mekah dimusuhi, diusir dan akan dibunuh.

dan benar saja, ketika pertama kali ada perdagangan, dikejar orang islam, ditangkap, dan amr al hadromi mati dipanah, setelah kejadian itu orang quroisy lebih berhati-hati.

-Sebagai gambaran, ketika nabi hijrah (juga para sahabat) nabi tidak membawa apa2, semua harta, tanah, rumah dll dirampas oleh orang-orang kafir, dan dimiliki oleh keluarga yang masih kafir, bahkan rumah nabi di djual oleh aqil kakak dari ali bin abi tholib-

Nabi hijrah sekitar bulan maulud, 16 bulan setelah nabi hijrah sekitar  dibulan jumadil ula, orang quroisy mengadakan perdagangan ke syam dengan dipimpin oleh Abu Shofyan dengan jumlah sekitar 40 orang dan membawa harta yang banyak.

Nabi berangkat mencegat mereka dengan sahabat 152 dengan membawa 3 unta, tapi terlewat, nabi sampai ke tempat pencegatan tapi rombongan Abu Shofwan telah jauh. peristiwa ini dikenal dengan perang al usyairo

Di bulan romadlon, rombongan Abu Shofyan kembali ke mekah dan diperkirakan sampai dipertengahan romadlon.

Sekitar tanggal 8 romadhon, Nabi bersama shohabat berangkat, nabi berangkat ini juga tidak berniat perang besar, sehingga shohabat yang ikut juga sedikit sekitar 300 orang, melihat rombongan quroisy cuman 40 orang.

Nabi beserta shohabat berangkat dengan membawa 2 kuda, 8 pedang dan unta yang bisa ditunggangi ada 70, jadi rata-rata unta 1 ditunggangi secara bergantian oleh 3 orang. kelompok nabi terdiri atas, Nabi Muhammad, Ali bin Abi tholib dan Zaid bin Harisah. Kelompok Abu bakar, Umar dan Abdurrohman bin Auf bergantian unta 1 dst.

>

Di lain tempat, Abu shofyan juga berhati2, karena berangkatnya mau dicegat, kemungkinan pulangnya juga, maka Abu Shofyan mencari kabar, dan mendapat kabar bahwa nabi dan shohabat berangkat dari madinah, akhirnya ia menyewa orang bernama DhomDhom al Ghifari disuruh memberitahu orang quroisy di mekah agar mereka keluar untuk menolong rombongan Abu Shofyan

– harta yang dibawa oleh rombongan Abu Shofyan kala itu, 1000 ekor unta, 50.000 dinar (uang emas, kurang lebih @3,78 gr) dan harta yang lain-

 

>

3 hari sebelum utusan Abu Sofyan sampai ke mekah, ada wanita bernama Atikah binti Muntholib bermimpi  dan bercerita ke Abbas bin Muntholib “bermimpi, orang naik unta di tanah abthoh di pinggiran mekah kemudian berteriak-teriak keras “hai anak turun hudal (quroisy) segera berangkatlah 3 hari lagi ke tempat matimu, banyak orang yang datang mendekat, kemudian orang tersebut masuk ke masjid dan diikuti oleh orang-orang lainnya, ketika dikelilingi orang banyak, untanya bisa berdiri dan diatas ka’bah berteriak, “hai anak turun hudal berangkatlah ke tempat matimu 3 hari lagi” kemudian berangkat lagi ke gunung jabal qubais dan berteriak lagi, dan menggelindingkan batu ke mekah, hancur dan menyebar ke seluruh rumah di mekah”

Abbas memerintahkan saudarinya untuk merahasiakannya, tetapi lucunya ketika abbas bertemu dengan temannya bernama walid bin utbah, ia menceritakan, kemudian walid bercerita ke bapaknya utbah, kemudian menyebar sebagai rahasia umum.

Suatu ketika Abbas thowaf ke ka’bah ada orang berkumpul yang salah satunya adalah abu jahal, setelah selesai thowaf abbas ikut bergabung, Abu jahal menghina “mulai kapan ada nabi wanita lagi di keluargamu? dulu ada muhammad sekarang atikah ingin menyaingi? ingatlah apabila mimpi atikah tidak benar, maka akan aku umumkan bahwa keluarga muntholib adalah tukang bohong”

Dihari ke 3 setelah mimpi Atikah, Dhomdhom utusan Abu Shofyan sampai di mekah, dengan berteriak-teriak “tolong-tolong, tolonglah Abu shofyan dimana harta kalian dibawanya, apakah rela seperti amr al hadromi?”

Akhirnya hampir semua orang quroisy sekitar 1000 orang berangkat menolong Abu Shofyan, tatapi ketika itu Abu Lahab tidak berangkat karena ada yang menggantikannya berangkat untuk menebus hutang kepada Abu lahab.

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *