perang badar 5 : perang tanding

Setelah Utbah tidak berhasil mengajak orang-orang quroisy untuk kembali ke Mekkah dan bahkan diejek oleh ABu jahal, hatinya menjadi panas, iapun mencari helm perang tetapi tidak menemukan sehingga mengambil surban yang dilingkarkan ke kepalanya. Kemudian Utbah keluar dari barisan orang kafir dan kelihatan menonjol dengan diikuti oleh saibah dan anaknya yang bernama Al Walid mengajak untuk berperang tanding dengan kaum muslimin.

memang sudah menjadi kebiasaan perang di arab ketika itu, perang diawali dengan perang tanding dan biasanya perang tanding itu menentukan, karena secara akal, pihak yang kalah perang tanding akan jatuh mentalnya.

mendengar tantangan dari utbah tersebut, kaum muslimin bukannya gentar malah tanpa diperintah, orang anshar maju, ketika itu yang maju adalah auf dan mu’ad anak dari haris juga abdulloh, karena hampir seluruh wajah mereka tertutup, utbah bertanya ” siapa kalian?, ” kami orang-orang madinah.”, “tidak, kami tidak butuh kalian, kami mengakui kalian orang kuat, kami tidak menghina kalian, tapi yang kami inginkan sama-sama orang quroisy” tolak utbah dan rombongan.

salah satu dari mereka “ya Muhammad, keluarkan dari mereka dari kaumku sendiri, kaum quroisy”,  nabi kemudian berkata ” berdirilah wahai ubaidah, berdirilah wahai hamzah, berdirilah wahai Ali!”. Ubaidah yang tetika itu sudah berusia 63 tahun, paman nabi Hamzah yang berumur sekitar 58 tahun (nabi ketika itu belum sampai berumur segitu, dan Ali berumur sekitar 20 tahun,  maju.

Sahabat Ali menghadapi al walid anak utbah, barusan mulai sayyidina Ali sudah membunuh al walid, tidak jelas bagaimana caranya, tapi dalam suatu riwayat, Ali berkata “setiap perang tanding aku tidak pernah kalah, musuhku selalu perutnya terpotong”. sayyidina hamzah juga begitu, tapi ubaidah sama-sama terkena, awalnya ubaidahterkena kakinya, dan kemudian diberesin oleh Ali dan Hamzah. Ubaidahpun dibawa kembali dan meninggal dunia setelah perang badar selesai.

Setelah perang tanding berakhir dengan 3 orang mati di pihak quroisy dan 2 orang selamat serta 1 orang luka parah dipihak kaum muslimin. Maka tentara quroisy dan muslimin saling mendekat. Nabi pun mulai menata barisan. Cara keviasaan orang arab pada waktu itu adalah ketika berperang mereka bertarung secara individu tanpa terikat dengan yang lainnya. Nabi membawa cara baru dalam berperang dengan menata barisan kaum muslimin dalam satu komando. Kafir quroisypun kaget karena tidak pernah menghadapi strategi seperti itu.

>>> kemenangan dalam peperangan biasanya dipengaruhi oleh senjata yang baru dan dhsyat dan juga strategi baru yang jitu.

ini ada sahabat yang agak “nakal” namanya sawad bin ghoziyah, nabi ketika itu menata dengan sebatang kayu kecil. sawad ini tidak mau lurus sehingga nabi mendudul (mendorong dengan kayu tsb), sawadpun berkata “nabi, bukankah engkau diutus untuk membawa yang haq, karena itu gantian nabi”, nabipun menjawab “ok, balaslah, nabi mencopot baju beliau, tetapi setelah itu sawad tidak membalas melainkan mencium perut nabi. nabi berkata “sawad kamu ini ada-ada saja, ada apa ini?” sawad menjawab “nabi, saya ingin diakhir hidup saya, kulit saya dapat bertemu dengan kulit engkau nabi”.

Setelah nabi menata rapi barisan kaum muslimin, nabi kembali ke gubuk dengan berdoa di gubuk tersebut. nabi berpesan ” wahai sahabatku, jnganlah kalian menyerang sebelum datang komando dariku, bila kalian dikepung oleh kaum quroisy maka panahilah, tetapi untuk menyerang dengan pedang dll tunggu komandoku”. di dalam gubuk nabi berdoa dengan sangat bersungguh-sungguh “yaAlloh, apabila kaum muslimin ini kalah maka Tidak akan ada orang yang menyembahMu” Abu bakar yang mendengar doa-doa nabi, menghibur “sudah cukup nabi, tidak perlu berdoa seperti itu, Allah pasti melestarikan agamanya, dan tidak akan mengingkari janjiNya” Setelah selesai nabi mendapat wahyu, yang dulu pernah turun di mekkah.

Abu Jahal juga berdoa , bahkan sebelum berangkatpun abu jahal berdoa di ka’bah dengan bergelantung memegang selambu ka’bah “Tuhan, siapa yang paling memutuskan sanak, siapa yang paling menyebarkan kesesatan, siapa yang paling jelek, semoga dimatikan!” begitulah doa Abu Jahal yang tak tahu diri sehingga berdoa yang doanya pada hakikatnya menyengsarakan dirinya sendiri.

nAbi berdoa terus menerus, sampai pertengahan perang, nabi tertidur sebentar dan mendapat wahyu bahwa Allah menurukan malaikat yang membantu orang kaum muslimin di perang badar. ada riwayat bahwa Allah menurunkan 3 ribu atau 5 ribu malaikat untuk membantu dalam bentuk manusia.

>>> mungkin timbul pertanyaan, apa tidak berlebihan Allah menurunkan 5ooo malaikat? bukankan satu malaikat saja sudah cukup untuk menghancurkan semuanya?, salah satu faedahnya mungkin, untuk menghindari barita bahwa kaum quroisy kalah dikalahkan oleh malaikat bukan nabi Muhammad dan sahabat sehingga Quroisy mengakui kekalahan kepada nabi Muhammad.

Setelah itu nabi keluar memberi semangat kepada para sahabat seraya berkata ” Demi Allah, barangsiapa yang maju berperamg dengan bersabar dan tidak mundur hingga meninggal, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga”. Umer bin humam yang mendengar hal tersebut yang ketika itu makan buah kurma, langsung berhenti dan maju seraya berkata “bagaimana mungkin antara aku dan surga dihalang halangin hal tersebut” kemudian umer maju berperang sampai meninggal dunia.

ada lagi yang bertanya, auf bin haris “ya rosululloh, apakah yang menyebabkan Allah bahagia?’ nabi menjawab “kamu maju ke depan musuh tanpa baju perang” mendengar itu auf melepas baju perangnya dan maju berperang sampai meninggal dunia

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *